Gejolak Tak Terduga Selama 4 Tahun Trump di Gedung Putih

 

Masa jabatan Presiden AS Donald Trump yang pertama akan segera berakhir, berapa banyak hal yang tak terpikirkan dan tak terduga telah terjadi? Terlalu banyak! Foto: Presiden Trump saat menghadiri acara pertemuan bersama urusan pertahanan di Walter Reed National Military Medical Center.

Pada tahun-tahun pemerintahan Trump, dipenuhi dengan kejutan dan keheranan, banyak sekali hal-hal yang tak terduga dan tak terpikirkan telah terjadi.
DR XIE TIAN

Pilpres AS 2020 telah memasuki sprint tahap akhir. Masyarakat dunia telah melihat banyak “kejutan Oktober”, suka-duka, berkumpul-berpisah, semuanya ada. Trump menghadapi serangan menggila dari golongan sayap kiri, media massa arus utama, dan media sosial bersatu, menyerangnya dengan kekuatan penuh. Dalamnya rawa-rawa Gedung Putih tak terlihat hingga ke dasarnya, membuat masyarakat dunia terkejut hampir setiap harinya. Seluruh dunia seolah tersedot ke dalam pusaran angin tornado pemilu AS, dan antusias untuk terlibat dan menyaksikan momen yang krusial dalam sejarah manusia ini!

Di internet dan media acap kali ada orang-orang Kanada, Tiongkok, Taiwan, dan orang Hong Kong serta negara lain yang bertanya dengan penuh kecemasan, bagaimana mereka bisa ikut “berpartisipasi”, bagaimana dapat memberikan bantuannya. Samar-samar mereka merasakan, Trump terpilih lagi atau tidak, akan berkaitan erat dengan nasib negaranya sendiri dan seluruh umat manusia walaupun berjarak ribuan mil jauhnya.

Di tengah panasnya api kampanye yang menggila, tenangkan hati, mengamati manusia dunia, akan didapati bahwa ini adalah momen terbaik untuk diam di tengah keonaran dan mengamati kehidupan manusia. Dunia ibarat papan catur, menyaksikan pertunjukan tanpa terlibat di dalamnya, maka akan dapat melihat keseluruhan situasi, menghela nafas melihat ulah manusia. Menilik kembali empat tahun masa jabatan Trump, ada yang menilai dia beruntung sehingga terpilih, ada pula yang menilai terpilihnya Trump adalah keniscayaan takdir. Tapi apapun pandangannya, kini Trump semakin dicintai oleh semakin banyak orang Amerika. Masyarakat mengusung seorang politisi yang berani berbicara, berani berbuat, berani bertindak, memiliki tanggung jawab, dan mewujudkan janjinya, serta bukan hanya sekedar politikus yang licik. Tentu, orang yang membencinya juga sangat banyak, orang-orang itu sepertinya semakin putus asa, juga semakin menggila. Orang yang menyukainya, akan terharu dengan segala tindakannya; dan orang yang membencinya, juga akan menggila dengan segala tindakannya. Tapi seharusnya semua orang bersepakat, pada tahun-tahun pemerintahan Trump, dipenuhi dengan kejutan dan keheranan, banyak sekali hal-hal yang tak terduga dan tak terpikirkan telah terjadi. Banyak hal yang tak terpikirkan oleh warga AS, bahkan musuh AS seperti Partai Komunis Tiongkok (PKT) pun tidak menduganya.

Hal pertama yang tak terduga adalah, diawali sejak Trump mengumumkan dirinya akan mencalonkan diri sebagai presiden. Waktu itu, semua ksatria dan pahlawan di Partai Republik, seakan ikut serta dalam ajang “duel silat”. Sebanyak 16 kandidat, semuanya tokoh kelas berat yang bereputasi tinggi, mulai dari senator federal yang sudah senior, gubernur dari negara bagian yang besar, direktur perusahaan kaliber dunia, pemimpin spiritual, pemimpin industri, semua kalangan ada. Melulu gubernur saja ada 9 orang. Tapi Trump terus melaju, setelah melalui hujan dan badai, secara mencengangkan ia berhasil menerobos keluar dari terpaan ombak ganas itu. Kemenangan Trump, hingga kini masih tidak bisa diterima oleh para tokoh utama kekuatan sayap kiri dari Partai Demokrat.

