AS dan China Beda Narasi soal Pertemuan Trump-Xi, Gedung Putih Fokus Ekonomi dan Iran, Beijing Soroti Taiwan


Pertemuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan pemimpin Partai Komunis China (PKC), Xi Jinping di Beijing memunculkan perbedaan narasi tajam antara Washington dan Beijing. Gedung Putih menyoroti kerja sama ekonomi dan isu Iran, sementara pihak China justru menekankan masalah Taiwan dan memperingatkan potensi konflik AS-China jika isu tersebut “ditangani secara keliru”.

Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan pemimpin PKC, Xi Jinping, di Beijing pada Kamis berlangsung selama sekitar 2 jam 15 menit. Gedung Putih menggambarkan pertemuan tersebut sebagai diskusi yang berjalan positif dengan sejumlah kemajuan penting.

Menurut ringkasan resmi dari Gedung Putih, pembicaraan berfokus pada kerja sama perdagangan, situasi Iran, serta keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam pernyataan tersebut tidak ada pembahasan khusus mengenai Taiwan.

Washington menyebut Beijing menyetujui peningkatan pembelian produk Amerika Serikat seperti kedelai, energi, dan pesawat terbang. China juga disebut berjanji membantu penyelesaian isu Iran.

Namun, narasi yang dirilis pihak China sangat berbeda. Beijing justru menyoroti isu Taiwan secara besar-besaran dan hampir tidak menyebut persoalan Iran. Dalam pernyataannya, Xi Jinping memperingatkan bahwa jika masalah Taiwan ditangani secara tidak tepat, maka dapat memicu konflik antara China dan Amerika Serikat.

Perbedaan mencolok dalam dua ringkasan resmi tersebut membuat banyak pengamat menilai seolah kedua pihak menghadiri “dua pertemuan yang berbeda”.

Pengamat masalah China, Li Linyi, menilai PKC sengaja mengangkat isu Taiwan untuk kepentingan politik domestik Xi Jinping.

Menurut analisis sejumlah pengamat, Beijing diduga menggunakan isu Taiwan sebagai cara untuk mengalihkan perhatian publik domestik dari konsesi ekonomi yang diberikan kepada Amerika Serikat dalam perundingan tersebut.

Selain itu, di tengah meningkatnya dinamika politik internal di tubuh PKC, ancaman keras terhadap Taiwan dinilai lebih bersifat retorika politik dibandingkan ancaman nyata.

Sumber lain menyebut Taiwan memang sempat dibahas dalam pertemuan tersebut. Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam wawancara dengan NBC News di Beijing menegaskan bahwa posisi Amerika Serikat terhadap Taiwan tidak berubah.

Rubio juga memperingatkan bahwa upaya merebut Taiwan dengan kekuatan militer akan menjadi “kesalahan yang mengerikan”.

Di saat bersamaan, juru bicara pemerintah Taiwan, Li Huizhi, juga menegaskan bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tetap konsisten.

Para analis menilai dukungan terhadap Taiwan dan sikap keras terhadap PKC kini telah menjadi arus utama opini publik di Amerika Serikat. Karena itu, pemerintahan Trump dinilai sulit membuat kompromi besar terkait Taiwan.

Pengamat Taiwan juga menyebut kepentingan strategis Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik, termasuk keamanan rantai pulau pertama dan dominasi teknologi global, bertentangan langsung dengan ambisi geopolitik PKC. Hal ini membuat terobosan besar dalam hubungan AS-China dinilai sulit tercapai.

Sementara itu, dalam isu Iran, China dilaporkan menyetujui bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan Beijing juga setuju untuk tidak memasok perlengkapan militer kepada Iran, meski China tetap akan membeli minyak dari negara tersebut.

Pengamat politik Lan Shu menilai kesepakatan China terkait isu nuklir Iran menjadi salah satu capaian penting bagi Washington dan dapat membuka jalan bagi langkah militer Amerika Serikat terhadap Iran di masa mendatang.

Kesimpulan

Perbedaan besar antara narasi Gedung Putih dan Beijing menunjukkan bahwa hubungan Amerika Serikat dan China masih dipenuhi ketidakpercayaan serta kepentingan politik masing-masing. Washington fokus pada perdagangan dan keamanan global, sementara Beijing terus menonjolkan isu Taiwan demi kepentingan domestik dan strategi propaganda politiknya.

#AmerikaSerikat #China #DonaldTrump #XiJinping #Taiwan #Iran #PKC #HubunganASChina #PolitikGlobal #GedungPutih #SelatHormuz #MarcoRubio #BeritaDunia

0 comments