Forum di Parlemen Inggris Soroti Dugaan Pengambilan Organ Paksa di China, Desak Langkah Tegas Pemerintah


Sebuah forum di Parlemen Inggris membahas dugaan pengambilan organ secara paksa di China dan menyerukan langkah yang lebih tegas dari pemerintah Inggris. Acara tersebut menghadirkan jurnalis investigasi, pakar hukum, dan aktivis hak asasi manusia yang membahas berbagai temuan serta rekomendasi kebijakan terkait isu tersebut. Pemerintah China telah berulang kali membantah tuduhan pengambilan organ secara paksa dan menyatakan sistem transplantasi organnya telah direformasi sesuai standar hukum.


Sebuah forum yang digelar di Parliament of the United Kingdom baru-baru ini membahas isu dugaan pengambilan organ secara paksa di China serta menyerukan pemerintah Inggris untuk mengambil langkah yang lebih tegas dalam merespons dugaan pelanggaran hak asasi manusia tersebut.

Acara yang mengangkat tema mengenai pola pengambilan keputusan kepemimpinan China itu menghadirkan sejumlah tokoh dari kalangan media, akademisi, dan praktisi hukum untuk membahas laporan-laporan mengenai transplantasi organ di China.

Penulis The Slaughter Paparkan Hasil Investigasi

Salah satu pembicara adalah Ethan Gutmann, penulis buku The Slaughter, yang menyampaikan hasil investigasinya mengenai dugaan pengambilan organ secara paksa terhadap tahanan hati nurani di China.

Menurut Gutmann, berbagai penelitian yang telah dilakukan selama bertahun-tahun menunjukkan adanya dugaan praktik pengambilan organ tanpa persetujuan dari para korban. Ia mengatakan isu tersebut sulit dipahami oleh banyak orang karena dianggap berada di luar pengalaman umum masyarakat.

Ia juga menyatakan bahwa pemerintah China terus membantah berbagai tuduhan tersebut.

David Matas Serukan Langkah Legislasi

Pengacara hak asasi manusia asal Kanada, David Matas, mendorong pemerintah Inggris memperkuat regulasi untuk mencegah keterlibatan dalam praktik yang diduga berkaitan dengan pengambilan organ secara paksa.

Di antara usulan yang disampaikan adalah:

  • Melarang individu yang diduga terlibat dalam praktik tersebut memasuki Inggris.
  • Menolak perlindungan asuransi bagi warga yang melakukan transplantasi organ di China apabila terdapat kekhawatiran mengenai asal-usul organ.
  • Memperkuat kerja sama internasional dalam penegakan hak asasi manusia.

Seruan kepada Pemerintah Inggris

Sejumlah pembicara menilai pergantian pemerintahan di Inggris dapat menjadi momentum untuk meninjau kembali kebijakan terhadap China, khususnya terkait isu hak asasi manusia.

Mereka juga mengajak pemerintah Inggris untuk mempelajari perkembangan legislasi di negara lain, termasuk Amerika Serikat, yang telah mengesahkan sejumlah kebijakan terkait dugaan pengambilan organ secara paksa.

Temuan China Tribunal

Forum tersebut juga menyinggung hasil penyelidikan China Tribunal yang dipublikasikan pada 2019.

Tribunal independen tersebut menyimpulkan bahwa pengambilan organ secara paksa telah terjadi di China dan menyatakan bahwa praktisi Falun Gong merupakan kelompok yang disebut sebagai sumber utama organ dalam temuan tribunal tersebut.

Selain itu, laporan dan sejumlah penelitian lain juga mengemukakan dugaan bahwa kelompok lain, termasuk warga Uyghurs, warga Tibet, dan sebagian umat Kristen, turut menjadi korban. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah China, yang menyatakan bahwa sistem transplantasi organnya telah direformasi dan seluruh organ berasal dari donor sukarela sesuai ketentuan hukum.


Kesimpulan

Forum di Parlemen Inggris kembali menyoroti dugaan pengambilan organ secara paksa di China dan mendorong adanya respons yang lebih kuat dari pemerintah Inggris melalui kebijakan dan legislasi. Isu ini masih menjadi perhatian sejumlah organisasi hak asasi manusia dan pakar internasional, sementara pemerintah China secara konsisten membantah tuduhan tersebut. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa isu transplantasi organ di China tetap menjadi salah satu topik yang diperdebatkan dalam forum internasasional.


#ParlemenInggris #China #HakAsasiManusia #PengambilanOrganPaksa #DavidMatas #EthanGutmann #ChinaTribunal #FalunGong #HAM #BeritaInternasional #Inggris #TransplantasiOrgan

0 comments