Wanita China Divonis 9 Tahun Penjara di AS, Terlibat Pencucian Uang Narkoba Senilai Lebih dari US$92 Juta

Departemen Kehakiman di Washington pada 11 Maret 2026. Madalina Kilroy/The Epoch Times


Pengadilan federal Amerika Serikat menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara kepada Shu Jun Zhen, perempuan asal China yang terlibat dalam jaringan pencucian uang hasil perdagangan narkoba senilai lebih dari US$92 juta. Ia juga diperintahkan menyerahkan aset senilai hampir US$23 juta.

AMERIKA SERIKAT — Seorang perempuan asal China dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh pengadilan federal Amerika Serikat karena keterlibatannya dalam jaringan pencucian uang internasional yang memproses lebih dari US$92 juta dana ilegal, termasuk keuntungan dari perdagangan narkoba.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengumumkan pada 21 Oktober 2026 bahwa Shu Jun Zhen, 31 tahun, warga New York, dijatuhi hukuman di Distrik Barat Carolina Utara.

Selain hukuman penjara, pengadilan memerintahkan Zhen menyerahkan aset senilai hampir US$23 juta yang berkaitan dengan aktivitas pencucian uang tersebut.

Kasus ini merupakan bagian dari penyelidikan terhadap jaringan pencucian uang yang dioperasikan oleh warga China dan membantu organisasi perdagangan narkoba memindahkan serta menyembunyikan keuntungan ilegal mereka.

Jaringan Pencucian Uang Memproses Lebih dari US$92 Juta

Menurut dokumen pengadilan, Zhen merupakan salah satu kurir utama dalam organisasi pencucian uang yang dikenal sebagai Chinese Money Laundering Organization (CMLO).

Jaringan tersebut memproses lebih dari US$92 juta dana ilegal dalam waktu kurang dari dua tahun.

Sebagian besar dana tersebut berasal dari aktivitas perdagangan narkoba yang masuk ke Amerika Serikat, terutama melalui Meksiko.

Zhen bertugas mengambil uang tunai hasil perdagangan narkoba dari para pengedar yang beroperasi di wilayah Amerika Serikat.

Setelah menerima uang tersebut, ia menyetorkannya ke sejumlah rekening bank milik perusahaan cangkang yang telah didaftarkan oleh anggota jaringan lainnya.

Untuk menjalankan aktivitas tersebut, Zhen menggunakan identitas asli maupun identitas palsu.

Penyidik mengungkapkan bahwa Zhen secara pribadi mengambil dan menyetorkan uang tunai ilegal senilai sekitar US$23 juta.

Gunakan Perusahaan Cangkang untuk Menyamarkan Asal Uang

Jaringan pencucian uang ini menggunakan perusahaan cangkang sebagai sarana untuk menyembunyikan asal-usul dana hasil kejahatan.

Perusahaan cangkang merupakan badan usaha yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi keuangan tanpa menjalankan aktivitas bisnis operasional yang sebanding.

Dalam kasus ini, rekening perusahaan digunakan untuk menerima setoran uang tunai dari hasil perdagangan narkoba.

Melalui transaksi tersebut, para pelaku berusaha menyamarkan sumber, kepemilikan, dan pengendalian dana ilegal agar tidak mudah terdeteksi oleh lembaga keuangan maupun aparat penegak hukum.

Menurut Departemen Kehakiman AS, jaringan semacam ini memainkan peran penting dalam membantu organisasi perdagangan narkoba mempertahankan kegiatan mereka.

Mengaku Bersalah atas Tiga Dakwaan

Pada Juli 2025, Shu Jun Zhen mengaku bersalah atas tiga dakwaan federal yang berkaitan dengan aktivitas pencucian uang.

Dakwaan tersebut meliputi:

  1. Konspirasi untuk melakukan pencucian uang.
  2. Pencucian uang dengan tujuan menyembunyikan sifat, lokasi, sumber, kepemilikan, serta pengendalian dana hasil kejahatan.
  3. Melakukan transaksi keuangan menggunakan dana hasil aktivitas kriminal dengan nilai lebih dari US$10.000.

Dalam proses hukum, Zhen mengakui bahwa dirinya mengetahui sebagian uang yang dipindahkan berasal dari perdagangan narkoba.

Pengakuan bersalah tersebut menjadi bagian penting dalam proses hukum yang berujung pada vonis sembilan tahun penjara.

Departemen Kehakiman AS Perketat Penindakan Jaringan Keuangan Narkoba

Asisten Jaksa Agung A. Tysen Duva dari Divisi Kriminal Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa pencucian uang merupakan bagian penting dari rantai perdagangan narkoba internasional.

Menurut Duva, pelaku pencucian uang membantu para pengedar menghindari penegakan hukum dengan memindahkan serta menyembunyikan keuntungan ilegal.

