Rekaman Sidang Jenderal Xu Qinxian yang Menolak Menembaki Mahasiswa Tiananmen Akhirnya Terungkap


Rekaman sidang rahasia Jenderal Xu Qinxian—perwira yang menolak perintah menembaki mahasiswa pada Tragedi Tiananmen 1989—akhirnya bocor ke publik. Video 6 jam ini membuka detail baru mengenai operasi militer dan memicu perhatian internasional.


Rekaman Sidang Jenderal Penolak Perintah Pembantaian Tiananmen Akhirnya Terungkap

Rekaman sidang rahasia berdurasi enam jam milik Xu Qinxian, mantan komandan Divisi ke-38 Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), baru-baru ini bocor ke luar negeri. Xu adalah perwira tinggi yang pada tahun 1989 menolak perintah Deng Xiaoping untuk membawa pasukan bersenjata masuk ke Beijing dan menembaki mahasiswa yang melakukan aksi damai di Tiananmen.

Dalam rekaman tersebut, Xu mengatakan bahwa pada 9 Januari 1990 ia ditangkap dengan tuduhan “melanggar perintah darurat militer”. Ia menolak menandatangani surat perintah pengerahan pasukan, dengan alasan bahwa insiden tersebut adalah peristiwa politik yang seharusnya diselesaikan dengan cara politik, bukan kekerasan bersenjata.

Xu kemudian dijatuhi hukuman penjara secara rahasia dan ditahan di Penjara Qincheng. Ia dibebaskan setelah menjalani masa hukuman dan ditempatkan di Shijiazhuang, sebelum meninggal pada 8 Januari 2021 pada usia 86 tahun.

Dokumen Rahasia Terungkap Setelah Tiga Dekade

Video sidang ini pertama kali dipublikasikan oleh peneliti peristiwa Tiananmen, Wu Renhua, melalui platform X pada 25 November. Karena data terkait sidang Xu selama ini diklasifikasikan sebagai “rahasia negara”, bocornya rekaman ini langsung memicu diskusi luas di kalangan masyarakat Tiongkok dan dunia internasional.

Salah satu pemimpin mahasiswa 1989, Li Hengqing, menyebut video tersebut sebagai temuan besar dan paling rinci yang pernah muncul.

Xu dalam persidangan menjelaskan bahwa perintah penumpasan dikeluarkan oleh Komisi Militer Pusat dan diumumkan pemerintah melalui status darurat militer. Divisi ke-38 dan Divisi ke-27 digerakkan ke Beijing dengan membawa berbagai jenis senjata. Xu mempersoalkan bagaimana tentara dapat menjalankan perintah ketika massa rakyat dan tentara bercampur di jalanan—“Lalu harus menembak siapa?” katanya.

Korban Ribuan Orang, Tetapi Jumlah Sebenarnya Masih Disembunyikan

Dokumen-dokumen intelijen Inggris yang telah dibuka menunjukkan bahwa antara malam 3 hingga 4 Juni 1989, lebih dari 200.000 pasukan dikerahkan untuk menumpas mahasiswa dan warga sipil yang tidak bersenjata. Perkiraan korban meninggal mencapai setidaknya 10.000 jiwa, meski angka resmi tidak pernah diungkapkan oleh Beijing.

Selama lebih dari 30 tahun, pemerintah Tiongkok terus menekan informasi terkait tragedi Tiananmen, bahkan mengawasi keluarga korban yang hendak melakukan ritual pribadi.

Pesan Penting untuk Kondisi Tiongkok Saat Ini

Dalam situasi ekonomi Tiongkok yang terus memburuk, PHK besar-besaran, dan meningkatnya protes publik, analis menilai kemunculan video ini memiliki makna besar.

Li Hengqing memperingatkan bahwa kondisi hari ini berpotensi memicu aksi protes besar seperti pada tahun 1989. Karena itu, bocornya video tersebut menjadi pengingat moral bagi para tentara Tiongkok agar tidak lagi mengarahkan senjata kepada rakyat sendiri jika gejolak sosial kembali muncul.


Kesimpulan

Bocornya rekaman sidang Jenderal Xu Qinxian bukan hanya membuka salah satu rahasia terbesar seputar tragedi Tiananmen, tetapi juga menjadi pengingat sejarah di tengah meningkatnya ketidakpuasan rakyat Tiongkok terhadap pemerintah. Video tersebut memperkuat seruan agar pemerintah mengungkap kebenaran sejarah dan mencegah tragedi serupa terulang.


#Tiananmen1989 #XuQinxian #EnamEmpat #TragediTiananmen #SejarahTiongkok #BeritaInternasional #HakAsasiManusia

___________________________________________________________________________________

Video Referensi:



0 comments