AS dan Israel Luncurkan Serangan Besar ke Iran, Sejumlah Negara Tutup Wilayah Udara
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar ke Iran pada Sabtu, memicu ledakan di sejumlah kota termasuk Teheran dan Isfahan. Iran membalas dengan serangan rudal ke kawasan Teluk, sementara beberapa negara langsung menutup wilayah udara mereka di tengah eskalasi tajam konflik.
Ledakan Guncang Teheran dan Sejumlah Kota
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam berbagai target di Iran pada Sabtu dini hari.
Ledakan terdengar di ibu kota Teheran, disertai kepulan asap tebal. Kemacetan parah terjadi di sejumlah ruas jalan karena warga bergegas pulang dan membeli persediaan makanan.
Menurut kantor berita ISNA, kawasan Pasteur di pusat Teheran—yang disebut sebagai lokasi kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei—termasuk di antara target serangan. Laporan media Iran juga menyebut ledakan terjadi di Isfahan, Qom, Lorestan, Kermanshah, Karaj, dan Tabriz.
Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Khamenei tidak berada di Teheran saat serangan berlangsung. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan selamat.
Israel: Puluhan Jet Tempur Dikerahkan
Juru bicara militer Israel, Brigjen Effie Defrin, mengatakan puluhan jet tempur Angkatan Udara Israel telah menyelesaikan gelombang serangan pertama.
Target yang disebut meliputi:
- Infrastruktur militer
- Pasukan darat
- Sistem komando dan kendali
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menandatangani perintah pemberlakuan “status darurat khusus” secara nasional.
Sementara itu, Komandan Front Dalam Negeri Israel, Mayor Jenderal Shai Kalper, mengimbau warga menyiapkan ruang perlindungan dan mengikuti instruksi resmi.
Israel juga:
- Menutup wilayah udara nasional
- Menghentikan kegiatan sekolah dan sebagian besar tempat kerja
- Mengalihkan sejumlah layanan rumah sakit ke fasilitas bawah tanah
- Mengerahkan unit donor darah darurat
Iran Balas dengan Rudal ke Kawasan Teluk
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal balistik ke beberapa negara Teluk, kecuali Oman. Kantor berita Fars melaporkan bahwa militer Iran juga menargetkan pangkalan militer AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Beberapa negara di kawasan tersebut segera menutup wilayah udara mereka sebagai langkah antisipasi.
Ketegangan Meningkat Usai Perundingan Gagal
Serangan ini terjadi setelah pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa pada Kamis gagal mencapai terobosan.
Sehari sebelum serangan, Kedutaan Besar AS di Israel telah mengizinkan staf non-esensial untuk meninggalkan negara itu.
Situasi Masih Berkembang
Skala penuh dan dampak akhir dari operasi militer ini masih belum sepenuhnya jelas. Otoritas Iran melaporkan korban awal, termasuk 24 orang tewas di sebuah sekolah di Iran selatan.
Eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas, terutama dengan keterlibatan langsung AS dan potensi dampaknya terhadap stabilitas Timur Tengah.
#Iran #Israel #AmerikaSerikat #TimurTengah #KonflikTimurTengah #SeranganRudal #Teheran #Geopolitik #BreakingNews #KrisisGlobal

0 comments