AS Luncurkan Gelombang Ketiga Serangan ke Iran, Negara-Negara Teluk Jadi Sasaran Serangan Balasan


Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan militer terbaru terhadap sasaran di Iran. Operasi tersebut dilakukan menyusul tuduhan bahwa Iran kembali menyerang kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Situasi ini kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan keamanan jalur pelayaran energi dunia.


Militer United States kembali melancarkan gelombang ketiga serangan terhadap sasaran militer di Iran setelah Washington menuduh Teheran kembali menyerang kapal-kapal yang berlayar di sekitar Strait of Hormuz.

Menurut laporan yang mengutip pejabat Amerika Serikat, serangan udara terbaru menyasar sistem rudal, pertahanan udara, kapal-kapal kecil, serta berbagai fasilitas militer Iran.

AS Serang Sekitar 140 Target Militer

United States Central Command menyatakan telah menyelesaikan putaran ketiga operasi militernya.

Operasi tersebut disebut menyerang sekitar 140 sasaran militer, yang meliputi:

  • Basis rudal.
  • Pangkalan pesawat nirawak (drone).
  • Fasilitas angkatan laut.
  • Gudang amunisi.
  • Infrastruktur militer lainnya.

Menurut pemerintah AS, operasi ini merupakan respons atas dugaan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata dan serangan terhadap kapal-kapal sipil di kawasan.

Trump Kritik Keras Iran

Presiden Donald Trump mengatakan Iran telah melanggar kesepakatan hanya beberapa jam setelah tercapai.

Menurut Trump, setelah kedua pihak mencapai kesepakatan, sebuah kapal kembali menjadi sasaran serangan pesawat nirawak Iran.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut menjadi alasan utama dilancarkannya operasi militer terbaru Amerika Serikat.

Iran Luncurkan Serangan Balasan

Sebagai respons, Iran mengumumkan telah melancarkan serangan ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Di Qatar, militer setempat menyatakan berhasil mencegat rudal yang diluncurkan Iran. Meski demikian, tiga orang dilaporkan mengalami luka akibat serpihan proyektil yang jatuh, termasuk seorang anak.

Sementara itu, di Kuwait, beberapa pos perbatasan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan, sementara sebuah anjungan pengeboran minyak terkena serangan pesawat nirawak yang mengakibatkan seorang pekerja terluka.

Serangan drone juga dilaporkan terjadi di wilayah timur laut Oman yang berada di sekitar pesisir Selat Hormuz.

Di Bahrain, sirene peringatan rudal dilaporkan berbunyi beberapa kali sebagai langkah antisipasi.

Klaim Penutupan Selat Hormuz Dibantah AS

Media pemerintah Iran mengutip otoritas setempat yang menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup.

Namun, pihak militer Amerika Serikat membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa jalur pelayaran internasional tetap terbuka.

AS menyatakan telah menempatkan kekuatan militernya di kawasan untuk memastikan kapal-kapal dagang dapat terus melintas dengan aman dan menjaga kebebasan navigasi di salah satu jalur energi terpenting dunia.

Pejabat AS Peringatkan Iran

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa Iran harus menanggung konsekuensi atas tindakan yang diambilnya.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, mengatakan bahwa setiap serangan terhadap personel atau kepentingan Amerika Serikat akan mendapat respons militer yang sangat kuat.

Ia juga menyatakan bahwa pemerintah Iran perlu memastikan koordinasi yang lebih baik antara unsur militer dan tim perundingnya agar tidak memperburuk situasi.


Kesimpulan

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase yang lebih tegang setelah saling melancarkan aksi militer dan serangan balasan. Meskipun Iran mengklaim Selat Hormuz ditutup, Amerika Serikat menegaskan jalur pelayaran internasional tetap beroperasi normal di bawah pengawasan militernya. Perkembangan ini terus menjadi perhatian dunia karena berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan Timur Tengah dan kelancaran distribusi energi global.


#AmerikaSerikat #Iran #DonaldTrump #SelatHormuz #TimurTengah #CENTCOM #Qatar #Kuwait #Bahrain #Oman #Geopolitik #BeritaInternasional

0 comments