Utang Venezuela Menggunung, Anggota DPR AS Harap Rakyat Kembali Meraih Kebebasan dan Kemakmuran
Negara Kaya Minyak, Namun Terpuruk oleh Utang
Venezuela dikenal sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, namun kondisi ekonominya justru berada di ambang kehancuran. Pemerintah Venezuela saat ini menanggung utang publik yang hampir dua kali lipat dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurut perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF), PDB Venezuela pada tahun 2025 hanya sekitar 82,8 miliar dolar AS, sementara total utangnya mencapai 180 hingga 200 persen dari PDB.
Dukungan Kuat dari Anggota Kongres AS
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat dari Partai Republik, khususnya berlatar belakang Amerika Latin, menyatakan dukungan tegas terhadap langkah Presiden Trump dan militer AS terkait Venezuela.
Anggota DPR AS Maria Salazar menegaskan bahwa Presiden Trump memiliki visi jelas untuk masa depan Venezuela.
“Presiden Trump pagi ini dengan tegas menyatakan bahwa ia menginginkan Venezuela menjadi negara yang bebas, makmur, dan aman,” ujar Salazar.
Ia menambahkan bahwa Venezuela sebenarnya memiliki sumber daya yang cukup untuk bangkit, asalkan terbebas dari pengaruh asing yang berbahaya.
“Itu juga berarti tidak akan ada lagi Rusia, Partai Komunis China, Hizbullah, Iran, atau Hamas yang berusaha menyakiti anak-anak kita atau melancarkan serangan teror terhadap Amerika Serikat dari wilayah Venezuela,” tegasnya.
Peran Utang China dan Rusia
Dalam struktur utang Venezuela, porsi terbesar berasal dari kreditur komersial internasional, termasuk pemegang obligasi global, dana pasar negara berkembang, serta dana investasi khusus utang bermasalah (vulture funds).
Selain itu, Venezuela juga memiliki utang bilateral resmi, yang sebagian besar berasal dari pinjaman yang diberikan oleh China dan Rusia, dua negara yang selama ini menjadi pendukung utama rezim Maduro.
Harapan Pemulihan Demokrasi dan Kepulangan Diaspora
Anggota DPR AS lainnya, Mario DÃaz-Balart, menegaskan bahwa satu-satunya jalan keluar bagi Venezuela adalah pemulihan demokrasi dan kebebasan secara penuh.
“Masa depan sejati rakyat Venezuela terletak pada kembalinya demokrasi dan kebebasan. Berkat tindakan Presiden Trump dan militer AS, hari itu kini telah tiba,” katanya.
Sementara itu, anggota DPR Carlos Giménez berharap sekitar delapan juta warga Venezuela yang terpaksa mengungsi ke luar negeri akibat pemerintahan otoriter Maduro dapat kembali ke tanah air untuk ikut membangun kembali negara mereka.
“Mereka memiliki cadangan minyak terbesar di dunia dan kekayaan yang luar biasa. Yang mereka butuhkan adalah bantuan untuk memulihkan tata kelola pemerintahan yang efektif, agar Venezuela dapat kembali menjadi salah satu negara paling makmur di Amerika Selatan,” ujarnya.
Kesimpulan
Meski dikaruniai sumber daya alam yang melimpah, Venezuela justru terpuruk akibat krisis utang, salah urus ekonomi, dan pemerintahan otoriter. Dukungan dari anggota Kongres AS mencerminkan harapan internasional agar Venezuela dapat segera memulihkan demokrasi, melepaskan diri dari pengaruh asing, serta memanfaatkan kekayaannya untuk kesejahteraan rakyat. Masa depan negara tersebut kini dipandang berada di titik balik sejarah yang menentukan.

0 comments