Isu Kebocoran Rahasia Nuklir Zhang Youxia Diragukan, Analis: Narasi yang “Berbalik Arah” di Luar Negeri
Setelah pejabat tinggi militer China Zhang Youxia diumumkan “jatuh” dari jabatannya, muncul laporan media Barat yang menyebut ia diduga membocorkan rahasia nuklir ke Amerika Serikat. Namun pihak Kementerian Pertahanan China menolak menjawab pertanyaan terkait isu tersebut. Para analis menilai tuduhan itu justru memicu kecurigaan bahwa narasi tersebut merupakan “balon uji coba” yang gagal mendapat kepercayaan publik internasional.
Usai pengumuman resmi bahwa Wakil Ketua Komisi Militer Pusat China, Zhang Youxia, diperiksa karena dugaan pelanggaran serius, harian Amerika The Wall Street Journal mengutip sumber anonim yang menyebut Zhang ditangkap karena membocorkan rahasia senjata nuklir kepada AS.
Namun ketika ditanya wartawan mengenai kebenaran tuduhan tersebut, juru bicara Kementerian Pertahanan China memilih menghindari jawaban secara langsung, sesuatu yang dinilai tidak biasa.
Profesor Xie Tian dari University of South Carolina menilai tuduhan “kebocoran rahasia” itu kemungkinan bukan soal data teknis persenjataan.
Menurutnya, yang mungkin terjadi adalah Zhang menyampaikan penilaian strategis bahwa militer China tidak akan mampu memenangkan perang melawan Amerika Serikat.
“Jika itu diungkapkan kepada pihak Amerika, maka itu membuka kelemahan nyata militer China. Hal itu bisa membuat marah pimpinan tertinggi. Tapi bisa juga tuduhan ini sekadar dijadikan alasan untuk menjatuhkannya,” ujar Xie.
Komentator politik Tiongkok di luar negeri, Xing Tianxing, menilai proses penangkapan Zhang sendiri sudah menyimpang dari prosedur internal yang lazim.
Ia menduga isu kebocoran rahasia itu merupakan upaya “melempar wacana” ke luar negeri untuk menguji reaksi publik internasional dan membangun legitimasi atas penangkapan tersebut.
“Namun narasi itu justru berbalik arah. Bukan dipercaya, malah banyak pihak menilai ini hanya tuduhan yang direkayasa untuk memberi cap pengkhianat,” katanya.
Menariknya, meski sudah diumumkan diperiksa, hingga kini nama Zhang Youxia dan Liu Zhenli masih tercantum di berbagai situs resmi pemerintah China. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa proses politik di balik layar belum benar-benar selesai.
Xie Tian menilai peristiwa ini membuka ke permukaan konflik tajam di elite tertinggi Partai Komunis China.
“Sekarang semua orang tahu ada pertarungan hidup-mati di puncak kekuasaan. Ini bisa menyeret mereka ke konflik internal yang lebih keras lagi, bahkan meningkatkan kemungkinan keruntuhan sistem,” ujarnya.
Pengamat masalah China, Heng He, menyebut kasus ini sebagai peristiwa penanda penting.
Menurutnya, ketika kekuasaan makin terpusat pada satu orang tetapi kewibawaannya tidak sebanding, itu sering menjadi pertanda awal kemunduran rezim dalam sejarah.
“Semakin absolut kekuasaan seorang penguasa, biasanya semakin mendekati titik keruntuhan dinasti,” katanya.
Kesimpulan
Isu dugaan kebocoran rahasia nuklir oleh Zhang Youxia belum terkonfirmasi dan justru memicu lebih banyak keraguan daripada keyakinan. Sikap menghindar dari otoritas resmi serta perbedaan narasi yang beredar memperkuat dugaan adanya pergulatan politik internal yang sengit di lingkaran atas kekuasaan China. Bagi para analis, kontroversi ini bukan sekadar kasus disipliner, tetapi cerminan ketidakstabilan dan perebutan legitimasi di tubuh elite pemerintahan.
________________________________
0 comments