Rusia Tingkatkan Serangan Udara di Masa Kritis Perundingan Damai, Zelenskyy Tegaskan Koordinasi Intensif dengan AS

Pada Jumat dini hari, Rusia untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun kembali menggunakan rudal balistik hipersonik jarak menengah generasi terbaru yang dijuluki “Zhen Shu” dalam serangan ke kota Lviv di Ukraina barat.

Di tengah upaya Amerika Serikat mendorong perundingan damai Rusia–Ukraina, Moskow justru meningkatkan intensitas serangan udara. Rusia bahkan kembali menggunakan rudal hipersonik jarak menengah terbaru dalam serangan ke Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa Kyiv kini berkoordinasi sangat intensif dengan Washington di tengah fase krusial perang yang telah memasuki tahun keempat.


Perang Rusia–Ukraina Masuki Fase Penentuan

Perang Rusia–Ukraina kini mendekati tahun keempat, sementara inisiatif perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat berada pada tahap yang sangat menentukan. Pada Sabtu, 10 Januari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa pemerintahannya terus menjaga komunikasi yang sangat erat dengan Amerika Serikat.

Menurut Zelenskyy, koordinasi ini menjadi strategi utama Kyiv dalam menghadapi dinamika medan perang sekaligus tekanan diplomatik internasional.


Zelenskyy: Kontak dengan AS Hampir Setiap Hari

Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina hampir setiap hari berkomunikasi dengan pihak Amerika Serikat. Bahkan pada hari yang sama, kepala negosiator Ukraina Rustem Umerov kembali melakukan kontak dengan mitra AS.

“Kami hampir setiap hari berhubungan dengan Amerika Serikat. Strategi kami jelas: dialog dengan AS harus 100 persen bersifat konstruktif,” ujar Zelenskyy.


Rusia Gencarkan Serangan Infrastruktur Energi

Di saat jalur diplomasi terus diupayakan, Rusia justru meningkatkan serangan terhadap infrastruktur vital Ukraina. Serangan udara Rusia secara konsisten menargetkan jaringan listrik dan sistem pemanas, menyebabkan pemadaman luas di kawasan permukiman.

Pada musim dingin ini, serangan terhadap fasilitas pemanas dinilai sangat mematikan, karena suhu ekstrem memperparah penderitaan warga sipil.


Serangan Mematikan di Kyiv, Warga Kehilangan Pemanas

Pada Kamis malam, 8 Januari, serangan udara Rusia menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 26 lainnya. Akibat serangan tersebut, sekitar setengah penduduk Kyiv kehilangan pasokan pemanas di tengah suhu dingin ekstrem.

Seorang warga apartemen yang rusak, Halyina Turchyn (71), mengatakan bahwa mereka terpaksa menggunakan tabung gas kecil untuk memasak.

“Kami memanaskan makanan dengan tabung gas kecil ini. Sudah dua hari kami tidak bisa memasak,” ujarnya.


Hidup di Tengah Dingin Ekstrem

Di tengah musim dingin bersalju, kondisi di dalam apartemen yang rusak sangat memprihatinkan. Akibat pemadaman listrik dan air, suhu di dalam ruangan turun hingga sekitar 8 derajat Celsius.

Warga lainnya, Serhii Przhistovskiy (85), mengungkapkan rasa syukurnya setelah listrik sementara dipulihkan.

“Puji Tuhan, listrik akhirnya diperbaiki. Sekarang saya bahkan bisa merebus sedikit air,” katanya.


Rusia Gunakan Rudal Hipersonik “Zhen Shu”

Dalam serangan ke kota Lviv di Ukraina barat, Rusia untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun kembali menggunakan rudal balistik hipersonik jarak menengah generasi terbaru yang dijuluki “Zhen Shu” pada Jumat (9/1) dini hari.

Serangan ini merusak infrastruktur penting dan memicu kecaman keras dari komunitas internasional, karena dinilai meningkatkan eskalasi konflik secara signifikan.


Ukraina Minta Dewan Keamanan PBB Gelar Rapat Darurat

Menanggapi penggunaan senjata canggih tersebut, Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut tindakan Rusia sebagai pelanggaran berat hukum internasional. Atas permintaan Ukraina, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar rapat darurat pada hari Senin untuk membahas situasi ini.

Langkah tersebut menunjukkan upaya Kyiv membawa tekanan diplomatik internasional guna menahan eskalasi lebih lanjut.


Kesimpulan

Di saat perundingan damai berada pada fase paling krusial, Rusia justru meningkatkan intensitas serangan udara dan menggunakan senjata hipersonik terbaru, memperparah penderitaan warga sipil Ukraina. Sementara itu, Ukraina memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat dan mendorong respons internasional melalui PBB. Perkembangan ini menegaskan bahwa masa depan konflik Rusia–Ukraina kini berada di titik penentuan antara diplomasi dan eskalasi militer.


#RusiaUkraina #PerangUkraina #Zelenskyy #Rusia #AmerikaSerikat #Perdamaian #RudalHipersonik #PBB #KeamananGlobal #BeritaInternasional #Geopolitik #KonflikGlobal



0 comments