Eks Agen Intelijen Tiongkok Bongkar Cara Mengenali Mata-Mata Beijing di Luar Negeri


Seorang mantan agen intelijen Tiongkok yang membelot mengungkap bagaimana cara mengidentifikasi mata-mata Partai Komunis Tiongkok (PKT) di luar negeri. Ia menyebut sistem intelijen negara otoriter memiliki kelemahan bawaan yang bisa menjadi petunjuk bagi para aktivis dan diaspora.


Mantan Agen PKT Membelot ke Australia

Seorang mantan agen Kementerian Keamanan Publik Tiongkok yang menggunakan nama samaran “Eric” membelot ke Australia pada 2023. Selama bertugas sebagai agen rahasia, ia ditugaskan memantau dan menyusup ke komunitas pembangkang Tiongkok di luar negeri.

Dalam wawancara eksklusif dengan The Epoch Times, Eric mengatakan bahwa mengidentifikasi seseorang sebagai agen Beijing di Amerika Utara bukanlah hal mudah, bahkan bagi badan intelijen profesional sekalipun.


Kelemahan Sistem Intelijen Negara Otoriter

Menurut Eric, sistem intelijen negara otoriter memiliki “cacat dan kelemahan bawaan” yang tidak bisa sepenuhnya diatasi para agen lapangan.

Salah satu indikatornya adalah ketidakmampuan mengambil keputusan secara mandiri.

Ia menjelaskan bahwa agen PKT sering kali harus meminta instruksi atasan sebelum mengambil keputusan penting. Akibatnya, mereka cenderung:

  • Memberikan jawaban samar
  • Menghindari komitmen tegas
  • Menunda keputusan dengan alasan tertentu

Selain itu, agen yang kurang terlatih bisa menunjukkan tanda-tanda gugup atau menghindari kontak langsung saat berbicara. Namun, mengenali pola ini memerlukan pengalaman dan intuisi.


Kanada Disebut Target Prioritas Beijing

Eric juga menyoroti bahwa Kanada merupakan salah satu target utama infiltrasi Beijing.

Menurutnya, beberapa faktor yang membuat Kanada rentan antara lain:

  • Kebijakan imigrasi yang relatif longgar
  • Kapasitas kontraintelijen yang dinilai lebih lemah dibanding Amerika Serikat
  • Status Kanada sebagai anggota Five Eyes, aliansi intelijen penting bersama AS, Inggris, Australia, dan Selandia Baru

Pakar isu Tiongkok, Charles Burton, sebelumnya menyebut bahwa jumlah diplomat Tiongkok di Kanada mencapai 176 orang.

Eric menambahkan bahwa bukan hanya pemerintah pusat, tetapi juga aparat keamanan tingkat provinsi di Tiongkok mengirim personel ke luar negeri. Jika termasuk individu yang bekerja sama secara informal, jumlah orang yang diduga bekerja untuk kepentingan Beijing di Kanada bisa mencapai lebih dari seribu orang.


AS Perkuat Aliansi Mineral Strategis

Dalam perkembangan terpisah, perusahaan investasi pertambangan AS, Cove Capital, memperoleh proyek mineral strategis bernilai miliaran dolar di Kazakhstan untuk mengembangkan salah satu tambang tungsten terbesar yang belum digarap.

Proyek tersebut mendapat dukungan awal hingga US$1,6 miliar dari dua lembaga pembiayaan pemerintah AS. Sebagai imbalannya, produksi mineral akan diprioritaskan untuk kebutuhan pemerintah dan sektor komersial Amerika.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi Washington memperkuat rantai pasokan mineral penting, terutama setelah Beijing membatasi ekspor logam tanah jarang.


Kesimpulan

Pengakuan mantan agen intelijen ini menyoroti kompleksitas infiltrasi Beijing di luar negeri serta tantangan dalam mendeteksi operasi spionase. Di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik dan persaingan sumber daya strategis, isu keamanan nasional dan pengaruh global Tiongkok menjadi perhatian utama negara-negara Barat.


#IntelijenTiongkok #SpionaseChina #InfiltrasiPKT #KeamananNasional #FiveEyes #Kanada #Geopolitik #MineralStrategis #BeritaInternasional

0 comments