Aksi Proyeksi di Konsulat China New York: Seruan Tinggalkan “Rezim Beracun” Viral
Sebuah organisasi nirlaba di luar negeri kembali melakukan aksi proyeksi visual di dinding Konsulat China di New York pada 15 Maret. Aksi ini bertepatan dengan “Hari Anti-Pemalsuan” di China dan berisi pesan satir yang menyerukan masyarakat untuk meninggalkan apa yang mereka sebut sebagai “rezim beracun”.
Aksi Proyeksi Kembali Digelar di New York
Pada malam 15 Maret, organisasi non-profit China Action kembali menggelar aksi proyeksi di dinding Konsulat Jenderal China di New York.
Aksi ini sengaja dilakukan bertepatan dengan momen “3.15” atau Hari Anti-Pemalsuan di China, yang biasanya digunakan otoritas untuk mengkampanyekan pemberantasan barang palsu.
Juru bicara aksi, Su Yutong, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sindiran dengan konsep “uji kualitas” terhadap sistem pemerintahan China.
Visual Satir: Dari “Pengujian” hingga “Pembuangan”
Dalam aksi tersebut, ditampilkan empat gambar utama yang membentuk narasi satir:
- Pengujian: Ilustrasi makhluk antropomorfik mengenakan pakaian hazmat melakukan tes terhadap simbol palu-arit yang dikaitkan dengan virus.
- Laporan: Ditampilkan seperti label komposisi produk dengan judul “Partai Komunis China”, berisi unsur: eksploitasi, otoritarianisme, kebohongan, dan sensor.
- Sangat Beracun: Hasil “pengujian” menyimpulkan bahwa objek tersebut berbahaya.
- Buang: Simbol tersebut digambarkan dibuang ke tempat sampah berlabel biohazard.
Angka 89,64% yang muncul dalam visual disebut sebagai simbol yang merujuk pada peristiwa Insiden Tiananmen 1989, yang sensitif dalam sejarah modern China.
Simbol dan Kritik terhadap Kepemimpinan
Dalam salah satu visual, juga muncul karakter beruang kartun bermahkota yang disebut sebagai simbol sindiran terhadap Presiden Xi Jinping.
Menurut Su Yutong, pesan utama dari aksi ini adalah kritik terhadap sistem yang dianggap sebagai sumber berbagai masalah sosial, mulai dari sensor hingga kontrol politik.
Aksi Sempat Dihalangi Petugas Konsulat
Berbeda dari aksi sebelumnya, kali ini staf konsulat sudah bersiap di lokasi sebelum aksi dimulai.
Petugas keamanan dilaporkan mencoba menghalangi proyeksi dengan menutupi sumber cahaya dan menyalakan lampu terang untuk mengganggu tampilan visual.
Meski demikian, aksi tetap berlangsung selama beberapa menit dan menarik perhatian publik.
Polisi New York Tidak Intervensi
Menurut penyelenggara, aparat New York Police Department berada di lokasi, namun tidak melakukan intervensi terhadap aksi tersebut.
Hal ini disebut sebagai bentuk perlindungan terhadap kebebasan berpendapat di Amerika Serikat.
Aksi Serupa Sudah Beberapa Kali Dilakukan
Organisasi China Action sebelumnya juga telah melakukan aksi serupa di berbagai kesempatan, termasuk:
- peringatan White Paper Movement anniversary
- International Human Rights Day
- aksi di Kedutaan China di Berlin pada awal tahun
Aksi-aksi ini umumnya menggunakan proyeksi visual sebagai media untuk menyampaikan kritik politik secara simbolis.
Kesimpulan
Aksi proyeksi di Konsulat China New York menunjukkan bagaimana kelompok aktivis memanfaatkan seni visual dan ruang publik untuk menyampaikan pesan politik. Dengan pendekatan satir dan simbolik, mereka berupaya menarik perhatian global terhadap isu-isu yang dianggap penting. Di sisi lain, respons dari pihak konsulat dan situasi di lapangan mencerminkan adanya ketegangan antara kebebasan berekspresi dan sensitivitas politik dalam hubungan internasional.
#China #XiJinping #NewYork #AksiProtes #KebebasanBerekspresi #PolitikGlobal #HAM #BeritaDunia #Geopolitik #Aktivisme

0 comments