Beijing Tampilkan Komedi Penghargaan, Trump Tuntut Tanggung Jawab dan Akan Bertindak Keras

Zhong Nanshan dan kawan-kawan diberi penghargaan yang menuai kontroversi bahwa mengapa PKT tidak memberikan penghargaan bagi “whistleblower” yang telah meninggal dunia yakni Dokter Li Wenliang, karena bagi siapa pun yang mengungkapkan sisi gelap PKT, akan menjadi sasaran penganiayaannya.
Ketika seluruh dunia belum memahami virus ini, hingga kini berbagai negara masih meneliti vaksin yang efektif, mengapa pihak militer PKT telah bisa membuat vaksinnya satu bulan lebih setelah pandemi tersebut muncul (pada akhir Desember)? Bukankah ini menjelaskan bahwa PKT tahu betul asal-muasal dari virus tersebut, sehingga dapat menciptakan vaksin secara terfokus?

ZHOU XIAOHUI

Di saat pandemi seluruh dunia masih terus terjadi, jumlah korban terjangkit dan meninggal dunia masih terus bertambah, pada 8 September lalu Beijing mempertontonkan suatu drama komedi, di Great Hall of the People di Lapangan Tiananmen, PKT menggelar upacara penghargaan nasional melawan pandemi pneumonia Wuhan, dihadiri oleh seluruh petinggi PKT, Xi Jinping menyampaikan pidato, beberapa staf medis diberi medali penghargaan nasional dan gelar kehormatan negara, antara lain Profesor Zhong Nanshan diberi “Medali Republik”, lalu Zhang Boli, Zhang Dingyu, dan Chen Wei diberi gelar “pahlawan rakyat”.

Melihat definisi penilaian PKT terhadap “tokoh pahlawan teladan”, yang masuk kriteria PKT dipastikan bukan orang yang mengabdi pada rakyat, melainkan harus sepenuhnya tunduk terhadap PKT, terlepas dari pengabdian mereka bagi rakyat yang tampak secara penampilan. Kali ini empat orang tokoh yang diberi penghargaan oleh PKT ini tak diragukan adalah orang seperti ini.

Dalam pandemi kali ini, pakar penyakit respirologi Profesor Zhong Nanshan dituding sebagai corong penguat suara bagi penguasa PKT. Pada 20 Januari lalu tiga hari setelah ia secara terbuka mengatakan virus PKT (pneumonia Wuhan) “dipastikan menular antar manusia”, Wuhan mendadak menutup kota. Untuk membantu PKT berkelit dari tuntutan dunia, ia pernah secara terbuka menyatakan, virus Wuhan belum tentu berasal dari RRT. Ia juga mendukung promosi obat “Lianhua Qingwen”, kaya mendadak dari obat itu, belakangan terungkap ternyata obat tersebut adalah obat merek RRT yang dipasarkan secara “penempatan produk (atau product placement adalah teknik pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk mempromosikan produk secara tidak langsung/iklan terselubung melalui teknik non tradisional, biasanya melalui kemunculan di film, televisi atau media lain. Red.)”.

Mengenai pakar pengobatan tradisional Tiongkok yakni Zhang Boli yang juga anggota Chinese Academy of Engineering, pada saat pandemi sedang dalam kondisi parah pernah membantu PKT menyebarkan informasi, mengatakan “akhir bulan April selain Provinsi Hubei, menurut saya provinsi dan kota lain di seluruh negeri sudah boleh melepaskan masker dan kembali normal”. Sekarang bahkan sudah September, kenapa di banyak tempat masih dikendalikan ketat? Direktur Rumah Sakit Jinyintan Kota Wuhan yakni Zhang Dingyu, telah menutupi fakta jumlah pasien tertular dan meninggal dunia yang sebenarnya, dan penghargaan yang diperolehnya adalah hadiah dari PKT karena ia telah menutup mulut.

