Pasukan Ber-APD Tiongkok Menjarah Barang Warga dengan Dalih Melakukan Desinfektan

Kondisi rumah yang mengalami penjarahan oleh pasukan berpakaian APD Tiongkok yang melakukan penyemprotan cairan desinfektan ke rumah-rumah warga. (foto Internet)


Intensitas “Gerakan Pemberantasan Virus” secara besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok belakangan ini semakin ditingkatkan. Dengan dalih untuk melakukan desinfektan ke rumah-rumah warga, personil tim berpakaian APD (alat pelindung diri) bisa memaksa masuk ke rumah warga. Banyak barang kebutuhan rumah tangga dan uang dalam rumah warga yang dikarantina dijarah oleh mereka. Banyak keluarga sehat juga menjumpai situasi yang sama.

JING ZHONGMING

Beberapa video online menunjukkan bahwa objek yang ikut diberantas oleh personil ber-APD yang masuk ke dalam rumah warga termasuk pakaian, selimut dan makanan dalam lemari es, banyak makanan dibuang setelah disemprot cairan desinfektan.

Salah satu video dari lokasi yang tidak diketahui menunjukkan bahwa satu keluarga yang baru kembali ke rumah setelah menjalani karantina di rumah sakit penampungan darurat, menemukan bahwa pakaian, tempat tidur, makanan dan uang kontan sekitar RMB. 6.000,- ludes dijarah orang. Pemilik yang mencoba untuk menghubungi pejabat komunitas dan properti, bahkan instansi yang bertanggung jawab atas penyemprotan desinfektan, tetapi mereka semua tidak ada yang berpeduli, sehingga yang bersangkutan terpaksa melapor polisi.

Ada juga video yang memperlihatkan seorang wanita yang baru kembali dari karantina mendapati rumahnya berantakan. Barang-barang rumah tangga berserakan di lantai. Beras, minyak, sepatu, dan banyak barang yang dibeli dengan uang semuanya hilang. Membuat pemiliknya kesal sampai menangis.

Ada juga gambar video yang direkam sendiri oleh personel pencegahan epidemi yang menunjukkan petugas ber-APD yang masuk ke rumah warga yang dikarantina, menyemprotkan cairan disinfektan di hampir semua barang-barang, termasuk makanan dalam lemari es kemudian dikeluarkan untuk dibuang.

Dalam video penyemprotan desinfektan dari rumah ke rumah lainnya, petugas ber-APD menyemprot cairan desinfektan ke atas kasur di tempat tidur dan sejumlah selimut warga yang kemudian dilempar ke lantai kamar.

Ada juga foto diposting di Internet yang menunjukkan bahwa warga yang baru pulang menjalani karantina di rumah sakit penampungan darurat mendapatkan rumahnya berantakan, karena personel ber-APD telah “mengobrak-abrik” seluruh isi dalam lemari es, makanan yang tersimpan dalam lemari es dikeluarkan dan dibuang di lantai, sehingga lantai menjadi kotor oleh darah yang keluar dari daging, bau tidak sedap dan banyak lalat dan belatung.
(foto Internat)

Unggahan berita lain di Internet menunjukkan bahwa sejumlah tempat kediaman dari warga sehat yang berada di beberapa jalan di Kota Shanghai bahkan digedor oleh petugas ber-APD yang mau melakukan penyemprotan, mereka memaksa untuk masuk ke dalam rumah lalu menyemprotkan cairan desinfektan ke meja kursi, semua lemari, lemari es, rak buku, dan tempat tidur.

Sejumlah netizen daratan Tiongkok mengecam keras tindakan ‘biadab’, ‘tidak masuk akal’, ‘perbuatan melanggar hukum’, ‘tidak berbeda dengan menggeledah rumah’ yang dilakukan oleh para personel ber-APD Tiongkok usai melihat video dan tulisan yang diposting oleh para korban.

Lockdown super ketat demi mensukseskan gerakan pemberantasan virus yang dicanangkan pemerintah pusat di Kota Shanghai telah menyebar sampai ke seluruh negeri. Sejumlah kalangan telah menjuluki tindakan tersebut sebagai ‘Revolusi Kebudayaan 2.0’.

Beberapa ahli luar negeri mengungkapkan bahwa tingkat absurditas dari gerakan pemberantasan virus komunis Tiongkok ini setara dengan ‘Kampanye (pembasmian) Empat Hama’ yang digagas oleh Mao Zedong pada tahun 1958.

‘Kampanye (pembasmian) Empat Hama’ adalah kampanye pertama dari periode ‘Lompatan Jauh ke Depan’ Partai Komunis Tiongkok. Pada awal kampanye, keempat hama yang didefinisikan adalah : tikus, burung gereja, lalat dan nyamuk. Pada tahun 1960, definisinya berubah menjadi : tikus, kutu busuk, lalat dan nyamuk. Kemudian kutu busuk digantikan lagi oleh kecoak. Pihak berwenang tidak lupa juga menetapkan tenggat waktu untuk sepenuhnya menghabisi keempat hama itu, tetapi semuanya berakhir dengan kegagalan. (ET/sin/sun)

0 comments