Banjir Besar Hunan China: Dua Desa Dilaporkan Hilang, Warga Sebut Ratusan Orang Tertimbun Longsor
Banjir besar disertai longsor menerjang Kabupaten Shimen, Provinsi Hunan, China, menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah. Dua desa di Kecamatan Nanbei, yakni Desa Jinhe dan Desa Jinjiahe, dilaporkan mengalami kehancuran besar setelah banjir bandang dan aliran lumpur menghantam permukiman saat warga masih tertidur. Sejumlah warga menyebut banyak rumah tersapu arus dan kemungkinan korban masih tertimbun material longsor.
Banjir Besar Hantam Kabupaten Shimen di Hunan
Bencana banjir besar melanda Kabupaten Shimen, Kota Changde, Provinsi Hunan, China, pada dini hari 18 Mei. Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 23 wilayah kecamatan terdampak, sementara kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Nanbei.
Dua desa yang mengalami dampak paling serius adalah Desa Jinhe dan Desa Jinjiahe. Warga menggambarkan situasi sebagai “bencana pemusnahan desa”, setelah banjir bandang dan tanah longsor menghancurkan rumah-rumah dalam waktu singkat.
Seorang warga Desa Jinhe yang menggunakan nama samaran Xiaoli mengungkapkan bahwa sebagian warga berhasil menyelamatkan diri ke kawasan perbukitan setelah menyadari ancaman banjir pada dini hari. Namun sebagian lainnya masih tertidur ketika aliran lumpur datang membawa rumah-rumah mereka.
Menurut kesaksian warga, kerusakan di kawasan sungai sangat besar dengan sedimentasi lumpur yang diperkirakan mencapai belasan hingga puluhan meter di beberapa titik.
Desa Jinhe Disebut Tidak Lagi Layak Huni
Data publik menunjukkan Desa Jinhe berada di kawasan pegunungan dengan rata-rata ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut dan memiliki lebih dari 900 penduduk. Namun jumlah warga yang menetap sehari-hari disebut jauh lebih sedikit karena banyak penduduk usia produktif bekerja di luar daerah.
Pasca-bencana, warga melaporkan banyak terjadi longsor susulan dan muncul bendungan alami akibat material longsoran yang menyumbat aliran air. Situasi tersebut meningkatkan risiko banjir susulan sehingga memicu kekhawatiran keselamatan.
Beberapa warga menyebut desa kemungkinan tidak akan dibangun kembali karena kondisi geografis yang dianggap terlalu berbahaya. Wacana relokasi seluruh desa pun mulai muncul.
Desa Jinjiahe Rusak Parah, Banyak Warga Dilaporkan Hilang
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Jinjiahe yang berada di hilir Sungai Jinhe. Rekaman udara memperlihatkan area permukiman dan lahan pertanian berubah menjadi hamparan lumpur besar.
Seorang relawan penyelamat yang menggunakan nama samaran Xiaozhang menyebut sejumlah rumah hilang hanya dalam hitungan detik akibat derasnya arus banjir dan material longsor.
Menurutnya, masih terdapat laporan warga hilang dan beberapa korban diduga tertimbun material longsor, sehingga proses pencarian berlangsung sangat sulit.
Relawan: Banyak Korban Ditemukan Setelah Berhari-hari
Seorang personel penyelamat berpengalaman bermarga He mengatakan bahwa dalam sejumlah kasus banjir dan longsor, korban baru dapat ditemukan setelah beberapa hari karena tertimbun material tebal.
Ia menekankan pentingnya sistem peringatan dini dan mitigasi bencana, mengingat banyak korban terjadi ketika warga masih tertidur saat banjir bandang datang secara tiba-tiba.
Kesimpulan
Banjir besar di Kabupaten Shimen, Hunan, China, meninggalkan dampak kemanusiaan serius setelah dua desa dilaporkan mengalami kehancuran besar akibat banjir bandang dan longsor. Sejumlah warga menggambarkan desa mereka hilang dalam semalam, sementara laporan orang hilang dan dugaan korban tertimbun masih menjadi perhatian. Proses penyelamatan dan investigasi dampak bencana diperkirakan masih akan berlangsung di tengah ancaman longsor susulan dan kondisi geografis yang tidak stabil.
Video Referensi:
#BanjirHunan #BanjirChina #BanjirBandangChina #HunanChina #LongsorChina #KabupatenShimen #BencanaChina #BanjirBandangHunan #DesaJinhe #DesaJinjiahe #BeritaChina #CuacaEkstrem #BencanaAlam #ChinaNews #BanjirBesar

0 comments