Bukan Pertempuran Istana, Tapi Pertarungan Antara Kebaikan dan Kejahatan!

 

Sebelum pemilihan umum, NetEase (perusahaan teknologi Internet Tiongkok) memposting artikel yang berjudul "Pemilu AS 2020: Bukan drama pertempuran istana, tetapi pertempuran nilai, pertempuran terakhir antara kebenaran dan kejahatan", dalam artikel mengkritik tajam tentang “berita palsu” media arus utama Amerika yang merajalela dan serangkaian kebijakan Partai Demokrat tentang legalitas mariyuana, toilet bersama laki-laki dan perempuan, homoseksualitas, aborsi dan lain sebagainya.


Penulis percaya: "Insiden 'Hard Drive' dari calon presiden Demokrat Biden adalah kasus korupsi terbesar sejak berdirinya Amerika Serikat, bercampur dengan skandal seks, narkoba dan banyak pejabat tinggi yang terlibat dalam korupsi”. Dalam insiden “Hard Drive” pecundang yang terbesar kecuali Biden sendiri, adalah media tradisional-------Hampir tidak ada media arus utama yang dapat menunjukkan keadilan yang paling mendasar.

Partai Demokrat sayap kiri menganut satu set logika Partai Komunis yakni hegemoni brandal Partai Komunis: Kebohongan semakin keterlaluan, semakin mudah untuk menjadi kebenaran. Mereka yang memenangkan media memenangkan dunia; Mereka yang memilih tidak dihitung, mereka yang menghitung suara memiliki keputusan akhir. Kemerosotan kolektif media arus utama AS ke arah kiri dan bahkan sosialisme telah menodai (sangat menghantam) kepercayaan agama, etika keluarga, dan moral sosial masyarakat (terutama generasi muda).

”Munculnya Presiden sipil Trump mewakili kembalinya nilai-nilai tradisional Amerika." Mereka menganjurkan pernikahan tradisional, keluarga dan etika. Mereka menganjurkan kerja keras dan swasembada, dan mereka malu menerima tunjangan pemerintah; Mereka membedakan benar dan salah dengan jelas, berpendapat bahwa melanggar hukum ya melanggar hukum, tidak seharusnya ada area abu-abu.

Artikel tersebut secara blak-blakan menyatakan bahwa dalam pemilu AS 2020, “bukan lagi ‘drama pertempuran istana’ yang tidak masuk akal, melainkan adalah perang nilai-nilai yang suci, pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, titik balik dalam keberuntungan nasional, lebih-lebih berkaitan dengan nasib dunia di masa depan!” Artikel tersebut dipuji oleh 5.000 netizen, meskipun teks lengkapnya segera dihapus oleh PKT, namun masih beredar di akun resmi WeChat.

Buku "The Devil is Ruling Our World" dengan tegas menunjukkan: "Dalam hal moralitas, sosialisme di negara-negara Barat menggunakan 'anti-diskriminasi', 'anti-kebencian', 'nilai netralitas', dan 'kebenaran politik' sebagai alasan, menghapus penilaian moral yang sama saja dengan meniadakan moralitas itu sendiri. Oleh karena itu sebabnya kita melihat segala macam anti Tuhan, kata-kata dan perbuatan yang menghujat Tuhan, perilaku seksual yang menyimpang, seni sulap gaib, industri porno, perjudian, obat-obatan terlindungi oleh hukum, 'dilegalkan', dan 'dinormalisasi'kan. Ini merupakan diskriminasi terbalik terhadap kelompok yang percaya pada Tuhan, kelompok yang berakhlak mulia dan pada akhirnya kelompok ini akan terpinggirkan dan berangsur-angsur disingkirkan.

Pada 12 November, Lincoln Wood, seorang pengacara hak asasi manusia terkenal di profesi hukum Amerika, men-tweet 6 tweet berturut-turut, menunjukkan bahwa Amerika Serikat sekarang berada di tengah-tengah perang antara kebaikan dan kejahatan dengan PKT (Partai Komunis Tiongkok), dan berharap lebih banyak orang Amerika dapat dengan jelas mengenali musuh sebenarnya adalah Partai Komunis Tiongkok.

Pengacara Linwood mengatakan bahwa dalam 20 tahun terakhir, Partai Komunis Tiongkok telah melakukan penyusupan ke Amerika Serikat, dan banyak pejabat pemerintah dan politisi dari negara bagian dan negara telah dirusak oleh uang dari Tiongkok, atau telah menjadi sasaran pemerasan dari Partai Komunis Tiongkok. Selain itu ada beberapa orang yang murni percaya dengan komunisme.

Selain itu, ideologi sosialisme dan komunisme tidak hanya disebarkan oleh Hollywood, tetapi juga menyebar melalui sistem pendidikan, tanpa disadari ditanamkan pada generasi muda.

Pengacara Linwood menyebutkan, "Aturan dasar perang adalah menentukan musuh. Negara kita sedang berperang dengan komunis Tiongkok. Ini adalah perang antara keadilan dan kejahatan." Dia percaya bahwa PKT menggunakan virus corona baru (virus PKT) untuk menyerang Amerika Serikat dan membuat virus corona baru menjadi alasan untuk mengontrol cara hidup orang Amerika. PKT juga menggunakan sistem pemungutan suara Dominion untuk mengontrol pemilihan Amerika. Presiden Trump menyatakan bahwa mesin pemungutan suara Dominion menghapus 2,7 juta suara Trump secara nasional dan mengubah suara Trump menjadi Biden dalam skala besar di negara bagian yang masih belum pasti pro siapa.

Pengacara Linwood percaya bahwa selama beberapa dekade, komunisme selalu mengikis Amerika Serikat dengan diam-diam, memasuki sekolah, film, televisi dan internet, mempengaruhi pejabat pemerintah dan politisi, orang Komunis membual bahwa mereka akan menduduki Amerika Serikat tanpa satu tembakan pun. Hanya rakyat Amerika yang bisa menghentikannya.

Dia menyerukan rakyat Amerika untuk sadar, jangan dimanipulasi, kenali dengan jelas musuh sebenarnya, berpikir untuk diri sendiri, dan berperang demi kebebasan.

0 comments