Perang Sanksi AS-Iran Memanas, Washington Bidik China untuk Menekan Teheran
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah pemerintahan Donald Trump bersiap memberlakukan sanksi ekonomi paling keras terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan langkah tersebut juga akan menyasar negara dan perusahaan yang terus membantu perekonomian Iran. China menjadi salah satu perhatian utama Washington karena disebut sebagai pembeli terbesar minyak Iran. Kebijakan ini berpotensi memperluas konflik ekonomi AS-Iran menjadi perseteruan baru antara Amerika Serikat dan China.
AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terkeras untuk Iran
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersiap meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran melalui paket sanksi baru yang disebut sebagai salah satu yang paling keras dalam sejarah.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis (20 Agustus) mengatakan bahwa rincian langkah tersebut akan diumumkan pada Senin berikutnya.
Sanksi tidak hanya diarahkan kepada Iran, tetapi juga negara dan perusahaan yang tetap melakukan transaksi bisnis dengan Teheran.
Bessent memperingatkan bahwa perusahaan atau negara yang terus membantu Iran harus siap menghadapi konsekuensi ekonomi dari pemerintah Amerika Serikat.
China Jadi Target Utama Washington
Dalam kebijakan baru tersebut, China menjadi salah satu negara yang paling mendapat perhatian Washington.
China selama bertahun-tahun menjadi pembeli utama minyak Iran. Menurut laporan yang dikutip dalam berita tersebut, China membeli sekitar 90 persen ekspor minyak Iran dan memberikan pemasukan puluhan miliar dolar setiap tahun kepada Teheran.
Pemerintah AS menilai pendapatan tersebut tidak hanya menopang perekonomian Iran, tetapi juga dapat membantu membiayai kemampuan militer dan keamanan negara tersebut.
Karena itu, Washington meminta Beijing ikut mendukung kebijakan Amerika untuk menekan sumber pendapatan Iran.
Namun, pemerintah China menolak tuntutan tersebut dan menyatakan bahwa sanksi bukan solusi untuk menyelesaikan persoalan.
AS Ingin Memutus Sumber Pendapatan Iran
Kalangan analis ekonomi dan kebijakan luar negeri menilai salah satu cara paling efektif untuk menekan Iran adalah memutus sumber pemasukan dari ekspor minyak.
CEO Martin Capital Rod Martin mengatakan bahwa pengaruh terbesar berada pada negara-negara yang terus memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.
Menurutnya, China merupakan salah satu pihak yang memiliki peran terbesar dalam menopang perekonomian Iran melalui pembelian minyak.
Jika China terus membeli minyak Iran, dampak sanksi Amerika terhadap Teheran berpotensi menjadi lebih terbatas.
Karena itu, dunia kini menantikan apakah pemerintahan Trump akan mengambil langkah lebih jauh dengan menargetkan perusahaan China, lembaga keuangan, maupun jaringan perdagangan yang terkait dengan ekspor minyak Iran.
Trump Klaim Iran Sudah Kehabisan Uang
Presiden Donald Trump juga kembali menyoroti kondisi ekonomi Iran.
Trump mengatakan Iran saat ini menghadapi tekanan ekonomi dan militer yang sangat berat. Menurutnya, Teheran sangat menginginkan kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Trump bahkan mengatakan Iran sudah kehabisan uang dan kesulitan membayar tentara serta polisi. Ia juga menyebut tingkat inflasi Iran mencapai 350 persen.
Namun, Trump menilai Iran belum siap menerima kesepakatan yang dianggap Amerika Serikat sebagai kesepakatan yang benar dan sesuai.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Washington masih menggunakan tekanan ekonomi dan militer sebagai alat untuk mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.
Selat Hormuz Menjadi Titik Strategis
Selain perang ekonomi, Selat Hormuz juga menjadi salah satu pusat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Trump mengatakan Amerika Serikat memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz dan wilayah di sekitarnya.
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa hingga 21 Agustus, militer AS telah meminta 68 kapal komersial untuk mengubah rute.
Tiga kapal disebut kehilangan kemampuan beroperasi, sementara dua kapal lainnya telah diperiksa melalui operasi naik ke kapal.
Washington menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kapal-kapal terkait mematuhi langkah-langkah blokade.
Selat Hormuz Sangat Penting bagi Pasokan Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.
Sebagian besar minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia melewati jalur tersebut sebelum dikirim ke berbagai negara.
Karena itu, gangguan serius terhadap pelayaran di Selat Hormuz dapat berdampak langsung terhadap pasokan minyak dunia, harga energi dan stabilitas ekonomi global.
Jika ketegangan AS-Iran kembali meningkat dan mengganggu jalur pelayaran, pasar energi dunia berpotensi mengalami tekanan baru.
Iran Izinkan Sebagian Kapal Tanker Irak Melintas
Di tengah meningkatnya ketegangan, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah memberikan izin kepada sebagian kapal tanker minyak Irak untuk melewati Selat Hormuz.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa lalu lintas kapal di kawasan tersebut masih memiliki tingkat fleksibilitas tertentu meskipun tekanan militer dan ekonomi terus meningkat.
Namun, kondisi tersebut masih sangat bergantung pada perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran serta kebijakan masing-masing pihak di kawasan Teluk.
Sanksi Iran Bisa Memicu Konflik Ekonomi AS-China
Kebijakan baru Washington berpotensi membawa konflik AS-Iran ke tingkat yang lebih luas.
Jika Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan China yang membeli minyak Iran, konflik ekonomi tersebut dapat berkembang menjadi persoalan baru dalam hubungan AS-China.
China sendiri kemungkinan akan menghadapi dilema antara mempertahankan hubungan energi dengan Iran dan menghindari sanksi sekunder dari Amerika Serikat.
Situasi tersebut dapat memberikan dampak terhadap perdagangan minyak, sistem keuangan internasional serta hubungan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kesimpulan
Perang sanksi Amerika Serikat dan Iran kini berpotensi berubah menjadi pertarungan ekonomi yang lebih luas dengan melibatkan China.
Pemerintahan Trump berupaya memutus sumber pemasukan Iran dengan menargetkan ekspor minyak dan pihak-pihak yang membantu Teheran. China menjadi salah satu fokus utama karena perannya sebagai pembeli utama minyak Iran.
Ke depan, dua hal akan menjadi perhatian utama dunia, yaitu apakah Amerika Serikat benar-benar memberlakukan sanksi baru terhadap perusahaan dan institusi China yang berhubungan dengan Iran, serta apakah ketegangan di Selat Hormuz akan mengganggu distribusi energi global.
Jika kedua persoalan tersebut semakin memburuk, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Amerika Serikat, Iran dan China, tetapi juga dapat memengaruhi harga minyak, perdagangan internasional dan stabilitas ekonomi dunia.
#ASIran #AmerikaSerikat #DonaldTrump #Trump #Iran #China #Tiongkok #ChinaIran #SanksiIran #SanksiAS #PerangSanksi #ASChina #SelatHormuz #MinyakIran #MinyakDunia #EnergiDunia #TimurTengah #Geopolitik #EkonomiGlobal #BeritaDunia #BeritaInternasional #BeritaTerkini #SEO #SEONews

0 comments