Melihat pula orang keempat yakni mayor jenderal PKT yang sengaja ditempatkan di urutan terakhir merangkap sebagai pakar kepala senjata biokimia di PLA Academy of Military Science yakni Chen Wei, diberi penghargaan ini juga sangat patut dicermati, karena setelah beredar kabar bahwa virus berasal dari Laboratorium Virologi P4 di Wuhan, Chen Wei diutus ke sana untuk menanganinya. Apakah sebenarnya yang ditakutkan oleh PKT?

Yang lebih mencurigakan adalah, sejak 26 Februari lalu Chen Wei membenarkan vaksin pneumonia telah mulai diproduksi, dia bahkan menerima telepon ucapan selamat dari Direktur PLA Academy of Military Science serta dari Komisaris Politik. Ketika seluruh dunia belum memahami virus ini, hingga kini berbagai negara masih meneliti vaksin yang efektif, mengapa pihak militer PKT telah bisa membuat vaksinnya satu bulan lebih setelah pandemi tersebut muncul (pada akhir Desember)? Bukankah ini menjelaskan bahwa PKT tahu betul asal muasal dari virus tersebut, sehingga dapat menciptakan vaksin secara terfokus? Jika jawabannya adalah virus berasal dari laboratorium virologi Wuhan, maka gamblang sudah semua penjelasannya.

Keempat orang yang mengabdikan diri bagi PKT itu apakah pahlawan rakyat, nurani mereka sendiri dan orang-orang yang memahami fakta tahu persis, dan sejarah akan membuat penilaian yang sebenarnya. Dengan ini maka sedikit pun tidak aneh, mengapa PKT tidak memberikan penghargaan bagi “whistleblower” tentang adanya pandemi ini yang telah meninggal dunia yakni Dokter Li Wenliang, karena bagi siapa pun yang mengungkap sisi gelap PKT, akan menjadi sasaran penganiayaan PKT.

Begitulah suatu drama komedi yang konyol, ditampilkan di hadapan seluruh dunia, tujuannya tentu saja untuk lagi-lagi menonjolkan “prestasi” PKT di hadapan rakyat Tiongkok, agar rakyat seluruh negeri berterima kasih pada PKT. Akan tetapi selain membohongi rakyat Tiongkok yang tidak memahami fakta, masihkah PKT dapat membohongi negara dan pemerintah negara lain? Dan sebaliknya, hanya akan membuat dunia merasakan PKT sedang berusaha melepaskan tanggung jawab atas tindakannya yang telah menutupi fakta pandemi dan menyebarkan virus tersebut ke seluruh dunia.

Dari pidato Xi juga sangat terasa hal ini. Dalam pidatonya, Xi sama sekali tidak menyinggung asal virus dan masalah tanggung jawab Beijing, sebaliknya mengulang kembali slogan propaganda PKT yang konon telah “bekerjasama dengan berbagai negara di dunia, bersama-sama mengatasi kesulitan, berkontribusi pikiran dan kekuatan bagi seluruh dunia untuk melawan pandemi”, “atas dasar keterbukaan, transparansi, dan rasa tanggung jawab, secara aktif menjalankan kewajiban internasional, di saat awal menyebarkan informasi terkait susunan genetik virus corona, di saat awal mengumumkan cara pengobatan dan penanggulangan” dan berbagai dusta lainnya. Masalahnya adalah, kebohongan sudah sejak lama terungkap, siapa yang masih percaya isi pidato itu?

Pemerintahan Trump yang menentang keras komunis sejak awal telah menuntut pertanggung-jawaban PKT. Tidak hanya Menlu Pompeo kembali menyatakan menuntut tanggung jawab PKT, politisi AS lainnya seperti penasihat perdagangan Gedung Putih juga menyatakan hal yang sama. Dan Presiden Trump juga selangkah demi selangkah terus menyampaikan rasa tidak puasnya terhadap Beijing.

Pada 30 April lalu di Gedung Putih, Presiden Trump untuk pertama kalinya menyatakan, pandemi ini (PKT menutupi pandemi) secara drastis telah mengubah pandangannya terhadap Xi Jinping.

