B-2 Hancurkan Pangkalan Rudal Iran, Trump Tegaskan Teheran Hanya Punya Satu Pilihan: Menyerah Tanpa Syarat
Konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki fase baru. Pesawat pengebom siluman B-2 milik Amerika dilaporkan menghancurkan pusat peluncuran rudal Iran dengan bom penghancur bunker. Di tengah eskalasi perang, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki pilihan lain selain menyerah tanpa syarat.
Serangan B-2 Hancurkan Pusat Rudal Iran
Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memasuki tahap baru pada Jumat. Pesawat pengebom siluman Northrop Grumman B-2 Spirit milik Amerika dilaporkan melancarkan serangan malam hari dengan menjatuhkan bom penghancur bunker berdaya besar.
Serangan tersebut menargetkan fasilitas militer bawah tanah Iran, termasuk pusat peluncuran rudal balistik yang berada jauh di bawah tanah.
Menurut laporan militer, Amerika menjatuhkan puluhan bom seberat 2.000 pon untuk menghancurkan instalasi rudal bawah tanah tersebut.
Sementara itu, pesawat tempur Israel mengerahkan sekitar 50 jet tempur untuk menghancurkan bunker komando militer yang diduga digunakan oleh pemimpin Iran Ali Khamenei.
Bunker Komando Iran Dilaporkan Hancur
Juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, mengatakan bahwa bunker tersebut berada puluhan meter di bawah kawasan permukiman di Tehran.
Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat komando rahasia untuk mengoordinasikan serangan Iran terhadap Israel.
Namun, menurutnya, bunker itu berhasil dihancurkan sebelum sempat digunakan.
Serangan Lanjutan ke Hizbullah di Lebanon
Selain menyerang Iran, militer Israel juga melancarkan serangan besar terhadap kelompok Hezbollah di Lebanon.
Dilaporkan terdapat 26 gelombang serangan udara yang menargetkan pusat komando dan gudang senjata kelompok tersebut. Ledakan besar juga terdengar di ibu kota Beirut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga semua target tercapai.
Trump: Iran Harus Menyerah Tanpa Syarat
Di tengah eskalasi konflik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan tegas pada Jumat.
Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan melakukan negosiasi dengan Iran, dan satu-satunya jalan bagi Teheran adalah menyerah tanpa syarat.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa operasi militer baru saja dimulai dan Amerika siap menghadapi konflik secara penuh.
Pentagon: Serangan Rudal Iran Turun 90%
Menurut data dari Pentagon, kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal balistik telah menurun drastis.
Jumlah peluncuran rudal Iran disebut turun hingga 90 persen dibandingkan pada awal konflik.
Militer Amerika juga menyatakan bahwa pasukan gabungan AS-Israel kini telah menguasai sebagian besar wilayah udara Iran, yang memungkinkan serangan udara lebih intensif menggunakan bom berpemandu yang lebih murah namun efektif.
Hingga 6 Maret, atau sekitar tujuh hari sejak operasi militer dimulai, pasukan gabungan dilaporkan telah:
- Menyerang lebih dari 3.000 target militer
- Menghancurkan atau menenggelamkan 43 kapal militer Iran
Iran Luncurkan Serangan Balasan
Di sisi lain, Iran juga melakukan upaya balasan. Beberapa negara di kawasan Teluk dilaporkan menjadi sasaran serangan udara Iran, termasuk:
- Saudi Arabia
- Bahrain
- Qatar
Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat rudal yang menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan, sementara Qatar mengatakan telah menggagalkan serangan drone yang mengarah ke Al Udeid Air Base, pangkalan udara Amerika di negara tersebut.
Komandan United States Central Command, Laksamana Brad Cooper, mengatakan bahwa sejak konflik dimulai Iran telah meluncurkan serangan terhadap 12 negara berbeda di kawasan tersebut.
Ia menegaskan bahwa serangan terhadap kawasan sipil tidak dapat diterima dan akan mendapatkan respons serius.
Ribuan Warga Asing Dievakuasi dari Timur Tengah
Meningkatnya konflik membuat banyak warga asing berusaha meninggalkan kawasan Timur Tengah.
Menurut pejabat Departemen Luar Negeri AS Dylan Johnson, sejak 28 Februari hampir 24.000 warga Amerika telah berhasil dievakuasi kembali ke Amerika Serikat.
Sejumlah negara juga mulai melakukan evakuasi warganya dari wilayah konflik.
Kesimpulan
Serangan besar yang melibatkan pengebom siluman B-2 menandai eskalasi signifikan dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dengan klaim penguasaan wilayah udara dan penghancuran ribuan target militer Iran, operasi militer tampaknya akan terus berlanjut. Namun, serangan balasan Iran terhadap negara-negara di kawasan Teluk menunjukkan bahwa konflik ini berpotensi meluas dan semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

0 comments