Serangan Udara Israel Hantam Beirut Selatan, Komandan Militer Hizbullah Tewas


Militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Beirut Selatan dan menewaskan komandan tertinggi Hizbullah, Tabtabaei. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Hizbullah tidak boleh membangun kembali kekuatan militernya dan mendesak pemerintah Lebanon untuk melucuti persenjataan kelompok tersebut.Israel Gempur Beirut Selatan, Komandan Militer Hizbullah Tewas
___________________________________________________________________________________

GLOBALNews - Pada Minggu (waktu setempat), militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Beirut Selatan, Lebanon. Serangan ini disebut sebagai operasi militer terbesar dalam enam bulan terakhir. Israel mengonfirmasi bahwa tokoh penting Hizbullah, Tabtabaei, tewas dalam serangan tersebut. Hizbullah kemudian turut membenarkan kabar kematiannya.

Tabtabaei diketahui merupakan komandan tertinggi militer Hizbullah saat ini dan pernah memimpin pasukan elite “Radwan”. Pada 2016, Amerika Serikat memasukkannya dalam daftar teroris dan menawarkan hadiah US$5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.


Netanyahu: Hizbullah Harus Dilucuti

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan bahwa Israel tidak akan mengizinkan Hizbullah membangun ulang kekuatan militernya. Ia juga mendesak pemerintah Lebanon untuk mengambil langkah nyata dalam melucuti persenjataan organisasi tersebut.

Benjamin Netanyahu: “Saya berharap pemerintah Lebanon memenuhi komitmennya untuk melucuti Hizbullah. Hanya dengan itu, rakyat Lebanon dapat memiliki masa depan yang lebih baik, dan hubungan bertetangga yang aman antara Israel dan Lebanon bisa terwujud.”

Sementara itu, otoritas kesehatan Lebanon melaporkan 5 orang tewas dan 25 orang lainnya terluka akibat serangan udara tersebut.


Israel Lanjutkan Operasi di Gaza: Hancurkan Terowongan dan Fasilitas Militer

Pada Senin, militer Israel juga mengumumkan perkembangan operasi terbaru di wilayah Rafah, Gaza. Mereka menargetkan penghancuran jaringan terowongan bawah tanah dan sejumlah fasilitas militer milik Hamas.

Netanyahu menyebut bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, Hamas tetap melakukan pelanggaran, termasuk upaya penyusupan dan serangan terhadap pasukan Israel.

Benjamin Netanyahu“Kami menanggapi pelanggaran Hamas dengan tindakan tegas. Mereka mencoba melintasi garis kuning dan melukai tentara kami, namun kami berhasil menggagalkan dan membalasnya.”

Militer Israel menyatakan bahwa dalam satu pekan terakhir mereka:

  • Menghancurkan ratusan meter jaringan terowongan,
  • Menyerang lebih dari 60 target,
  • Termasuk 15 lubang terowongan dan 40 fasilitas yang digunakan oleh kelompok teroris.

Selama operasi akhir pekan, terjadi baku tembak sengit di dalam terowongan Gaza. Sebanyak 11 anggota Hamas tewas, sementara 6 lainnya ditangkap.

Hingga saat ini, Hamas telah menyerahkan 25 jenazah sandera Israel, dan masih terdapat 3 jenazah yang belum dikembalikan.


Kesimpulan

Serangan besar-besaran Israel ke Beirut Selatan menandai peningkatan ketegangan di Timur Tengah, terutama setelah tewasnya komandan militer Hizbullah, Tabtabaei. Israel menegaskan tidak akan membiarkan Hizbullah memperkuat kembali kekuatannya, sementara operasi di Gaza terus berfokus pada penghancuran terowongan dan fasilitas Hamas. Situasi ini menunjukkan bahwa konflik regional masih jauh dari kata mereda.


#Israel #Hizbullah #Beirut #Lebanon #Netanyahu #Gaza #Hamas #PerangTimurTengah #BeritaGlobal #KonflikIsraelLebanon

 

0 comments