Laporan Resmi Ungkap Kegagalan Secret Service dalam Kasus Percobaan Pembunuhan Trump, 102 Peringatan Terlewat


Laporan terbaru dari Inspektur Jenderal Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat mengungkap sejumlah kegagalan serius dalam pengamanan saat upaya pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump di Pennsylvania pada Juli 2024. Salah satu temuan paling mencolok adalah Dinas Rahasia AS (Secret Service) diduga gagal menerima atau menindaklanjuti 102 komunikasi radio yang berkaitan dengan keberadaan pelaku penembakan.


Kantor Inspektur Jenderal United States Department of Homeland Security Office of Inspector General pada Kamis merilis laporan investigasi terbaru mengenai insiden percobaan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat kampanye di Pennsylvania pada Juli 2024.

Laporan setebal 64 halaman tersebut mengungkap adanya sejumlah kelemahan besar dalam sistem pengamanan yang dijalankan oleh United States Secret Service. Temuan itu menunjukkan bahwa terdapat beberapa peluang penting untuk mencegah serangan, namun tidak dimanfaatkan secara optimal.

102 Komunikasi Radio Mengenai Pelaku Tidak Sampai ke Secret Service

Salah satu temuan utama adalah kegagalan koordinasi komunikasi antara Secret Service dan aparat penegak hukum setempat.

Pada hari kejadian, pusat komunikasi kepolisian daerah menerima 102 komunikasi radio yang berkaitan dengan pencarian tersangka penembakan, yaitu Thomas Matthew Crooks.

Namun, Secret Service tidak membentuk pusat komunikasi gabungan dengan aparat lokal. Akibatnya, lembaga tersebut hanya menerima lima panggilan telepon dan tiga pesan singkat mengenai situasi tersebut, sehingga tidak menyadari tingkat ancaman yang sedang berkembang dan gagal segera memperingatkan tim pengamanan Trump.

Sistem Antidrone Sempat Tidak Berfungsi

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa sistem antidrone milik Secret Service mengalami gangguan pada hari kejadian.

Kondisi ini memberi kesempatan kepada pelaku untuk menerbangkan drone selama hampir sembilan menit di sekitar lokasi kampanye sekitar dua jam sebelum Trump menyampaikan pidatonya. Drone tersebut diduga digunakan untuk memetakan kondisi lokasi sebelum melakukan aksi penembakan.

Informasi Intelijen Tidak Dibagikan Secara Menyeluruh

Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa Secret Service sebenarnya telah menerima informasi intelijen rahasia yang mengindikasikan adanya kemungkinan ancaman serangan jarak jauh terhadap Trump.

Namun, informasi tersebut tidak sepenuhnya diteruskan kepada kantor lapangan Secret Service di Pittsburgh maupun para agen yang bertugas langsung mengamankan acara. Akibatnya, personel di lapangan tidak memiliki gambaran lengkap mengenai tingkat risiko yang sedang dihadapi.

Evaluasi Terhadap Sistem Pengamanan

Laporan ini menyoroti pentingnya koordinasi antarlembaga, kelancaran komunikasi, serta distribusi informasi intelijen dalam pengamanan pejabat tinggi negara.

Temuan-temuan tersebut diperkirakan akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional Secret Service agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.


Kesimpulan

Laporan investigasi terbaru mengungkap adanya sejumlah kelemahan serius dalam pengamanan percobaan pembunuhan terhadap Donald Trump di Pennsylvania pada 2024. Kegagalan menerima 102 komunikasi radio, gangguan sistem antidrone, serta tidak tersampaikannya informasi intelijen kepada petugas lapangan menjadi faktor yang dinilai memperbesar risiko terjadinya serangan. Temuan ini diperkirakan akan mendorong reformasi terhadap prosedur keamanan Secret Service dalam melindungi pejabat tinggi Amerika Serikat.


#DonaldTrump #Trump #SecretService #PercobaanPembunuhanTrump #Pennsylvania #AmerikaSerikat #BeritaInternasional #KeamananNasional #Investigasi #BreakingNews

0 comments