Pada 18 Mei Trump berkata, “PKT harus bertanggung jawab atas hal yang telah mereka lakukan ini. Mereka telah melukai dunia dengan sangat-sangat serius. Mereka juga telah melukai Tiongkok. tapi mereka sudah teramat sangat melukai dunia. Ya, dan mereka harus bertanggung jawab.”

Pada 4 Juli, pada peringatan kemerdekaan Amerika, Trump menyatakan, PKT merahasiakan, membohongi, dan menutupi fakta terkait pandemi, telah menyebabkan virus menyebar di 189 negara di seluruh dunia, PKT harus bertanggung jawab penuh.

Pada 23 Agustus, sehari menjelang Konvensi Nasional Partai Republik, tim kampanye kemenangan Trump telah mengumumkan garis besar pemerintahan Trump pada masa jabatan kedua, sepuluh topik utama termasuk juga memusnahkan COVID-19 (virus PKT) sampai ke akar-akarnya. Trump secara jelas menyatakan pada jabatan kedua akan “menuntut PKT bertanggung jawab kepada seluruh dunia atas perbuatan menyebarkan virus”.

Pada 7 September, pada konferensi pers Trump kembali menegaskan, PKT membiarkan virus keluar dari negaranya, maka harus bertanggung jawab. Patut disoroti, Trump juga mengemukakan sejak awal PKT telah mengirimkan virus tersebut ke Amerika. Ia berkata, “Yang terpenting adalah, virus PKT telah dikirimkan kepada kita, juga virus lainnya. Selama beberapa tahun terakhir, kita juga mendapat banyak virus dari RRT, saya ingin tahu mengapa? Kita akan menuntut PKT untuk bertanggung jawab, PKT telah mengakibatkan virus menyebar di seluruh dunia.” Dua hari setelah itu, Presiden Trump untuk pertama kalinya menyebutkan “PKT melepaskan (release) benda yang tidak seharusnya mereka lepaskan”.

Yang membuat Trump dan politisi AS begitu yakin menuding PKT bersalah, adalah dikarenakan AS telah menguasai bukti-buktinya. Pada 30 Agustus lalu, Direktur Intelijen Nasional (DNI) yakni John Ratcliffe ketika diwawancarai oleh Fox News, dengan yakin mengatakan kasus penularan cluster pertama muncul di Wuhan, “Kami sangat yakin mengatakan virus ini berasal dari Wuhan, Tiongkok”. Virus diijinkan menyebar keluar dari Tiongkok, PKT telah menutupi fakta penularan antar manusia, dan hanya sepintas lalu menyebut fenomena penularan antar manusia, bahkan tidak menyetujui negara lain memberlakukan larangan bepergian. Ini adalah pengungkapan bukti secara terbuka, belum lagi bukti dalam jumlah besar yang belum diungkap yang diserahkan oleh ilmuwan DR Yan Limeng kepada AS setelah melarikan diri dari Hong Kong?

Setelah memiliki bukti yang cukup, langkah berikutnya pemerintah Trump pasti akan melakukan serangkaian tindakan menuntut pertanggung jawaban konkrit dari PKT. Melihat Trump menggunakan istilah ‘melepaskan’ (release), seluruh lapisan pemerintah AS telah memastikan virus itu sengaja diciptakan oleh PKT, dan tindakan perlawanan balasan yang keras juga akan segera ditempuh. Saat ini telah dibahas kemungkinan tindakan yang akan dilakukan antara lain mengijinkan korban menuntut pemerintah RRT dan menandatangani “UU Kekebalan Negara Asing” yang mungkin akan diloloskan oleh DPR, menuntut pemerintah PKT membayar hutang negara khusus sebesar USD 1,6 triliun (23,8 triliun rupiah) dan lain sebagainya. Tapi dengan cara apa pun itu, akan membuat Beijing merinding, membuat drama komedi pemberian penghargaan Beijing menjadi bahan tertawaan masyarakat dunia. (et/sud/sun)

0 comments