Rusia Gunakan Starlink untuk Serangan Drone, Ukraina Bekerja Sama dengan SpaceX Mencari Solusi
Ukraina menemukan bahwa Rusia semakin sering memanfaatkan jaringan satelit Starlink untuk mengendalikan drone jarak menengah dan jauh. Teknologi ini membuat drone Rusia lebih kebal terhadap gangguan elektronik Ukraina, sehingga memperbesar tantangan pertahanan udara. Kyiv kini bekerja sama langsung dengan SpaceX untuk menutup celah tersebut.
Rekaman serangan pada 24 bulan ini di wilayah Kropyvnytskyi, Ukraina tengah, menunjukkan drone Rusia tipe “Shahed” memburu dan menyerang helikopter Ukraina. Sekilas serangan itu tampak seperti operasi drone biasa.
Namun penasihat teknologi Kementerian Pertahanan Ukraina sekaligus pakar radio militer, Serhii Beskrestnov, mengatakan hasil analisis video menunjukkan drone tersebut mampu mencari target secara otomatis tanpa terhubung ke jaringan radio drone lain di sekitarnya.
Karena tidak terdeteksi adanya jaringan komunikasi lokal, ia menyimpulkan bahwa drone itu kemungkinan besar dikendalikan melalui jaringan satelit Starlink milik SpaceX.
Menurutnya, drone Rusia yang dipasangi terminal Starlink dapat diterbangkan rendah dengan kendali manusia dan hampir tidak terpengaruh oleh sistem gangguan sinyal konvensional Ukraina. Hal ini membuat upaya pencegatan menjadi jauh lebih sulit. Ia memperingatkan, serangan dengan pola seperti ini telah terjadi ratusan kali.
Lembaga kajian yang berbasis di Washington, Institute for the Study of War (ISW), juga melaporkan bahwa Rusia semakin mengandalkan teknologi Starlink untuk memperpanjang jangkauan operasional drone bunuh diri mereka sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap peperangan elektronik Ukraina.
Laporan itu menyebut, sejak September tahun lalu sudah ditemukan drone “Shahed” dengan jangkauan efektif lebih dari 1.000 mil yang dilengkapi perangkat Starlink.
Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov, mengonfirmasi bahwa Ukraina kini bekerja sama dengan SpaceX untuk mencari cara mencegah drone Rusia mengakses jaringan satelit Starlink.
Pada awal invasi besar Rusia tahun 2022, SpaceX mengaktifkan layanan Starlink di Ukraina atas permintaan Kyiv, namun tidak menyediakan layanan tersebut di wilayah Rusia.
Perundingan Damai Masih Tersandung Masalah Wilayah
Terkait peluang perundingan damai Rusia–Ukraina, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan bahwa persoalan wilayah masih menjadi hambatan utama.
Dalam sidang dengar pendapat di Kongres, Rubio menyebut perbedaan klaim teritorial, khususnya terkait Donetsk, masih sangat sulit dijembatani.
Ia menilai pembicaraan telah mempersempit fokus ke isu inti, namun kesenjangan posisi kedua pihak tetap ada dan belum teratasi.
Setelah pertemuan tiga pihak AS–Rusia–Ukraina pada akhir pekan lalu, Moskow dan Kyiv sama-sama menyatakan bersedia melanjutkan dialog. Rubio mengatakan Amerika Serikat mungkin akan mengirim perwakilan pada perundingan berikutnya, namun Jared Kushner dan utusan khusus Steve Witkoff tidak akan hadir.
Kesimpulan
Pemanfaatan jaringan Starlink oleh drone Rusia menandai babak baru dalam perang teknologi di konflik Ukraina. Ketika peperangan elektronik tradisional makin kurang efektif, kerja sama langsung antara Ukraina dan SpaceX menjadi kunci untuk menutup celah strategis ini. Di sisi lain, upaya diplomatik terus berjalan namun masih terhambat sengketa wilayah yang kompleks, membuat prospek perdamaian dalam waktu dekat tetap penuh tantangan.
___________________________
#PerangRusiaUkraina #DroneRusia #Starlink #SpaceX #TeknologiMiliter #PerangDrone #UkrainaRusia #KeamananSiber #PeperanganElektronik #BeritaInternasional

0 comments