Pengacara Pribadi Trump, Giuliani Positif Virus Komunis Tiongkok (COVID-19)

 

Presiden AS Trump dan pengacara pribadi Rudy Giuliani . (Drew Angerer / Getty Images)


NTD News

Cuitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada tanggal 6 Desember 2020 tertulis, “Sejauh ini Giuliani mantan walikota terhebat dalam sejarah Kota New York, yang bekerja tanpa lelah untuk mengekspos pemilu paling korup yang pernah ada di Amerika Serikat, telah dinyatakan positif terkena virus Komunis Tiongkok.”

Trump berharap dia segera pulih. “Segera sembuh, Rudy, kita akan terus maju !!!” tulis Trump.

Giuliani me-retweet tweet Trump dan membalas dukungannya, “Terima kasih!”

Putra Giuliani, Andrew Giuliani, me-retweet tweet Trump dan berkata, “Ayah saya Giuliani sedang beristirahat dan dirawat dengan baik serta merasa baik. Terima kasih kepada semua teman yang peduli dengan kesehatannya.”

Baik Presiden Trump maupun putra Giuliani tidak memberikan informasi yang lebih rinci tentang diagnosis infeksi Giuliani dengan virus Komunis Tiongkok.

Reuters mengutip sumber yang mengatakan bahwa Giuliani berada di Rumah Sakit Universitas Georgetown di Washington, tetapi rumah sakit tidak memberikan konfirmasi.

Giuliani yang berusia 76 tahun menjabat sebagai walikota New York dari tahun 1994 hingga akhir 2001. Setelah serangan 9/11, ia dianugerahi “Walikota Amerika Serikat” untuk keterampilan kepemimpinannya yang luar biasa. Giuliani bergabung dengan pengacara pribadi Trump pada April 2018.

Setelah skandal penipuan terungkap dalam pemilu Amerika Serikat 2020, Giuliani menjadi pengacara utama yang mewakili tim kampanye Trump. Dia telah meluncurkan tuntutan hukum untuk mengungkap penipuan pemilu di banyak negara bagian penting termasuk Pennsylvania, Michigan, Georgia, dan Arizona.

Giuliani juga berpartisipasi dalam sidang kejujuran pemilihan parlemen untuk mengungkap kecurangan skala besar dari Partai Demokrat dan kubu Biden.

Sebelumnya pada 6 Desember, Giuliani diwawancarai oleh Fox Bussiness terkait gugatan pemilihan Trump di beberapa negara bagian. Dia menyebutkan video pengawasan yang diposting oleh State Farm di Fulton County, Georgia. Video tersebut menunjukkan petugas pemilu mengeluarkan sebuah kotak di bawah meja tertutup kain hitam setelah pemantau pemilu dan beberapa petugas pemilu pergi. Kotak itu berisi surat suara dan menghitung suara tanpa pengawasan.

Pengacara tim Trump mengatakan bahwa video itu adalah bukti kecurangan pemilu. Pejabat pemilu negara bagian berpendapat bahwa proses ini biasa terjadi, tetapi mereka tidak menjawab pertanyaan kunci yang diajukan oleh pengacara tim Trump di sidang Senat Georgia.

“Mereka telah menghitung suara rahasia sepanjang malam, tampaknya mereka diam-diam memalsukan suara,” kata Giuliani.

Video dan tuduhan lainnya yang terungkap selama persidangan menimbulkan kekhawatiran dan perhatian majelis negara bagian.

Sebelum pemilu Amerika Serikat, pada 2 Oktober, Trump, ibu negara, dan putra bungsu mereka Barron semuanya dinyatakan positif terkena virus Komunis Tiongkok. Trump menghabiskan tiga hari di pusat medis, pulih dengan cepat, dan mulai berkampanye.

Pada 20 November, putra Giuliani, Andrew, juga mengaku didiagnosis dengan virus Komunis Tiongkok. Pengakuan itu diunggah ke Twitter yang mengatakan, “Saya mengalami gejala ringan dan mengikuti pedoman, termasuk mengisolasi dan melacak kontak dekat.” (ET/hui/sun)

0 comments