Konsulat China di Sydney Dituding Sebarkan Kebencian, Pakar Ungkap Alasan PKC Takut pada Shen Yun

Shen Yun—yang menghidupkan kembali budaya tradisional China yang berlandaskan nilai spiritual—secara langsung meruntuhkan klaim palsu PKC. Setiap tahun, hampir dua juta penonton di berbagai negara menyaksikan pertunjukan ini, dan Shen Yun mendapat apresiasi luas dari tokoh masyarakat, pemimpin politik, serta kalangan budaya internasional. (screenshot video)

Aksi unjuk rasa digelar di depan Konsulat China di Sydney setelah perwakilan diplomatik tersebut dituding menyebarkan propaganda kebencian terhadap Shen Yun dan Falun Gong. Para pakar menilai, langkah ini mencerminkan ketakutan Partai Komunis China (PKC) terhadap kebangkitan budaya tradisional Tiongkok yang diusung Shen Yun.

Aksi Protes di Depan Konsulat China Sydney


Pada Jumat (23 Januari), sejumlah praktisi Falun Gong di Sydney menggelar aksi damai di depan Konsulat China. Mereka memprotes pernyataan resmi konsulat yang menyerang Shen Yun dan Falun Gong, serta menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ekspor kebencian dan penindasan lintas negara ke Australia.

Jurnalis setempat melaporkan bahwa aksi ini bertujuan memperingatkan publik Australia tentang bahaya propaganda dan intimidasi yang dilakukan oleh rezim otoriter asing di negara demokratis.

Pernyataan Kontroversial Konsulat China

Pada 2 Januari, Konsulat China di Sydney mengeluarkan pernyataan terbuka yang menyerang Shen Yun dan Falun Gong, bahkan menyerukan agar masyarakat Australia tidak menonton pertunjukan Shen Yun.

Ketua Asosiasi Falun Dafa Australia, Dr. Zhao, menyatakan bahwa langkah tersebut telah melampaui batas dan menantang prinsip hukum, kebebasan, serta hak asasi manusia di Australia.

“Jika hari ini kita diam, besok akan ada lebih banyak korban. Semua warga Australia memiliki tanggung jawab untuk menghentikan propaganda kebencian dan ancaman semacam ini,” tegasnya.

Pakar: PKC Takut pada Kebenaran dan Budaya Tradisional

Pakar hukum asal Australia, Yuan Hongbing, yang hadir dalam aksi tersebut, menegaskan bahwa PKC sejatinya adalah kekuatan anti-China yang sesungguhnya.

Menurutnya, ketakutan PKC terhadap Shen Yun berakar pada upaya kelompok Falun Gong dalam mengungkap fakta, menyebarkan nilai-nilai kebenaran, serta membongkar kebohongan ideologis PKC.

“PKC mempertahankan kekuasaannya melalui kekerasan dan kebohongan. Kebohongan terbesar mereka adalah mengklaim mewakili kebangkitan budaya China, padahal yang mereka hidupkan adalah ideologi komunisme global,” jelas Yuan.

Ia menilai, Shen Yun—yang menghidupkan kembali budaya tradisional China yang berlandaskan nilai spiritual—secara langsung meruntuhkan klaim palsu PKC tersebut.

Tuduhan Penindasan Lintas Negara

Tekanan terhadap Falun Gong di Australia bukan kali pertama terjadi. Dua bulan sebelumnya, pemutaran film dokumenter State Organs di wilayah barat daya Sydney dilaporkan menerima ancaman bom dan penembakan secara anonim.

Kasus-kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran publik terhadap praktik penindasan lintas negara yang diduga dilakukan oleh PKC.

Aktivis HAM Bob Vinnicombe menegaskan bahwa tindakan semacam ini tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi.

Senator Australia: PKC Tak Mewakili Budaya China

Menanggapi situasi ini, Senator Federal Australia Ralph Babet menyatakan bahwa Australia adalah negara bebas yang tidak tunduk pada instruksi budaya dari rezim otoriter.

Ia menegaskan bahwa PKC tidak memiliki hak untuk mengklaim kepemilikan atas budaya China, apalagi mengekspor sensor dan intimidasi ke Australia.

Shen Yun Terus Berkembang Secara Global

Meski terus menghadapi gangguan dan tekanan dari PKC, Shen Yun justru berkembang pesat. Dalam 20 tahun terakhir, Shen Yun kini memiliki delapan kelompok pertunjukan yang berkeliling dunia secara bersamaan.

Setiap tahun, hampir dua juta penonton di berbagai negara menyaksikan pertunjukan ini, dan Shen Yun mendapat apresiasi luas dari tokoh masyarakat, pemimpin politik, serta kalangan budaya internasional.

Kesimpulan

Aksi protes di Sydney menyoroti kekhawatiran serius terhadap upaya PKC dalam mengekspor propaganda kebencian dan penindasan lintas negara. Ketakutan PKC terhadap Shen Yun dinilai bukan semata soal seni, melainkan karena pertunjukan tersebut membangkitkan budaya tradisional China yang bertolak belakang dengan ideologi komunis. Kasus ini kembali menguji komitmen negara demokratis dalam melindungi kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia.


#ShenYun #PKC #FalunGong #China #PenindasanLintasNegara #Sydney #HakAsasiManusia #KebebasanBerekspresi #PropagandaChina #IsuGlobal

Referensi Video:


0 comments