Rusia Gencarkan Serangan ke Ukraina di Tengah Perundingan Tiga Pihak AS-Rusia-Ukraina


Di tengah berlangsungnya perundingan tiga pihak antara Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina di Uni Emirat Arab, Rusia justru meningkatkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Ukraina. Serangan tersebut melumpuhkan infrastruktur energi dan memperparah krisis kemanusiaan, sekaligus menimbulkan keraguan terhadap prospek perdamaian.

Serangan Besar Rusia Lumpuhkan Ukraina

Rusia terus melancarkan serangan intensif ke Ukraina sepanjang pekan ini. Akibatnya, hampir setengah wilayah Ukraina mengalami pemadaman listrik dan terhentinya pasokan pemanas, di saat suhu musim dingin turun di bawah nol derajat Celsius.

Warga Kyiv dan sejumlah kota besar lainnya harus bertahan tanpa listrik dan pemanas. Bagi masyarakat Ukraina, ini sudah menjadi musim dingin keempat yang mereka lalui dalam kondisi perang.

Seorang warga Kyiv, Rebikov, mengungkapkan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini hanyalah kehangatan. Listrik dan pemanas menjadi hal paling mendasar untuk bertahan hidup.

Serangan Menyasar Infrastruktur Vital

Pada 19 Januari, kota pelabuhan Odesa di Laut Hitam mengalami kerusakan parah pada fasilitas energi. Kota terbesar kedua, Kharkiv, juga menjadi sasaran serangan rudal.

Sehari kemudian, Rusia kembali melancarkan gelombang serangan besar dengan lebih dari 300 drone dan 34 rudal, menghantam fasilitas industri militer, pembangkit listrik, serta jaringan transportasi. Tujuh wilayah Ukraina terdampak, termasuk Kyiv, dengan sedikitnya 5.635 apartemen kehilangan listrik dan pemanas.

Militer Ukraina menyebut, pengiriman sistem pertahanan udara Patriot dan NASAMS sebelum serangan tersebut membantu mencegah korban yang lebih besar.

Perundingan Damai Tetap Berjalan

Di tengah eskalasi militer, upaya diplomatik tetap berlangsung. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengadakan pertemuan tertutup selama sekitar satu jam di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Melalui mediasi Amerika Serikat, perwakilan AS, Rusia, dan Ukraina menggelar pertemuan di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab. Hingga 24 Januari, dua putaran perundingan telah dilakukan.

Trump menegaskan bahwa perang harus segera diakhiri karena telah merenggut terlalu banyak nyawa.

Zelenskyy Ragukan Niat Rusia

Presiden Zelenskyy menyampaikan keraguan terhadap keseriusan Rusia untuk mengakhiri perang. Ia menyoroti terus meningkatnya kekuatan militer Rusia, yang diperkirakan akan mencapai 2,5 juta personel pada 2030.

Zelenskyy juga mempertanyakan sikap Eropa yang dinilai belum maksimal dalam menghentikan distribusi minyak Rusia, yang menurutnya menjadi sumber pendanaan utama perang.

Dialog AS-Rusia Dinilai Positif

Utusan khusus Presiden Trump, Steven Witkoff, bertemu dengan utusan Rusia Kirill Dmitriev di Davos. Kedua pihak menilai pembicaraan berlangsung positif.

Kremlin menyatakan bahwa pertemuan tersebut membahas isu ekonomi, perdagangan, dan investasi, serta menyampaikan rencana Rusia terkait proses perdamaian Ukraina kepada pihak Amerika Serikat.

Kekhawatiran Pengaruh PKC terhadap Rusia

Pejabat Ukraina juga mengingatkan dunia internasional mengenai kondisi keuangan Rusia yang melemah dan kelelahan militernya. Selain itu, pengaruh Partai Komunis China (PKC) terhadap Rusia disebut semakin menguat.

Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Kyrylo Budanov, menyatakan bahwa semakin keras sanksi internasional dijatuhkan, Rusia justru semakin bergantung pada PKC. Ia menilai ketergantungan ini berpotensi membawa Rusia ke posisi yang semakin lemah secara strategis.

Serangan Terbaru Bayangi Harapan Damai

Harapan akan kemajuan perundingan kembali dibayangi ketika Rusia melancarkan serangan besar pada Sabtu dini hari. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 23 lainnya.

Angkatan Udara Ukraina mengonfirmasi bahwa Rusia mengerahkan 375 drone dan meluncurkan 21 rudal. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengecam keras serangan tersebut, yang kembali menargetkan fasilitas energi dan kawasan permukiman.

Kesimpulan

Meskipun perundingan tiga pihak antara Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina telah dimulai, eskalasi militer Rusia menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih penuh tantangan. Serangan besar-besaran yang terus berlanjut tidak hanya memperburuk krisis kemanusiaan di Ukraina, tetapi juga mengaburkan prospek tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.


#PerangUkraina #RusiaUkraina #PerundinganDamai #ASRusiaUkraina #SeranganRusia #KrisisEnergiUkraina #DonaldTrump #Zelenskyy #GeopolitikGlobal #PKC

0 comments