Menhan AS: Serangan Akan Semakin Gencar, Moral Militer Iran Disebut Runtuh


Pemerintah Amerika Serikat menyatakan operasi militer terhadap Iran akan semakin ditingkatkan dalam beberapa hari ke depan. Di saat yang sama, laporan intelijen menyebutkan moral pasukan Iran melemah dan terjadi gelombang desersi. Di luar negeri, ribuan warga Iran turun ke jalan menyuarakan dukungan terhadap perubahan rezim.


Trump Targetkan Perang Selesai dalam 2–3 Minggu

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat menargetkan konflik dengan Iran dapat berakhir dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Ia juga menyebut kemungkinan akan menghadiri sidang di Mahkamah Agung AS terkait isu kewarganegaraan kelahiran, di tengah berlangsungnya konflik.


Menhan: Kekuatan Militer AS Terus Ditingkatkan

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam konferensi pers menyatakan bahwa kekuatan tempur AS akan terus ditingkatkan.

Menurutnya:

  • Daya serang militer AS semakin kuat
  • Kapasitas Iran justru semakin melemah
  • Opsi militer AS semakin luas, sementara pilihan Iran semakin terbatas

Ia menegaskan bahwa beberapa hari ke depan akan menjadi fase krusial dalam konflik.

Hegseth juga mengungkapkan bahwa ia baru saja mengunjungi pasukan AS di Timur Tengah dan menyaksikan langsung kemampuan serangan militer yang disebutnya sangat efektif.


Intelijen: Moral Militer Iran Melemah

Mengutip laporan intelijen terbaru, Hegseth menyebut bahwa serangan gabungan AS dan Israel telah berdampak besar terhadap kondisi internal militer Iran.

Beberapa indikasi yang disebutkan:

  • Moral pasukan menurun drastis
  • Terjadi gelombang desersi (kaburnya tentara)
  • Kekurangan personel kunci
  • Kepemimpinan militer mengalami tekanan

Ia memperingatkan bahwa Iran sebaiknya segera mencapai kesepakatan, atau menghadapi peningkatan serangan lebih lanjut dari pihak AS.


Ribuan Warga Iran di AS Dukung Perubahan

Di sisi lain, gelombang aksi massa terjadi di Washington, D.C..

Puluhan ribu warga Iran yang tinggal di AS berkumpul dan:

  • Mengibarkan bendera Iran era monarki
  • Mengibarkan bendera AS dan Israel
  • Meneriakkan slogan seperti “Terima kasih Trump dan Netanyahu”

Mereka menyuarakan ketidakpuasan terhadap pemerintahan Iran saat ini.


Suara Emosional dari Diaspora Iran

Dalam video lain yang beredar, seorang perempuan Iran meluapkan kemarahannya terhadap pihak yang dianggap membela pemerintah Iran.

Ia menyoroti:

  • Pelanggaran hak perempuan
  • Pengalaman penahanan dan penindasan
  • Dukungan terhadap perubahan rezim

Banyak peserta aksi menyatakan bahwa warga di dalam Iran sulit menyuarakan pendapat karena pembatasan internet, sehingga diaspora mengambil peran menyampaikan aspirasi mereka di luar negeri.


Kesimpulan

Pernyataan pejabat tinggi AS menunjukkan bahwa tekanan militer terhadap Iran masih akan meningkat dalam waktu dekat. Di sisi lain, klaim melemahnya moral militer Iran dan aksi diaspora di luar negeri menambah kompleksitas situasi.

Namun, sebagian informasi masih berasal dari klaim sepihak dan belum sepenuhnya terverifikasi secara independen. Dengan negosiasi yang masih berlangsung, arah konflik akan sangat ditentukan oleh perkembangan diplomatik dan militer dalam beberapa hari ke depan.


#Iran #AmerikaSerikat #DonaldTrump #Israel #TimurTengah #Geopolitik #PerangIran #Militer #BreakingNews #Dunia

0 comments