Rusia Gempur Ukraina, Banjir Bandang di Odessa Perparah Penderitaan Warga

 


Ukraina kembali menghadapi cobaan berat. Kota Kharkiv luluh lantak akibat serangan bom Rusia, sementara banjir bandang di Odessa menewaskan sembilan orang. Di tengah situasi darurat ini, Uni Eropa menggelar KTT di Kopenhagen, membahas “tembok drone” untuk pertahanan udara Eropa dan rencana penggunaan aset Rusia yang dibekukan guna mendukung Ukraina.


Serangan Bom Rusia Hancurkan Kharkiv

Kota Kharkiv di timur laut Ukraina kembali menjadi sasaran serangan Rusia pada Rabu dini hari. Sebuah bom berpemandu menghantam kawasan pusat perbelanjaan, memicu kebakaran besar yang menghancurkan deretan toko. Setidaknya enam orang dilaporkan terluka.

Seorang pemilik toko, Ruslan, menceritakan bagaimana usahanya habis terbakar:

“Lihat toko saya di sana, semuanya jadi abu. Semua kain habis terbakar, kami tidak bisa menyelamatkan apa pun.”

Odessa Dilanda Banjir Bandang, 9 Tewas

Sementara itu, di wilayah selatan Odessa, bencana alam menambah penderitaan. Hujan deras memicu banjir bandang yang melanda kota, menenggelamkan jalanan, memutus aliran listrik, dan menewaskan sembilan orang. Tragedi ini terjadi bersamaan dengan Hari Pembela Ukraina, di mana Presiden Volodymyr Zelensky menyampaikan penghormatan kepada para pejuang negaranya.

Zelensky menegaskan:

“Tanah ini bukanlah hadiah atau belas kasihan, ini adalah hasil perjuangan rakyat kita.”

Uni Eropa Bahas “Tembok Drone”

Di tengah eskalasi ancaman, para pemimpin Uni Eropa menggelar pertemuan informal di Kopenhagen, Denmark. Pertemuan ini menyoroti meningkatnya pelanggaran wilayah udara NATO oleh pesawat tak dikenal serta ancaman serangan drone Rusia.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan:

“Kita menghadapi tantangan keamanan terbesar sejak Perang Dunia II. Kita harus mampu mempertahankan diri.”

Salah satu fokus utama adalah pembangunan “tembok drone” berlapis untuk melindungi kawasan Eropa dari ancaman udara Rusia.

Dana untuk Ukraina dari Aset Rusia yang Dibekukan

Selain itu, Uni Eropa mengajukan proposal penggunaan aset Rusia yang dibekukan, senilai 1.400 miliar euro (sekitar 1.644 miliar dolar AS), untuk memberikan pinjaman kepada Ukraina. Ketua Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menekankan bahwa Rusia sebagai pelaku agresi harus bertanggung jawab membayar kerusakan.

Namun, Kremlin mengecam rencana tersebut, menyebutnya sebagai bentuk “pencurian” dan mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap negara-negara yang terlibat.

Dukungan Militer Eropa

Untuk memperkuat pertahanan, Ukraina telah mengirim personel militernya ke Denmark guna berbagi pengalaman melawan serangan drone Rusia. Sementara itu, sepuluh negara sekutu termasuk Prancis, Jerman, Swedia, Inggris, dan Finlandia, menyatakan dukungan berupa sistem anti-drone dan bantuan pengawasan udara.


Kesimpulan

Rakyat Ukraina kini menghadapi beban ganda: gempuran serangan militer Rusia dan bencana alam yang merenggut nyawa. Sementara itu, Uni Eropa tengah memperkuat pertahanan regional melalui inisiatif “tembok drone” serta berupaya menggalang dana dari aset Rusia yang dibekukan. Eskalasi terbaru ini menandakan bahwa perang dan dampaknya tidak hanya menghantam Ukraina, tetapi juga menimbulkan ketegangan geopolitik yang kian serius di Eropa.


#Ukraina #Rusia #Kharkiv #Odessa #BanjirBandang #PerangRusiaUkraina #UniEropa #TembokDrone #AsetRusia #VolodymyrZelensky #KeamananEropa

0 comments