Diduga Danai Aksi Anti-Amerika di AS, Miliarder Hadapi Panggilan Kongres
![]() |
| Miliarder Amerika, Neville Roy Singham, yang diketahui bermukim di Shanghai dan memiliki hubungan erat dengan PKC, sebagai tokoh kunci di balik pendanaan aksi-aksi tersebut. |
Gelombang Protes Picu Alarm di Washington
Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai kota di Amerika Serikat dilanda aksi protes yang menentang kebijakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), serta penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Aksi-aksi ini memicu perhatian serius Kongres AS karena dinilai tidak berdiri sendiri.
Pada Rabu lalu, Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR AS menggelar dengar pendapat khusus. Dalam sidang tersebut, sejumlah anggota parlemen menyebut adanya dugaan kuat pendanaan asing di balik demonstrasi tersebut.
Miliarder AS Diduga Jadi Penyandang Dana
Para legislator menuding miliarder Amerika, Neville Roy Singham, yang diketahui bermukim di Shanghai dan memiliki hubungan erat dengan PKC, sebagai tokoh kunci di balik pendanaan aksi-aksi tersebut.
Anggota DPR AS, Zach Nunn menyatakan bahwa banyak demonstran dalam aksi pro-Maduro membawa poster dengan desain dan slogan yang identik, yang diduga dibiayai oleh dana yang berasal dari China.
“Ini sangat mengkhawatirkan. Kita melihat sebuah ‘kolom kelima’ yang aktif dan mendekati wilayah Amerika Serikat. Mereka berusaha mendorong agenda pro-Beijing,” tegas Nunn.
Dugaan Keterlibatan Organisasi Kiri
Sejumlah organisasi yang terlibat dalam aksi tersebut, termasuk Partai Pembebasan Sosialis, dicurigai menerima dukungan finansial dari Singham. Hal ini menambah kekhawatiran bahwa aksi protes tersebut bukan semata gerakan akar rumput, melainkan bagian dari pengaruh politik asing.
Anggota DPR Russ Fulcher menyebut situasi ini sangat sensitif dan berpotensi melanggar hukum.
“Apa yang terjadi ini justru mendukung musuh Amerika. PKC bukanlah sekutu AS, sehingga sangat mungkin ada unsur ilegal di dalamnya,” ujarnya.
Disebut “Lengan Keuangan PKC”
Anggota DPR Anna Paulina Luna secara terbuka menyebut Singham sebagai “lengan keuangan PKC” di Amerika Serikat. Ia menilai ideologi Singham secara terang-terangan bersifat anti-Amerika.
“Dia mendanai berbagai kelompok, termasuk yang berkaitan dengan isu Israel-Palestina, tetapi alih-alih menyelesaikan masalah, kelompok-kelompok ini justru memecah belah masyarakat Amerika dan mendorong konflik internal,” kata Luna.
Kongres Siap Layangkan Surat Panggilan
Luna telah mengajukan mosi resmi untuk mengeluarkan surat panggilan (subpoena) kepada Singham agar hadir dan bersaksi di hadapan Komite Pengawasan DPR. Ia menegaskan bahwa jika Singham menolak, Kongres akan menempuh langkah hukum atas dasar penghinaan terhadap Kongres.
Anggota DPR Michael Cloud menambahkan bahwa temuan saat ini baru permulaan.
“Apa yang kita lihat sekarang hanyalah puncak gunung es. Penegakan hukum harus bergerak cepat,” ujarnya.
Investigasi Hubungan dengan PKC Berlanjut
Komite Pengawasan DPR akan mendalami hubungan Singham dengan PKC, termasuk aliran dana dan jaringan organisasi yang diduga terlibat. Pimpinan Demokrat di komite tersebut juga mendesak seluruh anggota untuk mendukung mosi pemanggilan tersebut.
Anggota DPR Robert Garcia secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap mosi yang diajukan Luna.
Sudah Lama Dalam Sorotan
Singham sebenarnya telah berada dalam radar pengawasan pemerintah AS selama beberapa bulan terakhir. Komite Pengawasan DPR dilaporkan telah memulai penyelidikan terhadap aktivitasnya sejak musim panas tahun lalu.
Kasus ini dinilai sebagai ujian serius bagi keamanan nasional AS, terutama terkait dugaan campur tangan asing dalam dinamika politik domestik.
Kesimpulan
Dugaan pendanaan aksi anti-Amerika oleh seorang miliarder yang memiliki kedekatan dengan PKC membuka babak baru dalam kekhawatiran soal pengaruh asing di dalam negeri AS. Jika terbukti, kasus ini tidak hanya berimplikasi hukum bagi individu terkait, tetapi juga mempertegas tantangan keamanan nasional yang dihadapi Amerika Serikat di tengah rivalitas geopolitik global.
#AmerikaSerikat #KongresAS #ProtesAntiAmerika #ICE #Maduro #PKT #China #PengaruhAsing #KeamananNasional #Geopolitik #BeritaInternasional #PolitikAS #PKC

0 comments