Ratusan Praktisi Falun Dafa Semarakkan Hari Falun Dafa Sedunia di Bali
Denpasar, Bali — Ratusan praktisi Falun Dafa di Bali menggelar perayaan Hari Falun Dafa Sedunia ke-27 yang diperingati setiap 13 Mei, sekaligus memperingati 34 tahun diperkenalkannya Falun Dafa kepada publik dunia dan merayakan ulang tahun pencipta Falun Dafa, Master Li Hongzhi.
Kegiatan berlangsung pada Minggu, 10 Mei, di kawasan Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Renon Denpasar, bertepatan dengan kegiatan car free day yang ramai dikunjungi masyarakat.
Perayaan berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, mulai dari latihan bersama berskala besar, penampilan Tian Guo Marching Band, hingga pertunjukan genderang pinggang yang menarik perhatian para pengunjung.
Salah satu pengunjung, Erwin dan Vita, mengaku tertarik menyaksikan pertunjukan budaya yang ditampilkan dalam acara tersebut.
“Kita melihat ini adalah parada drum band dan musik daripada komunitas atau perkumpulan Falun Dafa yang kita tahu kalau dalam sejarahnya di China itu adalah satu kelompok komunitas yang makin lama makin berkembang. Kami tertarik akan budaya kesenian maupun tradisional China, makanya kami tertarik melihatnya. Selamat dan selalu maju,” ujar mereka.
Falun Dafa, yang juga dikenal sebagai Falun Gong, merupakan latihan kultivasi jiwa dan raga dari aliran Buddha yang diperkenalkan oleh Master Li Hongzhi. Latihan ini berlandaskan prinsip universal Sejati, Baik, dan Sabar.
Perwakilan Himpunan Falun Dafa Bali, Wayan Gelgel, mengatakan Falun Dafa telah berkembang luas di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Bali.
“Falun Dafa adalah suatu metode kultivasi untuk meningkatkan kesehatan jiwa dan raga, dan saat ini sudah 34 tahun penyebaran Falun Dafa ke seluruh dunia, termasuk Indonesia dan Bali. Di Bali, kira-kira sejak tahun 2001 sampai sekarang dan banyak orang yang tertarik dan ikut berlatih. Falun Dafa bebas dilatih oleh setiap orang, jadi siapa saja tidak memandang umur, jabatan, dan profesi,” katanya.
Suasana damai dan harmonis tampak sepanjang acara. Musik yang dimainkan marching band berpadu dengan gerakan latihan para praktisi, menciptakan suasana yang menarik di tengah aktivitas warga yang berolahraga dan berwisata pagi.
Sejumlah praktisi juga membagikan pengalaman mereka setelah berlatih Falun Dafa. Mereka mengaku memperoleh manfaat kesehatan maupun ketenangan batin melalui latihan meditasi tersebut.
Nengah Suginda, praktisi asal Klungkung, mengaku pernah didiagnosis menderita usus buntu dan disarankan menjalani operasi. Namun ia mengaku kondisinya membaik setelah mulai belajar Falun Dafa.
“Saya dinyatakan harus operasi usus buntu segera. Namun setelah saya dicek lagi, saya dinyatakan tidak apa-apa dan dipersilakan pulang. Itulah yang saya dapatkan setelah belajar Falun Dafa,” ujarnya.
Sementara itu, Wayan Sudiasa dari Denpasar mengaku mulai berlatih Falun Dafa sejak tahun 2009 setelah lama mengalami sakit kuning keturunan.
“Saya mendapat informasi dari teman, berlatih Falun Dafa bisa menyehatkan dan gratis. Setelah mengikuti latihan ini, saya mendapatkan kesehatan saya kembali,” katanya.
Pengalaman serupa juga dibagikan Nyoman Sudanti, praktisi asal Karangasem.
“Pada tahun 2025 saya jatuh dari pohon lontar setinggi delapan meter. Selama sepuluh hari saya sudah bisa mulai berjalan,” ungkapnya.
Praktisi muda Andara Trista Adhyarani, 12 tahun, mengatakan dirinya kini lebih sehat dan lebih fokus sejak berlatih Falun Dafa.
“Dulu waktu kecil sering kena tifus setiap tahun. Setelah ikut berlatih Falun Dafa jadi makin jarang sakit. Jadi lebih tenang dan lebih mudah fokus,” tuturnya.
Selain latihan meditasi dan pertunjukan budaya, praktisi cilik berkostum bidadari juga membagikan materi informasi dan souvenir kepada masyarakat yang hadir.
Sejumlah pengunjung car free day turut menyampaikan ucapan selamat Hari Falun Dafa Sedunia kepada para praktisi.
“Selamat Hari Falun Dafa Sedunia. Semoga semakin dikenal, semakin menginspirasi, dan berguna untuk semua generasi,” ujar Dwi, Devi, dan Ferisa.
Ucapan serupa juga disampaikan Kartini dan Reni.
“Saya ucapkan selamat ulang tahun untuk Falun Dafa yang ada di Bali ini dan di seluruh dunia. Semoga semakin menjadi inspirasi buat semua masyarakat di seluruh dunia,” kata mereka.
Menariknya, seorang praktisi asal Rusia yang tengah berlibur di Bali juga turut hadir dalam perayaan tersebut.
“Nama saya Yuri. Saya berada di Bali, hari ini adalah perayaan Hari Ulang Tahun Guru. Saya berterima kasih kepada masyarakat Bali dan Guru atas hari yang indah ini. Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao,” ujarnya.
Kegiatan ini menarik perhatian banyak pengunjung yang berhenti untuk menyaksikan pertunjukan, mengambil foto, hingga menerima informasi mengenai latihan meditasi Falun Dafa.
#513 #HariFalunDafa #FalunDafa #Bali #Denpasar #FalunGong #SejatiBaikSabar #WorldFalunDafaDay #TianGuoMarchingBand #BajraSandhi #CarFreeDayBali
0 comments