Hal kedua yang tak terduga adalah, setelah Trump menjabat, langsung terjebak dalam kepungan dari berbagai penjuru dan krisis yang mengancam. Di dalam kabinetnya, mulai dari menteri luar negeri, menteri pertahanan, kepala staf Gedung Putih, jaksa agung sampai direktur FBI, tidak bisa diketahui isi hatinya, bahaya mengancam dari segala penjuru. Dua tahun kemudian, barulah Trump dapat membentuk tim inti yang sejalan dengannya, yang bisa dipercaya untuk menghadapi lawan dari dalam maupun luar negeri. Musuhnya di dalam dan luar negeri tentunya tidak bersikap kendur, mulai dari skandal Russia, skandal Ukraina, laporan Mueller, hingga kasus pemakzulan yang konyol, sepanjang jalan Trump terus menebas halangan dan rintangan, berhasil membuka jalan baru, disaksikan oleh mata masyarakat seluruh dunia, ia berhasil melalui semua itu.

Hal ketiga yang tak terduga adalah, kondisi ekonomi AS yang sesuai harapan. Secara teori, mengurangi pajak untuk menyedot dana investasi berbalik kembali ke dalam negeri, menurunkan suku bunga untuk menstimulus likuiditas, kebijakan untuk mengembalikan industri ke dalam negeri, semua itu bukanlah kebijakan yang baru. Tapi di tangan Trump, hal itu semua justru menciptakan keberhasilan perekonomian AS yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, lapangan kerja bagi berbagai suku bangsa pun yang terbaik sepanjang sejarah. Bahkan Wall Street yang sangat membencinya pun mau tidak mau mengakui kekayaan yang diciptakannya secara ajaib, bursa saham terus meroket menciptakan rekor terbaru. Ekonomi AS sebelum dilanda pandemi PKT, telah membangun pondasi ekonomi yang kembali menguat.

Hal keempat yang tak terduga adalah, Trump mampu secara ajaib mengubah musuh menjadi teman, ia berhasil memenangkan simpati Partai Republik dan kaum konservatif, menjadi senjata pamungkas bagi anggota kongres dari Partai Republik dan para kandidatnya, serta menjadi senjata ampuh untuk menggalang dana.

Dia berhasil memenangkan hati mayoritas para tokoh pendiri, menaklukkan hati para sesepuh Partai Republik, tokoh berkaliber berat, dan mendapat dukungan dari Ketua Komisi Hukum Senator AS yakni Lindsey Graham dan sebagainya. Perlu diketahui, dalam kampanye 2016, keduanya masih saling beradu mulut dan berkompetisi!

Hal kelima yang tak terduga adalah, Trump dan kabinetnya mulai dari wakil presiden sampai menteri luar negeri sampai duta HAM, adalah orang-orang yang benar-benar ingin mengembalikan tradisi kebebasan beragama di Amerika, kembali ke impian masyarakat yang melarikan diri dari penindasan agama dengan kapal Inggris Mayflower di abad pertengahan, berbicara demi orang-orang yang sungguh-sungguh memiliki agama kepercayaan yang mengalami penindasan, benar-benar menyoroti masalah HAM. Trump menerima para perwakilan agama yang ditindas di Gedung Putih, seperti praktisi Falun Gong, warga Xinjiang, umat Kristen bawah tanah dan tokoh agama negara lain, hal ini mengguncang Langit dan Bumi, membuat aura Dewa dan Para Buddha melindungi Gedung Putih.

Hal keenam yang tak terduga adalah, Trump adalah seorang presiden yang menepati janjinya, ini mungkin kali pertama dalam sejarah Amerika. Apa yang dikatakannya pasti akan dilakukannya, memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem, tanpa mengalami krisis baru di Timur Tengah seperti yang “diramalkan” oleh semua mantan pejabat diplomatik lainnya, tapi sebaliknya justru membawa terobosan baru hubungan diplomatik Israel dengan Arab, membuat munculnya cahaya perdamaian baru di Timur Tengah. Trump kembali mengaktifkan potensi Jepang, membuat Jepang segera bangkit kembali dalam kekuatan miliiter untuk menghadapi ancaman PKT, membuat kekuatan negara demokrasi India mampu menghadang ekspansi otokratis PKT, membuat rudal AGM114-R9X Hellfi re memenggal kepala pemimpin kejahatan, mengguncang seluruh diktator, juga telah mengubah keseluruhan kondisi peperangan dunia.

