Truk Billboard Digital Datang ke Konsulat China di Toronto untuk Mencari Pelaku Penyerangan Praktisi Falun Gong

Sebuah truk papan reklame digital yang menayangkan rekaman penyerangan terhadap seorang praktisi Falun Gong kembali hadir pada 1 Oktober di depan Konsulat China di Toronto, sementara polisi masih menyelidiki insiden yang terjadi pada 22 September tersebut.

Sebuah truk billboard digital kembali mendatangi Konsulat China di Toronto, Kanada, dengan menampilkan rekaman penyerangan terhadap seorang praktisi Falun Gong. Aksi tersebut bertujuan membantu mengidentifikasi pria yang diduga menyerang praktisi Falun Gong pada 22 September 2026. Polisi Toronto masih menyelidiki insiden tersebut.

Truk Billboard Tampilkan Rekaman Penyerangan

TORONTO, Kanada — Sebuah truk billboard digital yang menampilkan rekaman penyerangan terhadap praktisi Falun Gong kembali berada di depan Konsulat China di Toronto pada 1 Oktober 2026. Kehadiran truk tersebut merupakan bagian dari aksi untuk meningkatkan perhatian publik terhadap insiden yang terjadi pada 22 September.

Truk tersebut dibawa oleh Rebel News dan menampilkan rekaman konfrontasi antara seorang pria dengan sejumlah praktisi Falun Gong. Salah satu pesan yang ditampilkan berbunyi, “Warga Kanada keturunan China memiliki hak yang sama seperti warga Kanada lainnya.”

Insiden yang menjadi sorotan terjadi ketika Lina Li, seorang warga wilayah Toronto dan praktisi Falun Gong, sedang berada di trotoar umum di luar konsulat bersama praktisi lainnya.

Mereka memasang spanduk yang menyerukan penghentian penganiayaan terhadap Falun Gong di China.


Polisi Toronto Selidiki Insiden

Menurut keterangan polisi Toronto, seorang pria yang belum diketahui identitasnya mendatangi para praktisi ketika mereka sedang mempersiapkan kegiatan meditasi. Pria tersebut diduga merusak papan dan spanduk, mengancam salah seorang praktisi, kemudian meninggalkan lokasi sebelum polisi tiba.

Rekaman video memperlihatkan pria tersebut menarik spanduk, mendorong Lina Li ketika berusaha menghentikannya, serta melakukan gerakan menendang ke arah Nora Geng yang sedang merekam kejadian.

Li mengatakan dirinya mengalami luka hingga mengeluarkan darah pada bagian dagu.

Pria tersebut terlihat mengenakan jaket dengan bendera China. Dalam video, ia juga terdengar mengucapkan ancaman dalam bahasa Mandarin dan mengklaim bahwa trotoar tempat kejadian merupakan “wilayah China”.

Dalam salah satu rekaman, pria tersebut terdengar mengancam Li dengan mengatakan bahwa ia akan menembaknya.

Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, polisi belum mengumumkan bahwa pria tersebut telah berhasil diidentifikasi atau didakwa.

Billboard Kembali Digelar untuk Menyoroti Kebebasan Beragama

Reporter Rebel News, Scarlett Grace, mengatakan organisasi media tersebut membawa truk billboard ke depan konsulat sebagai bagian dari aksi untuk menyoroti insiden tersebut.

Dalam pernyataannya kepada NTD, Grace menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan wilayah Kanada dan setiap orang memiliki hak untuk menjalankan agama atau keyakinannya.

Ia juga mengatakan bahwa sejumlah demonstran mengaku insiden tersebut bukan kejadian pertama yang mereka alami. Namun, menurut mereka, kejadian pada 22 September merupakan salah satu insiden yang berhasil direkam dan kemudian menjadi perhatian luas di media sosial.

Pada aksi berikutnya, billboard digital tersebut menampilkan pesan yang menuduh diplomat China melakukan aktivitas untuk memantau dan membungkam warga Kanada keturunan China yang mengkritik Beijing.

Pernyataan tersebut merupakan bagian dari pesan demonstrasi dan bukan merupakan kesimpulan resmi dari kepolisian Kanada.

Petisi Mendesak Pelaku Diproses Hukum

Aksi tersebut berlangsung bersamaan dengan petisi yang diluncurkan Rebel News. Petisi itu meminta Perdana Menteri Kanada Mark Carney agar mendorong proses hukum terhadap pria yang terekam dalam video.

