Banjir Besar Landa Tiongkok: Hujan Deras dan Bendungan Meluap Sebabkan Bencana di Berbagai Provinsi

 


Tanggal 21–22 Juli 2025, wilayah selatan hingga utara Tiongkok dilanda banjir besar akibat hujan deras disertai pelimpasan air dari sejumlah bendungan. Provinsi seperti Guangdong, Shandong, Liaoning, serta beberapa daerah lainnya terdampak parah, dengan kerugian besar di sejumlah desa dan kota kecil.

Dampak Topan Wipha: Guangdong, Fujian, dan Yunnan Terendam

Akibat pengaruh Topan Wipha, hujan deras mengguyur wilayah selatan Tiongkok termasuk Guangdong, Fujian, dan Yunnan. Ditambah dengan pelepasan air dari bendungan, banjir pun tak terhindarkan.

Di wilayah Chaozhou-Shantou (Chaoshang), Guangdong, kecamatan Chendian, yang dikenal sebagai “kota pakaian dalam Tiongkok”, terendam banjir sejak siang 22 Juli hingga dini hari 23 Juli. Air tak kunjung surut, membuat warga tak bisa tidur semalaman.

"Tahun ini sudah dua kali kebanjiran. Kali ini ketinggian air mencapai 70–80 cm. Sekitar pukul 11 siang air mulai naik, dan pukul 4–5 sore sudah masuk ke rumah," ungkap Tuan Xie, warga Desa Liuxi, Chendian. "Mobil-mobil banyak terendam, di Jalan Xihuan saja ada sekitar 20 mobil—BMW, Mercedes, dan lainnya. Kami takut bendungan jebol, kalau itu terjadi, bisa sangat berbahaya."

Shandong: Hujan Lebat hingga 364 mm, Rumah Rusak dan Korban Jiwa

Pemerintah Distrik Laiwu, Kota Jinan, melaporkan curah hujan mencapai 364 mm antara pukul 00.00 hingga 05.00 tanggal 22 Juli. Desa Shiwuzi dan Desa Zhujia, di Kecamatan Dawangzhuang, terkena banjir bandang yang merusak atau menghancurkan 19 rumah. Dilaporkan 2 orang meninggal dan 10 lainnya hilang. Jaringan listrik, komunikasi, dan akses jalan ke lokasi juga terganggu.

"Hujannya deras sekali di Laiwu, disertai petir dan guntur. Tiga bendungan di hulu meluapkan air. Sungai meluap ke jalan, rumah kemasukan lumpur," jelas Tuan Qi, warga Laiwu.

Kota Zibo Diterjang Banjir Terparah dalam Sejarah

Di Zibo, Shandong, hujan deras selama berhari-hari dan petir mengakibatkan Sungai Zi meluap. Pada 22 Juli, Kecamatan Chishang mencatat curah hujan harian hingga 359,6 mm, memecahkan rekor sejarah. Beberapa jembatan hancur akibat banjir, dan kecamatan Yuanquan terpaksa menutup jalan dan jembatan karena volume air yang ekstrem.

"Di Mazhuang, Yuanquan, air terus naik. Di Chishang lebih parah. Bendungan Taihe menampung air sangat banyak. Kami semua khawatir," ujar Zhao, warga Mazhuang.

Liaoning Juga Terdampak: Infrastruktur Rusak di Benxi dan Dandong

Di provinsi Liaoning, wilayah Huanren (Benxi) dan Kuandian (Dandong) juga mengalami banjir akibat pelimpasan air bendungan pada 21 Juli. Beberapa jembatan dan jalan hancur. Di Qingshan Valley, air naik drastis meski hujan turun hanya sebentar.

"Sudah dua tahun berturut-turut banjir besar. Di kawasan wisata Manjiazai dan Zhouzhuang, kerusakannya parah. Jalan rusak, lumpur harus dibersihkan. Sungainya kecil, tapi banjirnya luar biasa. Lihat kondisi setelah banjir, hati rasanya sakit," kata Ny. Chen, warga Qingshan Valley.


#BanjirTiongkok #GuangdongBanjir #ShandongBanjir #TopanWipha #BeritaTiongkok #BendunganTiongkok #BanjirAsia #CurahHujanTinggi #Banjir2025 #BencanaAlamTiongkok

0 comments