Puluhan Router Buatan China Diduga Memiliki Backdoor, Terhubung ke Domain di China Setiap 35 Detik


Peneliti keamanan siber menemukan dugaan celah keamanan pada lebih dari 20 model router buatan China yang beredar secara global. Perangkat yang diproduksi perusahaan elektronik asal Shenzhen, Zbtlink, disebut memiliki program backdoor bernama “Endlessdoors” yang dapat memungkinkan akses jarak jauh. Peneliti memperkirakan lebih dari 100.000 perangkat di seluruh dunia berpotensi terdampak.

Router Zbtlink Diduga Dilengkapi Backdoor

Perusahaan keamanan siber Amerika Serikat, VulnCheck, baru-baru ini mengungkap hasil penelitian terhadap lebih dari 20 model router yang diproduksi oleh Zbtlink, perusahaan elektronik yang berbasis di Shenzhen, China.

Menurut penelitian tersebut, sejumlah perangkat diduga telah memiliki program yang disebut “Endlessdoors”. Program tersebut berpotensi memberikan akses jarak jauh kepada pihak yang tidak berwenang.

Jika celah tersebut berhasil dieksploitasi, penyerang bukan hanya dapat mengambil alih router, tetapi juga berpotensi menjadikan perangkat tersebut sebagai pintu masuk untuk menyerang perangkat lain yang berada dalam jaringan yang sama.

Router Disebut Terhubung ke Domain di China

Salah satu temuan yang menjadi perhatian peneliti adalah perilaku koneksi perangkat.

Menurut VulnCheck, router-router yang diteliti secara otomatis melakukan koneksi ke sebuah domain yang terdaftar di China dengan interval sekitar 35 detik.

Peneliti memperingatkan bahwa apabila jalur komunikasi tersebut berhasil dikendalikan oleh pihak berbahaya, router berpotensi digunakan sebagai titik awal untuk melakukan serangan lebih luas terhadap jaringan.

Namun, keberadaan koneksi otomatis tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa perangkat digunakan untuk melakukan spionase atau mengirimkan data pengguna kepada pemerintah China. Hal tersebut membutuhkan bukti teknis dan investigasi lebih lanjut.

Lebih dari 100.000 Perangkat Berpotensi Terdampak

VulnCheck memperkirakan jumlah perangkat yang berpotensi terdampak dapat mencapai lebih dari 100.000 unit di berbagai negara.

Risiko tersebut menjadi lebih serius karena router biasanya berfungsi sebagai pintu gerbang utama bagi berbagai perangkat dalam sebuah jaringan, mulai dari komputer, kamera keamanan, perangkat Internet of Things (IoT), hingga server.

Pengguna rumah tangga maupun usaha kecil juga dapat menjadi sasaran apabila perangkat mereka menggunakan firmware yang memiliki kerentanan tersebut dan belum mendapatkan pembaruan keamanan.

Pakar Peringatkan Risiko bagi Jaringan Sensitif

Chief Technology Officer VulnCheck, Jacob Baines, memperingatkan bahwa penggunaan perangkat yang memiliki kerentanan semacam itu di lingkungan sensitif dapat menimbulkan risiko besar.

Misalnya, apabila router digunakan di laboratorium universitas, fasilitas penelitian, atau jaringan organisasi penting, eksploitasi terhadap perangkat tersebut berpotensi membuka akses menuju sistem lain yang terhubung.

Karena itu, para pengelola jaringan perlu melakukan pemeriksaan firmware, memperbarui perangkat, menonaktifkan layanan yang tidak diperlukan, serta memisahkan jaringan perangkat yang berisiko dari sistem penting.

AS Perketat Pengawasan Perangkat Telekomunikasi China

Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir memang memperketat pengawasan terhadap perangkat telekomunikasi dan jaringan yang diproduksi perusahaan China.

Perusahaan seperti Huawei dan ZTE telah menghadapi berbagai pembatasan di Amerika Serikat atas dasar kekhawatiran keamanan nasional.

Pemerintah AS juga meningkatkan pengawasan terhadap perangkat jaringan yang diproduksi di China, termasuk router konsumen dan perangkat yang digunakan dalam infrastruktur komunikasi.

Langkah tersebut mencerminkan kekhawatiran Washington bahwa perangkat jaringan yang memiliki kerentanan keamanan dapat dimanfaatkan untuk serangan siber atau operasi pengumpulan informasi.

Kesimpulan

Temuan VulnCheck kembali menyoroti pentingnya keamanan perangkat jaringan yang digunakan masyarakat dan organisasi di seluruh dunia. Dugaan keberadaan backdoor pada sejumlah router Zbtlink menunjukkan bahwa kerentanan pada perangkat jaringan dapat menjadi pintu masuk bagi serangan yang lebih luas.

Meski demikian, dugaan adanya backdoor atau koneksi ke domain tertentu tidak secara otomatis membuktikan adanya operasi spionase oleh pemerintah China. Diperlukan investigasi teknis lebih lanjut untuk memastikan fungsi program tersebut, siapa yang mengendalikannya, serta apakah data pengguna benar-benar telah dikirim atau disalahgunakan.

Bagi pengguna, langkah paling penting adalah memastikan firmware router selalu diperbarui, mengganti kredensial bawaan, menonaktifkan layanan akses jarak jauh yang tidak diperlukan, dan mengganti perangkat apabila produsen tidak lagi menyediakan pembaruan keamanan.

--------------------------------
#KeamananSiber #CyberSecurity #Router #RouterChina #Zbtlink #VulnCheck #Endlessdoors #Backdoor #Hacking #SeranganSiber #KeamananJaringan #China #Teknologi #Internet #IoT #KeamananData #BeritaTeknologi #BeritaInternasional

0 comments