Ia menyatakan bahwa jaringan pencucian uang China memiliki peran penting dalam keberlangsungan perdagangan narkoba.

Sementara itu, Jaksa Federal Russ Ferguson untuk Distrik Barat Carolina Utara mengatakan bahwa pemerintah AS terus menargetkan organisasi kriminal lintas negara, termasuk jaringan keuangan yang mendukung aktivitas perdagangan narkoba.

Ferguson menyoroti besarnya jumlah dana yang berhasil dipindahkan oleh jaringan tersebut dalam waktu relatif singkat.

Kasus ini menunjukkan bagaimana organisasi kriminal menggunakan jaringan keuangan yang kompleks untuk mengalirkan keuntungan dari perdagangan narkoba.

Penyelidikan Melibatkan DEA dan Otoritas Pajak AS

Penyelidikan terhadap jaringan tersebut melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum Amerika Serikat.

Di antaranya adalah Drug Enforcement Administration (DEA), lembaga federal yang menangani pemberantasan narkoba, serta Internal Revenue Service Criminal Investigation (IRS-CI), unit investigasi kriminal otoritas pajak AS.

Biro Investigasi Negara Bagian Carolina Utara juga memberikan dukungan dalam penyelidikan.

Menurut otoritas AS, kerja sama antarlembaga memungkinkan penyidik melacak pergerakan uang tunai, mengidentifikasi rekening perusahaan cangkang, serta menghubungkan transaksi keuangan dengan aktivitas perdagangan narkoba.

Dalam penyelidikan terkait, aparat juga menyita sekitar US$670.000 uang tunai dan 12 senjata api dari sebuah organisasi perdagangan narkoba yang menggunakan layanan jaringan pencucian uang tersebut.

Terdakwa Kedua yang Menerima Hukuman Berat

Shu Jun Zhen merupakan terdakwa kedua dari jaringan pencucian uang tersebut yang menerima hukuman penjara berat.

Sebelumnya, Jianfei Lu, seorang anggota jaringan yang memiliki peran sebagai kurir sekaligus pengelola, dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Lu juga diperintahkan menyerahkan aset senilai US$25 juta.

Menurut Departemen Kehakiman AS, kasus terhadap jaringan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memutus aliran dana yang menopang organisasi perdagangan narkoba internasional.

Pemerintah AS menilai penindakan terhadap jaringan keuangan sama pentingnya dengan operasi penangkapan pengedar narkoba karena keuntungan ilegal menjadi salah satu sumber pembiayaan utama aktivitas kriminal.

Pencucian Uang Jadi Tantangan bagi Penegakan Hukum Internasional

Kasus Shu Jun Zhen memperlihatkan bagaimana kejahatan perdagangan narkoba dapat melibatkan jaringan keuangan lintas negara.

Uang hasil penjualan narkoba tidak selalu langsung dipindahkan ke luar negeri. Sebagian dana dapat terlebih dahulu dimasukkan ke sistem perbankan melalui rekening perusahaan yang digunakan untuk menyamarkan transaksi.

Praktik tersebut mempersulit penyidik dalam menelusuri sumber dana dan mengidentifikasi pihak yang sebenarnya mengendalikan uang.

Karena itu, pengawasan transaksi mencurigakan, kerja sama lembaga keuangan, serta pertukaran informasi antarlembaga penegak hukum menjadi bagian penting dalam pemberantasan pencucian uang.

Meskipun jaringan dalam kasus ini disebut sebagai organisasi pencucian uang China, perkara tersebut menyangkut individu dan kelompok kriminal tertentu, bukan seluruh warga negara China ataupun perusahaan China.

Kesimpulan

Vonis sembilan tahun penjara terhadap Shu Jun Zhen menjadi perkembangan penting dalam penindakan jaringan pencucian uang internasional yang mendukung perdagangan narkoba di Amerika Serikat.

Zhen terbukti terlibat dalam organisasi yang mencuci lebih dari US$92 juta dana ilegal dan secara pribadi menangani sekitar US$23 juta uang tunai.

Kasus ini memperlihatkan bahwa pemberantasan perdagangan narkoba tidak hanya bergantung pada penangkapan pengedar, tetapi juga pada kemampuan aparat memutus jaringan keuangan yang menyembunyikan dan mengalirkan keuntungan hasil kejahatan.

Departemen Kehakiman AS menyatakan akan terus menargetkan individu dan organisasi yang menyediakan layanan pencucian uang bagi kelompok kriminal lintas negara.

#AmerikaSerikat #China #ShuJunZhen #PencucianUang #PerdaganganNarkoba #KejahatanInternasional #KejahatanKeuangan #JaringanKriminal #DepartemenKehakimanAS #DEA #MoneyLaundering #OrganisasiKriminal #BeritaAmerika #BeritaChina #BeritaInternasional #TheEpochTimes #TruthMedia

0 comments