Terungkap Fakta 4.25: Jiang Zemin Diduga Perintahkan Penindasan Berdarah Secara Rahasia


Pengungkapan terbaru dari sumber internal China menyebutkan bahwa peristiwa 25 April 1999 (4.25)—aksi damai puluhan ribu praktisi Falun Gong di Beijing—nyaris berakhir dengan pembantaian massal. Mantan pemimpin Partai Komunis China (PKC), Jiang Zemin, diduga telah secara ilegal menetapkan Falun Gong sebagai ancaman dan menginstruksikan pengerahan militer bersenjata, meski aksi tersebut berlangsung damai dan tertib.


Aksi Damai Terbesar dalam Sejarah Modern China

Pada 25 April 1999, lebih dari 10.000 praktisi Falun Gong secara damai mendatangi kawasan Zhongnanhai di Beijing untuk menyampaikan permohonan keadilan. Aksi ini dikenal luas sebagai peristiwa pembelaan hak sipil terbesar dan paling rasional dalam sejarah modern China.

Para peserta berdiri tertib, tanpa spanduk, tanpa slogan, dan tanpa kekerasan—sebuah pemandangan yang kala itu mengejutkan dunia internasional.


Fakta Baru: Perintah Rahasia Pengerahan Militer

Menurut bocoran dari narasumber internal PKC yang disampaikan kepada Minghui.org, ketenangan di permukaan hari itu menutupi situasi yang sangat berbahaya di balik layar.

Seorang pejabat tinggi PKC mengungkapkan bahwa Jiang Zemin secara diam-diam memerintahkan pengerahan pasukan militer, yang:

  • Mengenakan seragam polisi
  • Mengisi amunisi ke senjata
  • Bersiap menunggu perintah untuk bertindak

Situasi ini disebut nyaris mengulang tragedi berdarah Tiananmen 1989 (6.4).


Peran Pejabat Pusat Menghindari Tragedi

Sumber yang sama menyebutkan bahwa sejumlah pemimpin pusat PKC saat itu keras menentang penggunaan kekerasan. Mereka mendorong dialog dengan perwakilan Falun Gong.

Akhirnya, setelah negosiasi damai dan tercapainya kesepahaman, para praktisi Falun Gong membubarkan diri secara tertib. Bahkan, mereka membersihkan sampah di lokasi sebelum pergi—sebuah tindakan yang kemudian mendapat pujian luas dari masyarakat internasional.


Dari Damai ke Penindasan Nasional

Meski peristiwa 4.25 berakhir tanpa kekerasan, Jiang Zemin tetap melancarkan penindasan besar-besaran pada Juli 1999.

Sejak itu, Falun Gong menghadapi:

  • Penangkapan massal
  • Penyiksaan sistematis
  • Penahanan sewenang-wenang
  • Tuduhan serius pengambilan organ secara paksa dari praktisi hidup

Berbagai lembaga internasional dan pakar HAM menyebutnya sebagai kejahatan kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di planet ini.


Penindasan Berlanjut dan Kian Terinstitusionalisasi

Laporan menyebutkan bahwa penindasan ini tidak dihentikan oleh para pemimpin PKC berikutnya, melainkan:

  • Menjadi semakin tersembunyi
  • Lebih sistematis dan terlembaga
  • Menembus batas paling dasar dari nurani dan moral manusia

Meski demikian, semakin banyak orang dalam sistem PKC kini berani bersuara dan mengungkap kebenaran yang selama puluhan tahun ditutup rapat.


Kesimpulan

Pengungkapan terbaru tentang peristiwa 4.25 menunjukkan bahwa aksi damai yang dikenang dunia sebagai simbol rasionalitas dan kedamaian, nyaris berubah menjadi tragedi kemanusiaan akibat keputusan sepihak Jiang Zemin. Fakta ini memperkuat seruan global untuk mengusut tuntas kejahatan HAM di China serta menegaskan pentingnya transparansi, keadilan, dan pertanggungjawaban internasional.


#425FalunGong #JiangZemin #PKC #HakAsasiManusia #FalunGong #SejarahChina #KejahatanKemanusiaan #PenindasanChina #BeritaGlobal #HAMChina

0 comments