Fitur Lokasi Akun di X Ungkap Jejak Pasukan Siber Tiongkok yang Menyamar sebagai Pengguna Barat
Platform X milik Elon Musk merilis fitur lokasi akun yang membuka kedok banyak akun palsu asal Tiongkok yang selama ini menyamar sebagai pengguna dari Amerika dan negara-negara Barat. Pengungkapan ini menyoroti jaringan “pasukan siber” pro-Beijing dan dugaan operasi propaganda terorganisir, termasuk penggunaan napi sebagai operator akun.
Platform media sosial X milik Elon Musk baru-baru ini merilis fitur baru yang memungkinkan pengguna melihat lokasi IP akun serta waktu pembuatannya. Fitur yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan menekan penyebaran disinformasi lintas negara ini justru mengungkap fakta mengejutkan: Banyak akun yang selama ini mengaku berasal dari Amerika Serikat, Eropa, atau Australia ternyata berlokasi di Tiongkok.
Akun Palsu Pro-Beijing Terbongkar
Setelah fitur lokasi aktif, sejumlah besar akun yang menyamar sebagai “diaspora Tiongkok di luar negeri” tiba-tiba menunjukkan lokasi IP mereka berasal dari dalam negeri Tiongkok. Akun-akun ini selama bertahun-tahun mempengaruhi opini publik global, khususnya dalam isu-isu sensitif, dengan gaya bahasa yang agresif dan berpihak pada Beijing.
Mantan pengacara Beijing, Liang Shaohua, mengatakan bahwa temuan ini menegaskan kecurigaan banyak pihak mengenai operasi propaganda besar-besaran yang dilakukan oleh otoritas Tiongkok melalui platform luar negeri.
“IP yang muncul itu berada di dalam Tiongkok, bahkan ada yang berasal dari penjara. Ini membuktikan bahwa rezim bukan hanya mengontrol opini domestik, tetapi juga berupaya memengaruhi dan memanipulasi opini di luar negeri melalui X, YouTube, dan berbagai forum internasional,” ujarnya.
Kesaksian: Napi Dipaksa Menjadi Pasukan Siber
Seorang warga Liaoning bernama Liu mengungkapkan kepada media Epoch Times bahwa para tahanan di penjara Tiongkok dipaksa mengelola akun anonim di platform luar negeri untuk mempromosikan narasi pro-Beijing atau merusak citra Amerika Serikat.
Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa operasi tersebut bukan sekadar aktivitas “relawan internet”, melainkan sistem yang terorganisir dan dijalankan negara.
Pengamat AS: Operasi Global dan Sangat Sistematis
Pengamat senior asal Amerika Serikat, Tang Jingyuan, menyebut bahwa operasi propaganda ini sangat terstruktur, mencakup akun-akun berbahasa Inggris dengan pendidikan tinggi, serta para influencer besar di berbagai negara.
“Mereka menghabiskan anggaran besar untuk membangun jaringan opini global. Banyak akun besar di komunitas bahasa Inggris juga direkrut untuk menyebarkan narasi yang menguntungkan Beijing,” jelasnya.
Akun-Akun Menghilang Setelah Terbongkar
Setelah fitur lokasi dirilis, sebagian akun langsung memberikan alasan seperti “perjalanan bisnis internasional”, sementara banyak lainnya menghilang begitu saja dari platform.
Yang menarik, akun resmi juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menunjukkan lokasi di “Amerika Serikat” dengan keterangan “mungkin menggunakan VPN atau proxy”. Hal ini memperlihatkan standar ganda: Rakyat Tiongkok dilarang mengakses platform luar negeri tanpa VPN, tetapi pejabat pemerintah bebas menggunakannya.
Tingkat dan Struktur Jaringan Propaganda
Tang Jingyuan menyebut bahwa terdapat hierarki antara pasukan siber, akun “lima mao”, dan akun besar propaganda luar negeri. Ia menegaskan bahwa beberapa akun tingkat tinggi bahkan dapat mengakses platform asing tanpa VPN, sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki masyarakat biasa.
Kesimpulan
Peluncuran fitur lokasi akun oleh X menjadi titik balik dalam mengungkap operasi propaganda digital Tiongkok di platform internasional. Temuan ini menunjukkan skala infiltrasi yang sangat luas dan terorganisir, bahkan melibatkan tahanan sebagai operator akun. Selain menyoroti upaya sistematis mempengaruhi opini global, kasus ini juga memperlihatkan standar ganda pemerintah Tiongkok dalam aturan akses internet. Transparansi baru ini membuka jalan bagi masyarakat global untuk lebih waspada terhadap manipulasi informasi di media sosial.
#PropagandaTiongkok #PasukanSiberTiongkok #PlatformX #ElonMusk #DisinformasiGlobal #OpiniPublik #KeamananDigital #BeritaTeknologi #BeritaInternasional #InfluenceOperation

0 comments