Dialog Xi Jinping dan Putin Soal Transplantasi Organ Picu Kehebohan, WeChat Catat Lonjakan Pencarian

 


Beijing – Dunia internasional dikejutkan dengan percakapan yang terekam antara Xi Jinping dan Vladimir Putin pada parade militer 3 September di Beijing. Dalam siaran langsung CCTV, mikrofon menangkap pembicaraan keduanya mengenai transplantasi organ dan kemungkinan hidup hingga 150 tahun. Percakapan ini memicu kehebohan global serta kontroversi di dalam negeri Tiongkok.

Putin mengatakan: “Dengan perkembangan bioteknologi, organ manusia bisa terus ditransplantasikan, bahkan bisa semakin muda dan mencapai keabadian.”
Xi Jinping menambahkan: “Diperkirakan pada abad ini, manusia bisa hidup sampai 150 tahun.”

Lonjakan Pencarian di WeChat

Walau media sosial Tiongkok langsung menyensor isu ini, banyak warga tetap mengetahui kabar tersebut melalui VPN dan membawanya kembali ke dalam negeri. Dalam satu hari, pencarian kata kunci “150” di WeChat melonjak hingga 3,36 juta kali, meningkat 9.650,24% dibanding hari sebelumnya.

Seorang warga independen, Mr. Chen, menilai pernyataan itu mencerminkan ambisi politik penguasa:
“Di bawah sistem otoriter, setiap pejabat berusaha memperpanjang masa jabatannya, memperpanjang waktu untuk korupsi. Pemimpin tertinggi bahkan bermimpi hidup 150 tahun agar bisa selamanya berkuasa.”

Isu Lama: Dugaan Praktik Pengambilan Organ Paksa

Percakapan Xi-Putin dianggap membuka kembali isu gelap yang selama ini dituduhkan kepada rezim Tiongkok, yaitu praktik pengambilan organ secara paksa. Sejak 1999, korban pertama disebut berasal dari praktisi Falun Gong, kemudian meluas ke masyarakat umum.

Kasus hilangnya remaja di berbagai provinsi, termasuk kasus terkenal Hu Xinyu (15 tahun) di Jiangxi, memicu dugaan kuat bahwa hilangnya anak-anak terkait perdagangan organ. Data White Paper Populasi Hilang di China (2020) mencatat 1 juta orang hilang setiap tahun. Laporan lain menyebut sekitar 200 ribu anak hilang tiap tahun, dengan tingkat keberhasilan ditemukan hanya 0,1%.

Kritik dari Pakar dan Aktivis

Penulis kolom Wang He mengatakan, percakapan yang bocor itu ibarat “takdir yang membongkar kejahatan tersembunyi Tiongkok ke mata dunia”.

Ketua organisasi World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong, Wang Zhiyuan, juga menegaskan bahwa rezim Tiongkok telah membangun industri gelap transplantasi organ paksa, yang digunakan untuk memperpanjang usia pejabat tinggi dan kaum elit.

Mr. Chen menambahkan:
“Para diktator ini hanya tahu mempertahankan kekuasaan, menumpuk kekayaan, bahkan bermimpi hidup 150 tahun. Sementara rakyat biasa semakin menderita, hidup sulit, dan masyarakat makin terbelah.”

Reaksi Publik

Topik ini menimbulkan gelombang kemarahan dan keresahan publik, karena menyangkut rasa aman masyarakat. Banyak orang tua khawatir anak-anak mereka bisa menjadi korban perdagangan organ. Di saat rakyat kesulitan hidup, pernyataan Xi Jinping dan Putin dianggap tidak peka serta semakin memperlebar jurang antara penguasa dan rakyat.


#XiJinping #Putin #TransplantasiOrgan #BeritaChina #BeritaInternasional #WeChat #ParadeBeijing #HakAsasiManusia #IsuTiongkok #FalunGong #OrganHarvesting

0 comments