Petisi tersebut juga meminta pemerintah Kanada mengambil tindakan terhadap diplomat yang terbukti terlibat serta menangani keberadaan apa yang disebut sebagai kantor polisi Partai Komunis China di Kanada.

Pada Kamis sore, halaman petisi tersebut mencatat lebih dari 700 tanda tangan dari target 10.000 tanda tangan.

Sementara itu, Rebel News melaporkan bahwa Konsulat Jenderal China di Toronto membantah adanya hubungan antara pihak konsulat dan pria yang terlihat dalam video tersebut.

Praktisi Falun Gong Minta Pemerintah Kanada Bertindak

Pada 28 September, praktisi Falun Gong dan pendukungnya juga menggelar aksi di depan gedung Global Affairs Canada di Ottawa.

Falun Dafa Association of Canada meminta Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mengecam insiden di Toronto dan membawanya dalam komunikasi dengan pemerintah China.

Organisasi tersebut juga meminta klarifikasi mengenai kemungkinan keterlibatan personel diplomatik China serta mendorong penyelidikan terhadap dugaan keterkaitan dengan pihak asing.

Selain itu, organisasi tersebut meminta pemerintah Kanada memperkuat perlindungan terhadap warga yang menghadapi intimidasi.

Public Safety Canada menyatakan bahwa pemerintah menganggap serius ancaman terhadap keselamatan dan keamanan warga Kanada. Sementara itu, kepolisian menyatakan tidak memberikan komentar publik mengenai penyelidikan yang sedang berlangsung.

Apa Itu Falun Gong?

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, merupakan sebuah latihan meditasi dan spiritual yang berlandaskan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar.

Praktik tersebut berkembang pesat di China pada 1990-an. Menurut The Epoch Times, jumlah praktisinya diperkirakan mencapai puluhan juta orang pada akhir dekade tersebut.

Sejak 1999, Partai Komunis China (PKC) melancarkan kampanye penindasan terhadap Falun Gong. Berbagai organisasi HAM dan kelompok Falun Gong telah melaporkan penahanan, kerja paksa, penyiksaan, dan bentuk-bentuk pelanggaran lainnya terhadap praktisi.

Kelompok Falun Gong juga menyatakan bahwa tekanan terhadap praktisi tidak hanya terjadi di China, tetapi juga meluas ke luar negeri dalam bentuk intimidasi dan dugaan penindasan lintas negara.

The Epoch Times mengutip data Falun Dafa Information Center yang mencatat lebih dari 600 kasus dugaan penindasan lintas negara selama periode 2020–2025.

Praktisi Falun Gong Terus Melakukan Aksi di Toronto

Para praktisi Falun Gong secara rutin menggelar aksi di depan Konsulat China di Toronto untuk menarik perhatian publik terhadap penganiayaan terhadap praktisi di China.

Insiden 22 September menjadi sorotan baru karena adanya rekaman video yang memperlihatkan konfrontasi secara langsung.

Kasus tersebut kini berada dalam penyelidikan kepolisian Toronto. Sampai laporan ini diterbitkan, belum ada informasi resmi bahwa pria yang terekam dalam video telah ditangkap atau didakwa.

Kesimpulan

Kehadiran truk billboard digital di depan Konsulat China di Toronto menambah perhatian publik terhadap insiden penyerangan terhadap praktisi Falun Gong pada 22 September 2026.

Rekaman video menjadi bagian penting dalam upaya mengidentifikasi orang yang terlibat, sementara polisi Toronto masih melakukan penyelidikan. Di sisi lain, komunitas Falun Gong meminta pemerintah Kanada menyelidiki apakah terdapat unsur intimidasi atau keterlibatan pihak asing dalam insiden tersebut.

Kasus ini juga kembali menyoroti persoalan yang lebih luas mengenai kebebasan beragama, hak berkumpul secara damai, serta dugaan penindasan lintas negara terhadap praktisi Falun Gong di Kanada.

#FalunGong #FalunDafa #Toronto #Kanada #China #PKC #PartaiKomunisChina #KebebasanBeragama #HakAsasiManusia #HAM #PenindasanFalunGong #KonsulatChina #TorontoCanada #FalunDafaCanada #HumanRights #FreedomOfReligion #TransnationalRepression #GlobalNews

0 comments