Badai Salju Tak Hentikan Praktisi Falun Gong di New York Sebarkan Informasi


Di tengah badai salju yang melanda wilayah New York, para praktisi Falun Gong tetap bertahan di Flushing untuk membagikan informasi dan mengajak warga mundur dari organisasi Partai Komunis China (PKC). Aksi mereka menuai perhatian dan dukungan dari sebagian masyarakat.


Badai Salju Lumpuhkan Aktivitas, Titik Informasi Tetap Buka

Sejak malam tanggal 22 Februari, badai salju menerjang wilayah New York Raya. Kawasan Flushing di Queens—yang biasanya ramai oleh komunitas diaspora China—mendadak lengang. Banyak toko tutup dan jalanan sepi.

Namun, enam titik informasi yang dikelola relawan Global Service Center for Quitting the Chinese Communist Party tetap beroperasi seperti biasa.

Seorang relawan, Chen, mengatakan bahwa mereka harus memindahkan meja secara manual karena kendaraan terjebak salju tebal.

“Saljunya sangat tinggi, mobil tidak bisa bergerak. Kami terpaksa mengangkat meja satu per satu ke lokasi. Banyak orang yang lewat memuji keteguhan kami,” ujarnya.


Kampanye “Tiga Pengunduran Diri”

Para relawan mengajak warga untuk mundur dari tiga organisasi yang berafiliasi dengan PKC, yaitu Partai, Liga Pemuda, dan Pionir Muda—yang dikenal sebagai gerakan “tiga pengunduran diri”.

Menurut relawan Jin, propaganda satu arah yang berlangsung bertahun-tahun di China membuat banyak warga tidak mengetahui berbagai tuduhan pelanggaran HAM, termasuk dugaan pengambilan organ secara paksa terhadap tahanan hati nurani.

“Masyarakat hanya tahu soal donor organ. Tapi menurut kami, yang terjadi bukan dari donor sukarela,” katanya.

Sementara itu, seorang relawan lain, Jing, mengaku pernah dipenjara tujuh tahun di China karena menyebarkan materi terkait buku Nine Commentaries on the Communist Party, yang mengkritik Partai Komunis China.


Dukungan dari Aktivis HAM

Wakil Ketua wilayah New York dari Chinese Democratic Human Rights Alliance, Gong Kai, menyatakan bahwa para praktisi Falun Gong tetap menyuarakan nilai “Sejati, Baik, Sabar” sambil mengkritik pemerintah China.

Falun Gong—juga dikenal sebagai Falun Dafa—adalah latihan spiritual yang mulai ditindas pemerintah China sejak 1999.

Di media sosial X, beberapa pengguna menyatakan kekaguman mereka terhadap para relawan yang tetap bertahan di tengah dua gelombang badai salju besar di New York.


Klaim Jumlah Pengunduran Diri

Relawan menyebutkan bahwa hingga saat ini, lebih dari 450 juta orang di seluruh dunia telah menyatakan mundur dari organisasi yang berafiliasi dengan PKC melalui berbagai platform yang mereka kelola. Selain itu, petisi global untuk mengutuk PKC disebut telah mengumpulkan lebih dari lima juta tanda tangan.


Kesimpulan

Di tengah cuaca ekstrem dan suhu beku, para praktisi Falun Gong di New York tetap melanjutkan kegiatan kampanye mereka. Aksi tersebut mencerminkan komitmen komunitas ini dalam menyuarakan keyakinan dan pandangan politik mereka, sekaligus menunjukkan dinamika kebebasan berekspresi di ruang publik Amerika Serikat.


0 comments