PKC Manfaatkan Hak Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran, Ancaman Baru bagi Amerika Serikat
Penulis Amerika Serikat, Peter Schweizer mengungkap dugaan strategi Partai Komunis China (PKC) yang memanfaatkan celah hukum kewarganegaraan berdasarkan kelahiran di Amerika Serikat. Melalui praktik yang dikenal sebagai “wisata melahirkan”, PKC disebut berupaya membentuk pengaruh politik jangka panjang di masa depan.
Seorang penulis dan peneliti Amerika Serikat, Peter Schweizer, dalam buku terbarunya berjudul Hidden Coup (Kudeta Tersembunyi), memperingatkan adanya pola sistematis yang dilakukan oleh PKC dengan memanfaatkan kebijakan hak kewarganegaraan berdasarkan kelahiran (birthright citizenship) di Amerika Serikat.
Schweizer menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun, PKC mendorong praktik yang dikenal sebagai “wisata melahirkan”, yaitu mengirim warga negara China ke Amerika Serikat untuk melahirkan. Anak-anak tersebut secara otomatis memperoleh kewarganegaraan AS, kemudian dibesarkan di China, dan ketika dewasa berpotensi kembali ke Amerika untuk berpartisipasi dalam pemilu.
“Jumlahnya sangat besar dan itu benar-benar mengejutkan saya. Masalah kewarganegaraan berdasarkan kelahiran ini sangat krusial karena merupakan celah besar, dan sebenarnya bisa diperbaiki,” ujar Schweizer.
Skala Besar dan Minim Pengawasan
Menurut Schweizer, praktik ini tidak bersifat sporadis, melainkan telah berlangsung secara sistematis selama lebih dari satu dekade. Ia memperkirakan saat ini terdapat sekitar 500 ribu hingga 1 juta warga negara Amerika yang memiliki latar belakang dan afiliasi kuat dengan China.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah federal AS terhadap fenomena ini.
“Tidak ada data yang benar-benar dilacak tentang berapa banyak warga China yang datang ke Amerika untuk melahirkan, lalu kembali ke China dan membesarkan anak-anak itu hingga berusia 18 tahun. Pemerintah federal hampir tidak mengetahui apa pun soal ini,” jelasnya.
Data Mengejutkan: Puluhan Ribu Kelahiran Setiap Tahun
Schweizer mengutip pernyataan pemerintah China dan sejumlah lembaga penelitian yang menyebutkan bahwa selama sekitar 13 tahun terakhir, setiap tahun terdapat 50 ribu hingga 100 ribu warga China yang datang ke Amerika Serikat untuk melahirkan.
“Skalanya sangat mengejutkan dan didukung oleh banyak bukti nyata,” kata Schweizer.
Ia bahkan menyebut laporan yang menggambarkan situasi ekstrem, di mana penerbangan dari Bandara Internasional Los Angeles ke Shanghai dipenuhi bayi baru lahir di kelas bisnis.
“Ini adalah masalah yang sangat serius,” tegasnya.
Bukan Sekadar Mencari Kehidupan Lebih Baik
Schweizer menekankan bahwa motif di balik praktik ini bukan semata-mata untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, melainkan merupakan strategi jangka panjang PKC dalam memanfaatkan celah sistem demokrasi Amerika.
Ia membandingkan fenomena ini dengan apa yang pernah terjadi di Hong Kong sekitar tahun 2010, ketika hampir setengah bayi yang lahir adalah anak warga China daratan. Saat itu, pemerintah Hong Kong terpaksa menghentikan praktik tersebut karena dianggap mengganggu stabilitas dan sistem sosial.
“Apa yang dulu terjadi di Hong Kong, kini sedang terjadi di Amerika Serikat,” ujar Schweizer.
Peran Media PKC dan Lembaga Wisata Melahirkan
Schweizer juga menyoroti peran media resmi PKC seperti People’s Daily, yang secara terbuka mempromosikan wisata melahirkan dengan menekankan Amandemen ke-14 Konstitusi AS sebagai jalur memperoleh kewarganegaraan.
Ia bahkan menyebut sebuah lembaga penyelenggara wisata melahirkan bernama ‘United States of America’, yang secara terbuka memamerkan profil klien mereka.
“Menurut pengakuan mereka sendiri, kliennya termasuk perwira militer, aparat intelijen, pejabat PKC, dan personel propaganda. Mereka bukan pembangkang, melainkan elit inti dalam sistem,” ungkap Schweizer.
Dampak Politik di Masa Depan
Schweizer memperkirakan bahwa pada tahun 2030, sekitar 1 juta warga negara Amerika yang dibesarkan di China akan ikut serta dalam pemilu AS.
“Mereka akan memilih dan menyumbang dana kampanye. Jangan lupa, pemilu presiden 2016 hanya ditentukan oleh selisih 72 ribu suara. Jadi satu juta suara adalah angka yang sangat besar,” katanya.
Seruan kepada Mahkamah Agung AS
Di akhir pernyataannya, Schweizer mendesak Mahkamah Agung Amerika Serikat untuk mempertimbangkan isu wisata melahirkan dari China dalam setiap peninjauan kasus terkait kewarganegaraan berdasarkan kelahiran.
Ia juga mengingatkan bahwa pada masa pemerintahan Donald Trump, praktik ini pernah ditindak melalui dakwaan penipuan visa.
Kesimpulan
Pengungkapan Peter Schweizer menyoroti potensi risiko jangka panjang dari kebijakan kewarganegaraan berdasarkan kelahiran di Amerika Serikat. Jika tidak diawasi dan dievaluasi ulang, celah hukum ini dapat dimanfaatkan sebagai alat strategis oleh PKC untuk membangun pengaruh politik di masa depan. Isu ini kini menjadi peringatan serius bagi pembuat kebijakan AS dalam menjaga integritas sistem demokrasi dan keamanan nasional.
#PKC #China #WisataMelahirkan #BirthrightCitizenship #KeamananNasionalAS #PengaruhChina #PolitikAmerika #HiddenCoup #PeterSchweizer #Geopolitik

0 comments