Hal ketujuh yang tak terduga adalah, ketika virus PKT (pneumonia Wuhan) menyusup ke dalam Gedung Putih. Trump sekeluarga terjangkit virus itu, seluruh Amerika berduka, seluruh dunia prihatin. Doa dari ribuan gereja di Amerika telah menggugah langit dan bumi. Orang-orang yang berhati licik dan para musuh AS dan dunia bebas bersorak dalam hati, berharap iblis wabah itu membelenggu sang presiden di ranjang pasien, dan tidak bangkit lagi mengikuti pilpres, bahkan menyerahkan kekuasaannya. Tapi yang membuat musuhnya putus asa adalah, tiga hari kemudian Trump telah bangkit lagi dan pulih dengan cepat, seluruh keluarganya lolos dari maut, timnya pun kembali bersemangat, kecepatan pemulihannya sungguh mengejutkan!

Hal kedelapan yang tak terduga adalah, bagaimana Trump telah membuat rezim PKT yang jahat itu terpojok. Pada 2017 dunia melihat, kabinet Trump belum begitu memahami PKT, belum mengenalnya, sifat kebajikan orang Amerika itu masih tidak begitu memahami tindakan aneh dan penipuan para petinggi PKT itu. Hingga setelah pandemi melanda dan virus menyusup ke Gedung Putih, seluruh anggota kabinet akhirnya mengenali sosok PKT sesungguhnya, mulai bersikap keras terhadap PKT, mulai mengepung PKT dari segala arah. Media milik PKT di luar negeri diperiksa, alat propagandanya dilumpuhkan, perwakilan PKT ditangkap. Gedung Putih menyadari makna penting dari para media cetak independen seperti The Epoch Times dan lainnya, mereka pun dapat membedakan antara PKT dengan Tiongkok, memisahkan antara rakyat Tiongkok dengan elit penguasa PKT, dan pedang pun mulai dihunuskan terhadap partai komunis Tiongkok! Melihat kondisi sekarang, PKT sudah tidak memiliki jalan keluar. AS pun mulai menuntut pertanggung-jawaban dan konsekuensi ekonomi PKT mulai dari perang dagang, perang ekonomi, perang teknologi, perang HAM, perang diplomatik, dan persiapan perang laut di barat Pasifik, ditambah lagi kasus rekam komputer baru-baru ini. Pertunjukan seru meruntuhkan perekonomian PKT akan segera ditayangkan.

Hal kesembilan yang tak terduga adalah, dalam pilpres kali ini. bisa dikatakan, makna penting dari pilpres kali ini tidak pernah ada dalam sejarah AS sebelumnya, karena pilpres kali ini secara langsung sangat menentukan kelangsungan hidup negara, serta nasib dan masa depan negara. Pilpres 2020 adalah sebilah cermin penakluk iblis, adalah perang kebaikan melawan kejahatan, sebuah batu penguji dalam duel antara kedua kekuatan. Dan kampanye Trump untuk terpilih kembali, telah memaksa banyak orang di AS bahkan di seluruh dunia untuk keluar, masyarakat mengambil posisi dan menentukan sikapnya; di antara kebenaran dan kejahatan, tidak boleh ada kepalsuan. Masyarakat juga telah menyadari, dalam perang yang tak berasap ini, jika Amerika tidak mampu membinasakan Marxisme, komunisme, dan sosialisme yang jahat itu, maka Partai Komunis Tiongkok dan kaum sosialis Amerika akan menelan, dan menghancurkan seluruh Amerika, yang kemudian akan menghancurkan seluruh umat manusia.

Setelah gejolak 2020 ini berlalu, apakah akan ada semakin banyak kejutan dan hal tak terduga lagi? Seharusnya memang demikian. (et/sud/sun)

0 comments