Sengketa Greenland Hambat Rencana Ukraina, NATO Tegaskan Fokus Harus Tetap pada Perang Ukraina


Ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa terkait isu Greenland dinilai mengganggu fokus internasional terhadap perang Ukraina. Di tengah upaya Presiden AS Donald Trump mendorong kesepakatan damai Rusia–Ukraina, rencana besar pemulihan ekonomi Ukraina pascaperang terpaksa ditunda. NATO memperingatkan agar dunia Barat tidak mengalihkan perhatian dari krisis Ukraina yang masih mendesak.


Trump Dorong Perdamaian Rusia–Ukraina di Forum Davos

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu menyampaikan keprihatinannya atas perang Rusia–Ukraina dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos. Trump menilai konflik tersebut telah berubah menjadi pembantaian berdarah yang harus segera dihentikan.

“Itu benar-benar pembantaian berdarah. Inilah yang ingin saya hentikan,” kata Trump.

Ia menyebut bahwa dalam satu bulan saja, hampir 30 ribu tentara dari kedua belah pihak tewas, dan menekankan pentingnya menyelamatkan generasi muda dari perang berkepanjangan.

Trump juga optimistis bahwa baik Rusia maupun Ukraina sama-sama ingin mencapai kesepakatan damai.

“Saya pikir Rusia ingin mencapai kesepakatan. Ukraina juga ingin kesepakatan. Sekarang saatnya mereka duduk bersama. Jika tidak, itu sungguh bodoh—bagi kedua pihak,” tegasnya.


Utusan AS Menuju Moskow

Sebagai bagian dari upaya diplomasi, pada Kamis utusan khusus Presiden Trump, Steve Witkoff, dijadwalkan bertolak ke Moskow untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Witkoff menyatakan bahwa pembicaraan akan difokuskan pada peluang perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

“Kami akan membahas isu perdamaian Ukraina–Rusia. Kami membutuhkan perdamaian,” ujarnya.


Sengketa Greenland Ganggu Fokus Barat

Meski proses diplomatik berjalan, perhatian Barat justru tersita oleh perselisihan mengenai Greenland antara Amerika Serikat dan Eropa.
Menurut laporan Financial Times, Ukraina, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa sebelumnya berencana mengumumkan paket ‘Rencana Kemakmuran Ukraina’ senilai 800 miliar dolar AS di Davos.

Namun, akibat memanasnya isu Greenland, pembahasan rencana besar pemulihan ekonomi Ukraina pascaperang tersebut terpaksa ditunda. Selain itu, kesepakatan akhir mengenai jaminan keamanan Ukraina setelah perang juga belum berhasil dirampungkan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa negaranya tidak membutuhkan pertemuan simbolik tanpa hasil nyata.

“Jika Davos bisa memberikan hasil konkret bagi Ukraina, kami akan mengirim delegasi. Ukraina tidak membutuhkan politik kosong atau perundingan tanpa hasil,” kata Zelensky.


NATO: Ukraina Harus Jadi Prioritas Utama

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengingatkan agar sengketa Greenland tidak mengalihkan perhatian dari kondisi kritis Ukraina. Ia menegaskan bahwa Ukraina saat ini sangat membutuhkan dukungan militer, khususnya dari Amerika Serikat.

“Ukraina kekurangan sistem pencegat dan perlengkapan buatan AS yang sangat mereka butuhkan. Eropa tidak bisa sepenuhnya menggantikan itu,” ujar Rutte.

Ia menekankan bahwa keamanan Ukraina berkaitan langsung dengan keamanan Eropa dan Amerika Serikat, sehingga harus menjadi prioritas utama sebelum membahas isu lain.


Kondisi Ukraina Kian Memprihatinkan

Di lapangan, situasi Ukraina semakin sulit. Hingga Rabu, lebih dari setengah wilayah Kyiv masih mengalami pemadaman listrik akibat serangan udara Rusia terhadap infrastruktur energi.

Warga Kyiv, Rebikov, menggambarkan kondisi yang dihadapi masyarakat.

“Banyak hal sekarang menjadi tidak penting. Yang kami butuhkan hanyalah kehangatan—pemanas dan listrik,” katanya.

Akibat serangan besar-besaran terhadap fasilitas energi bulan ini, diperkirakan sekitar 600 ribu warga telah meninggalkan Kyiv, mencari tempat yang lebih aman.


Kesimpulan

Sengketa geopolitik terkait Greenland dinilai telah mengaburkan fokus Barat terhadap krisis Ukraina yang masih berlangsung. Meski Amerika Serikat berupaya mendorong perdamaian Rusia–Ukraina, tertundanya rencana pemulihan ekonomi dan jaminan keamanan Ukraina menimbulkan kekhawatiran. NATO menegaskan bahwa Ukraina harus tetap menjadi prioritas utama, mengingat dampaknya yang langsung terhadap stabilitas dan keamanan global.


#Ukraina #PerangRusiaUkraina #Trump #NATO #Greenland #Davos #Geopolitik #KeamananEropa #BeritaGlobal #KonflikInternasional

0 comments