Presiden Venezuela Nicolás Maduro Dilaporkan Ditangkap AS dalam Operasi Militer Rahasia
Laporan media menyebutkan Amerika Serikat melancarkan operasi gabungan berskala besar dengan melibatkan seluruh matra militer dan lebih dari 150 pesawat untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Operasi yang diklaim sangat rahasia ini disebut disetujui langsung oleh Presiden Donald Trump dan melibatkan koordinasi militer, intelijen, serta penegak hukum AS.
Operasi Gabungan Berskala Belum Pernah Terjadi
Menurut laporan tersebut, pada Sabtu dini hari (3/1), Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya dalam sebuah operasi gabungan yang sangat rahasia dan berskala besar. Operasi ini disebut-sebut disetujui langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan dipimpin oleh Departemen Pertahanan AS.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, untuk pertama kalinya memaparkan detail operasi kepada publik.
“Ini adalah operasi berani yang hanya bisa dilakukan oleh Amerika Serikat. Operasi ini menuntut tingkat presisi dan integrasi yang ekstrem di seluruh kekuatan gabungan kami. Bahkan kata ‘integrasi’ saja tidak cukup untuk menggambarkan kompleksitas misi ini,” ujar Jenderal Caine.
150 Pesawat dari 20 Pangkalan Dikerahkan
Jenderal Caine menjelaskan bahwa tanpa membocorkan taktik sensitif, operasi tersebut melibatkan seluruh matra militer AS, bekerja sangat erat dengan lembaga intelijen dan penegak hukum.
Selama operasi malam hari itu, pesawat-pesawat AS lepas landas dari 20 pangkalan berbeda di darat dan laut di Belahan Barat, dengan total lebih dari 150 pesawat di udara. Armada tersebut mencakup pembom, pesawat tempur, pesawat intelijen, pengintaian dan pengawasan, serta helikopter.
Pesawat tempur AS disebut melumpuhkan sistem pertahanan udara Venezuela, membuka jalur aman bagi helikopter untuk memasuki wilayah sasaran. F-22, F-35, F-18, pembom B-1, serta drone dilaporkan memberikan perlindungan penuh sepanjang operasi.
Penangkapan di Caracas dan Evakuasi Cepat
Operasi dimulai pada pukul 01.01 waktu Pantai Timur AS, ketika tim penangkap mencapai kediaman Maduro di pusat kota Caracas. Setelah misi selesai, pasukan AS melakukan penarikan diri dengan aman meski terjadi beberapa kontak tembak defensif.
Pada pukul 03.29, seluruh pasukan dilaporkan telah meninggalkan wilayah udara Venezuela.
“Pasukan berhasil dievakuasi dan kembali ke pangkalan laut. Pada pukul 03.29, pesawat telah meninggalkan wilayah tersebut dengan membawa pihak-pihak yang didakwa. Maduro dan istrinya kemudian dinaikkan ke kapal serbu amfibi AS USS Iwo Jima,” kata Jenderal Caine.
Persiapan Intelijen Berbulan-bulan
Sumber menyebutkan bahwa operasi ini dipersiapkan secara rahasia selama berbulan-bulan. Unit elite Delta Force bahkan dikabarkan membangun replika skala penuh kediaman Maduro untuk latihan.
CIA disebut telah menempatkan personel di Venezuela sejak Agustus tahun sebelumnya, serta mengembangkan jaringan intelijen kunci untuk memantau pergerakan Maduro secara real time.
Pengamat militer dan analis isu global Zhou Ziding menilai operasi ini sebagai hasil perencanaan jangka panjang dan koordinasi lintas lembaga.
“CIA, NSA, hingga badan geospasial AS terlibat. Operasi ini direncanakan lama, dilatih intensif, dan dieksekusi dengan sangat cepat. Dari penekanan pertahanan udara hingga infiltrasi helikopter, semuanya berjalan presisi. Ini benar-benar operasi yang bersih dan mengejutkan,” ujarnya.
Kesimpulan
Jika laporan ini akurat, operasi gabungan AS untuk menangkap Nicolás Maduro akan menjadi salah satu aksi militer-intelijen paling berani dan kompleks dalam sejarah modern. Namun, mengingat sensitivitas dan dampak geopolitik yang sangat besar, klaim ini masih memerlukan konfirmasi resmi dan independen dari berbagai pihak internasional.

0 comments