“Teman Baik” PKC Berguguran, Lingkaran Diktator Beijing Mulai Runtuh
Sejumlah pemimpin dunia yang selama ini disebut Partai Komunis China (PKC) sebagai “teman baik” dan “mitra besi” satu per satu tumbang—ditangkap, digulingkan, atau terpaksa melarikan diri. Fenomena ini memunculkan analisis bahwa jaringan internasional rezim otoriter yang dibangun Beijing sedang memasuki fase keruntuhan.
Maduro Ditangkap, Sekutu Utama Beijing di Amerika Latin Tumbang
Diktator Venezuela Nicolás Maduro, simbol blok anti-Amerika dan sekutu utama PKC di Amerika Latin, kini jatuh ke tangan militer AS. Selama bertahun-tahun, rezim Maduro mendapat dukungan finansial dan politik besar dari Beijing.
- 2018: Venezuela bergabung dengan program Belt and Road Initiative (BRI)
- 2023: Hubungan China–Venezuela ditingkatkan menjadi “kemitraan strategis segala cuaca”
- Mei tahun lalu: Xi Jinping menyebut hubungan kedua negara sebagai “persahabatan besi (ironclad friendship)”
Beberapa jam sebelum ditangkap, Maduro bahkan masih memuji Xi Jinping sebagai “kakak tertua” dalam pertemuan dengan utusan khusus PKC.
Khamenei Terancam, Sekutu Terpenting PKC di Timur Tengah Goyah
Di Timur Tengah, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, sekutu strategis Beijing lainnya, kini berada di ujung tanduk akibat gelombang demonstrasi nasional yang terus meluas.
- 2016: China–Iran menjalin kemitraan strategis komprehensif
- 2021: Ditandatangani perjanjian kerja sama 25 tahun
- China adalah pembeli minyak Iran terbesar
Sejak akhir Desember lalu, krisis ekonomi memicu kerusuhan besar. Khamenei mengisyaratkan penindasan keras, sementara Donald Trump berulang kali memperingatkan bahwa pembantaian demonstran akan dibalas dengan “konsekuensi seperti neraka”. Banyak pihak berspekulasi, Khamenei bisa menyusul nasib Maduro.
Nepal dan Bangladesh: Sekutu Baru, Jatuh Lebih Cepat
Di Asia Selatan, fenomena serupa kembali terjadi.
- Nepal - Perdana Menteri pro-Beijing K.P. Sharma Oli mengunjungi China Agustus lalu dan dipuji Xi Jinping sebagai mitra “persahabatan lintas generasi”. Namun kurang dari satu minggu setelah pulang, kebijakan pembatasan media sosial ala PKC memicu protes besar Generasi Z, memaksanya mundur dari jabatan.
- Bangladesh - Tahun 2024, kurang dari sebulan setelah PM Sheikh Hasina berkunjung ke China dan hubungan bilateral ditingkatkan menjadi kemitraan strategis komprehensif, rezimnya runtuh cepat akibat perintah penindasan terhadap demonstrasi mahasiswa.
Assad: “Saudara Baik” yang Kabur ke Rusia
Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang berkuasa selama 24 tahun dan dicap Barat sebagai “tukang jagal”, justru disebut PKC sebagai “teman baik dan saudara”.
- September 2023: Assad dan keluarganya diundang secara khusus ke China saat Asian Games Hangzhou
- Xi Jinping menyebut hubungan Suriah–China sebagai “persahabatan di masa sulit”
Namun pada Desember 2024, Assad melarikan diri ke Rusia di tengah dentuman artileri di Damaskus.
Sekutu PKC Lainnya Ikut Terancam
Selain itu, posisi:
- Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel
- Presiden Kolombia Gustavo Petro
juga dinilai semakin rapuh di tengah tekanan politik dan ekonomi domestik.
Pengamat: Diktator Bisa Dijatuhkan dari Luar
Akademisi independen Lai Jianping menilai, Amerika Serikat telah berulang kali menunjukkan kemampuannya menyingkirkan diktator:
“Gaddafi, Saddam Hussein, Soleimani, Osama bin Laden—semua telah ditangani. Bahkan jika rakyat tidak mampu menjatuhkan diktatornya sendiri, komunitas internasional, khususnya Amerika Serikat, mampu melakukan ‘decapitation strike’.”
Ia menambahkan, menangkap Xi Jinping langsung dari Zhongnanhai bukanlah hal mustahil jika PKC terus bersikap konfrontatif.
“Lingkaran Diktator” Runtuh Secara Berantai
Editor June Fourth Poetry Collection, Jiang Pinchao, menyebut kejatuhan para “teman baik” PKC sebagai hal yang “melegakan”:
“Diktator tidak mewakili kepentingan rakyat, hanya menindas dengan kebohongan dan kekerasan. Mereka sedang disingkirkan oleh sejarah.”
Analis menilai, jaringan internasional yang dibangun PKC—berbasis kepentingan sempit dan kekuasaan otoriter—memang bisa berkembang saat kondisi menguntungkan, tetapi akan runtuh secara berantai ketika angin berbalik arah.
Kesimpulan
Dari Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Asia Selatan, satu pola kian jelas:
“Teman-teman baik” Beijing justru menjadi rezim yang paling cepat tumbang.
Fenomena ini memperkuat anggapan bahwa “lingkaran persahabatan diktator” PKC sedang memasuki fase disintegrasi global.
#PKC
#China
#PolitikChina
#DiktatorDunia
#Maduro
#Iran
#XiJinping
#Geopolitik
#BeritaGlobal
#Otoritarianisme

0 comments