Diduga Diretas! Robot Penyedot Debu DJI Bocorkan Data 7.000 Rumah di 24 Negara
Sebuah celah keamanan serius ditemukan pada robot penyedot debu pintar buatan DJI. Seorang insinyur asal Spanyol mengungkap bahwa kerentanan tersebut memungkinkan akses ke ribuan rumah di seluruh dunia, termasuk kamera, audio, hingga peta interior rumah.
Insinyur Spanyol Temukan Celah Keamanan
Seorang insinyur perangkat lunak asal Spanyol, Sammy Azdoufal, secara tidak sengaja menemukan celah keamanan pada robot penyedot debu pintar buatan DJI.
Awalnya, ia hanya ingin mengontrol perangkat tersebut menggunakan controller PlayStation 5 dengan bantuan aplikasi yang dibuat menggunakan AI.
Namun, eksperimen tersebut justru membuka akses yang jauh lebih luas dari yang diperkirakan.
Akses ke 7.000 Rumah di 24 Negara
Melalui celah tersebut, Azdoufal mengaku dapat mengakses hampir 7.000 perangkat di 24 negara.
Akses ini mencakup:
- kamera pada robot (melihat isi rumah pengguna)
- mikrofon (mendengar percakapan)
- peta tata letak rumah
- lokasi perangkat secara real-time
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius karena perangkat rumah tangga berubah menjadi alat pengawasan tanpa disadari pengguna.
DJI Lakukan Pembaruan, Tapi Masalah Belum Sepenuhnya Selesai
Setelah menemukan celah tersebut, Azdoufal segera melaporkannya ke media dan pihak DJI.
Perusahaan kemudian merilis pembaruan sistem pada Februari untuk menutup celah keamanan tersebut.
Namun, laporan media menyebutkan bahwa:
- masih ada celah yang belum sepenuhnya diperbaiki
- tingkat kerentanannya cukup tinggi
- detail teknis tidak diungkap secara terbuka
Hal ini memicu pertanyaan terkait transparansi dan keamanan produk IoT.
Kekhawatiran Keamanan Perangkat Pintar
Para pakar keamanan siber menilai kasus ini menunjukkan risiko besar dari penggunaan perangkat pintar yang terhubung ke internet.
Perangkat seperti robot pembersih, kamera rumah, hingga perangkat IoT lainnya dapat menjadi target empuk bagi peretas jika tidak memiliki sistem keamanan yang kuat.
Isu ini juga memperkuat kekhawatiran global terkait keamanan data pengguna dan potensi penyalahgunaan teknologi.
Kesimpulan
Kasus dugaan celah keamanan pada robot penyedot debu DJI menjadi pengingat penting akan risiko privasi di era rumah pintar. Meski teknologi semakin canggih dan memudahkan kehidupan, perlindungan data dan keamanan sistem harus menjadi prioritas utama. Pengguna disarankan untuk rutin memperbarui perangkat dan lebih waspada terhadap potensi kerentanan digital.
#DJI #CyberSecurity #IoT #PrivasiData #SmartHome #Teknologi #Hacker #KeamananDigital #BeritaTeknologi #GlobalNews

0 comments