Kremlin Klaim NATO Sudah Turut Berperang, Trump Desak Perketat Sanksi terhadap Rusia
Moskow/Kyiv – Ketegangan antara Rusia dan Barat semakin meningkat setelah Rusia dan Belarus menggelar latihan militer besar-besaran yang kini memasuki tahap akhir. Sejumlah persenjataan strategis, termasuk rudal hipersonik Zircon dan rudal balistik menengah Tree Nut yang dapat membawa hulu ledak nuklir, dipamerkan dalam latihan tersebut. Langkah ini memicu kewaspadaan tinggi NATO yang segera meluncurkan Operasi Eastern Sentry guna memperkuat pertahanan di sayap timurnya.
Rusia Pamer Kekuatan, NATO Tingkatkan Kesiagaan
Kementerian Pertahanan Rusia merilis rekaman uji coba rudal Zircon yang ditembakkan dari fregat Admiral Gorshkov di Laut Barents. Rudal tersebut mampu melesat 9 kali kecepatan suara dengan jangkauan hingga 1.000 km, dianggap sebagai senjata pemecah pertahanan NATO.
Selain itu, rudal balistik Tree Nut yang dapat dipasangi hulu ledak nuklir juga masuk dalam skenario latihan gabungan dengan Belarus. Negara-negara Eropa pun semakin waspada, apalagi setelah insiden drone Rusia sempat memasuki wilayah udara Polandia.
NATO melalui Operasi Eastern Sentry telah mengirim jet tempur Rafale Prancis untuk berpatroli di langit Polandia. Uni Eropa menegaskan sedang memantau latihan “Zapad 2025” (Barat 2025) dan meminta Rusia-Belarus mematuhi aturan transparansi militer internasional.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, bahkan menegaskan bahwa NATO kini secara de facto sudah terlibat dalam konflik:
“NATO memberikan dukungan langsung maupun tidak langsung kepada rezim Kyiv. Jadi kami dapat dengan yakin mengatakan, NATO sedang berperang dengan Rusia.”
Ukraina Serang Kilang Minyak Raksasa Rusia
Di medan perang, Ukraina melancarkan serangan drone hingga 800 km ke wilayah Rusia, menghantam kilang minyak Kirishi, salah satu yang terbesar dengan kapasitas produksi 17,7 juta ton minyak per tahun. Ledakan besar dan kobaran api terlihat jelas di malam hari.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan:
“Sanksi paling efektif adalah terhadap kilang minyak, pelabuhan, dan depot Rusia.”
Trump: Sanksi Harus Lebih Keras
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali menekan Uni Eropa untuk memperkuat sanksi terhadap Moskow.
“NATO harus bersatu. Eropa harus bersatu. Saya tidak ingin mereka terus membeli minyak Rusia. Sanksi yang ada tidak cukup keras. Saya siap menambah sanksi, tapi Eropa juga harus meningkatkan tekanan.”
Trump juga menyinggung kemungkinan mediasi Amerika Serikat dalam perundingan damai. Namun ia meragukan adanya pertemuan langsung antara Zelensky dan Putin karena permusuhan yang terlalu dalam:
“Kebencian mereka terlalu besar. Karena itu, Amerika harus terlibat penuh.”
#Rusia #NATO #Trump #SanksiRusia #PerangUkraina #Zircon #RudalNuklir #EasternSentry #Belarus #Zelensky

0 comments