Roket Bekas SpaceX Tabrak Bulan dengan Kecepatan 8.700 Km/Jam, NASA Rilis Citra Terbaru


Sebuah tahap kedua roket Falcon 9 milik SpaceX yang sudah tidak digunakan dilaporkan menabrak permukaan Bulan setelah mengembara di luar angkasa selama lebih dari satu tahun. NASA merilis citra terbaru yang memperlihatkan bekas tumbukan tersebut. Para ilmuwan menilai peristiwa ini menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari dampak tabrakan berkecepatan tinggi terhadap permukaan Bulan sekaligus kembali menyoroti persoalan sampah antariksa.


NASA merilis citra terbaru yang memperlihatkan bekas tumbukan tahap kedua roket Falcon 9 milik SpaceX di permukaan Bulan.

Roket bekas seberat sekitar 4 ton itu menghantam Bulan pada Rabu dini hari dengan kecepatan sekitar 8.700 kilometer per jam setelah mengorbit di luar angkasa selama lebih dari satu tahun.

Menurut NASA, peristiwa tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi, namun menjadi objek penelitian penting bagi para ilmuwan.

Tabrakan Terjadi di Dekat Kawah Einstein

NASA menyebut tahap kedua roket Falcon 9 menghantam wilayah di dekat Einstein crater.

Objek yang ukurannya diperkirakan menyerupai sebuah bus sekolah itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 12 meter dan berat sekitar 4.000 kilogram.

Berdasarkan perhitungan NASA, tumbukan tersebut kemungkinan membentuk kawah baru dengan ukuran sekitar:

  • Diameter: 18 meter
  • Kedalaman: 3,6 meter

Mengembara Selama Lebih dari Setahun

Tahap kedua roket tersebut diluncurkan pada Januari 2025 untuk mengirim dua wahana pendarat Bulan milik swasta.

Setelah menyelesaikan misinya, roket tidak lagi dapat dikendalikan dan perlahan keluar dari lintasan akibat pengaruh gravitasi serta aktivitas Matahari.

NASA sebelumnya telah memprediksi bahwa puing roket tersebut akhirnya akan bertabrakan dengan Bulan.

Teleskop Chile Deteksi Material Pascatabrakan

Meskipun momen tumbukan tidak berhasil direkam secara langsung, tim peneliti dari Boston University melaporkan bahwa sebuah teleskop di Chile mendeteksi semburan material logam yang menyebar ke ruang angkasa selama sekitar lima hingga sepuluh menit.

Para peneliti meyakini fenomena tersebut merupakan awan serpihan yang dihasilkan setelah tumbukan.

Ilmuwan: Kesempatan Langka untuk Penelitian

Ilmuwan Bulan NASA, Kelsey Young, mengatakan bahwa para peneliti sangat menantikan hasil analisis dari peristiwa tersebut.

Menurutnya, data dari tumbukan ini dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenai dampak benda berkecepatan tinggi terhadap permukaan Bulan sekaligus memperbaiki metode pelacakan objek-objek antariksa di masa depan.

Sampah Antariksa Kembali Jadi Sorotan

Peristiwa ini juga kembali memunculkan perhatian terhadap persoalan sampah antariksa yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah peluncuran wahana ke luar angkasa.

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan bahwa perkembangan teknologi roket yang dapat digunakan kembali diharapkan mampu mengurangi jumlah puing antariksa dan meminimalkan kejadian serupa di masa mendatang.


Kesimpulan

Tumbukan tahap kedua roket Falcon 9 milik SpaceX di permukaan Bulan menjadi peristiwa yang menarik perhatian komunitas ilmiah internasional. Selain memberikan kesempatan untuk mempelajari dampak tabrakan berkecepatan tinggi terhadap permukaan Bulan, insiden ini juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah antariksa seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi luar angkasa. NASA menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak menimbulkan risiko bagi Bumi.


#NASA #SpaceX #Falcon9 #Bulan #EksplorasiAntariksa #SampahAntariksa #KawahEinstein #RoketSpaceX #LuarAngkasa #Astronomi #BeritaSains #BeritaInternasional

0 comments