Kecelakaan Proyek Kereta Cepat Thailand Tewaskan 32 Orang, Proyek One Belt One Road PKC Disorot


Kecelakaan maut terjadi di Thailand timur laut ketika sebuah derek proyek kereta cepat ambruk dan menghantam kereta penumpang. Insiden ini menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai puluhan lainnya. Proyek tersebut merupakan bagian dari inisiatif One Belt One Road (OBOR) Partai Komunis China (PKC), kembali memicu kekhawatiran global soal standar keselamatan dan kualitas proyek infrastruktur China di luar negeri.


Kronologi Kecelakaan Maut di Jalur Proyek Kereta Cepat

Pada 14 Januari, Thailand timur laut diguncang kecelakaan transportasi besar. Sebuah derek yang sedang bekerja di jalur layang proyek kereta cepat tiba-tiba runtuh, dan jatuh tepat menimpa kereta penumpang yang membawa lebih dari 190 orang.

Akibat benturan keras tersebut, gerbong kereta terbelah dua, keluar dari rel, dan terbakar hebat.

Menurut media Thailand, insiden terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat di wilayah Provinsi Nakhon Ratchasima (Korat), ketika kereta yang berangkat dari Bangkok melintas di area konstruksi jalur kereta cepat.


Korban Jiwa Terus Bertambah

Saat kejadian, kereta membawa 195 penumpang dan awak, mayoritas merupakan pelajar dan pekerja.

Hingga pukul 18.00 waktu setempat, data resmi menunjukkan:

  • 32 orang meninggal dunia
  • Lebih dari 60 orang luka-luka
  • Korban luka berat mencakup balita hingga lansia berusia 85 tahun

Pejabat Kementerian Kesehatan Thailand, Ekachai Piansriwachara, menyatakan bahwa kondisi korban sangat beragam, dengan banyak korban mengalami luka serius.

Seorang warga setempat, Suphan Imjantuek, mengatakan bahwa ia turut membantu evakuasi korban.

“Saya memanjat ke atas dan membantu mengangkat dua jenazah, dua korban luka, serta seorang anak kecil,” ujarnya.


Bagian dari Proyek One Belt One Road PKC

Berdasarkan informasi resmi dari situs proyek Kereta Cepat Thailand–China, derek yang jatuh tersebut merupakan bagian dari proyek kerja sama China–Thailand dalam pembangunan jalur kereta cepat.

Proyek ini dirancang untuk:

  • Menghubungkan Bangkok
  • Melintasi Kamboja
  • Hingga Kunming, China
  • Target selesai tahun 2028

Proyek tersebut merupakan salah satu proyek unggulan inisiatif One Belt One Road (OBOR) yang dipromosikan PKC di Asia Tenggara.


Peran Perusahaan Asing dan China

Data menunjukkan bahwa:

  • Kontraktor pelaksana proyek di lokasi kecelakaan adalah perusahaan Italia–Thailand
  • Namun, desain teknik sipil dan fungsi konsultan teknik utama ditangani oleh pihak China

Hal ini menempatkan tanggung jawab teknis China dalam sorotan tajam, meskipun pekerjaan lapangan dilakukan oleh kontraktor lokal dan asing.


Bukan Insiden Pertama

Kecelakaan ini merupakan insiden besar kedua yang melibatkan proyek konstruksi terkait PKC di Thailand.

Tahun lalu, gedung Kantor Audit Nasional Thailand yang masih dalam tahap pembangunan juga runtuh, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan dan kualitas proyek-proyek yang melibatkan China.

Sejumlah pengamat menilai, kecelakaan berulang ini memperkuat keraguan internasional terhadap standar konstruksi proyek OBOR.


Pakar: Masalah Sistemik dalam Proyek China

Ekonom dari Washington Information & Strategy Institute, Li Hengqing, menilai bahwa kecelakaan ini bukan kasus terisolasi.

Ia menyebut bahwa selama beberapa dekade, proyek-proyek konstruksi China—mulai dari properti, jembatan, rel kereta, terowongan, hingga bendungan—kerap menyimpan risiko kualitas serius.

Menurutnya, masalah muncul karena:

  • Desain yang bermasalah
  • Pengawasan konstruksi lemah
  • Manajemen proyek yang sarat kepentingan
  • Upaya menekan biaya demi keuntungan

“Keuntungan dipotong berlapis-lapis ke berbagai kantong. Akibatnya, kualitas dikorbankan, dan kegagalan besar hanya tinggal menunggu waktu,” ujarnya.


Pemerintah Thailand Janji Usut Tuntas

Hingga kini, penyebab pasti runtuhnya derek masih belum diketahui.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan bahwa pemerintah akan:

  • Melakukan penyelidikan menyeluruh
  • Menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak terkait
  • Meninjau kembali standar keselamatan proyek


Kesimpulan

Tragedi kereta di Thailand ini bukan sekadar kecelakaan konstruksi biasa, melainkan peringatan keras atas risiko proyek infrastruktur berskala besar yang dijalankan di bawah inisiatif One Belt One Road PKC.

Dengan puluhan korban jiwa, pertanyaan serius kembali muncul:
apakah ekspansi global China mengorbankan keselamatan, kualitas, dan transparansi demi kecepatan dan keuntungan?

Kasus ini berpotensi mendorong negara-negara Asia Tenggara untuk meninjau ulang keterlibatan mereka dalam proyek-proyek OBOR, sebelum tragedi serupa kembali terulang.


#Thailand
#KecelakaanKereta
#KeretaCepat
#OneBeltOneRoad
#OBOR
#PKC
#China
#InfrastrukturAsia
#KeselamatanKonstruksi
#BeritaInternasional

0 comments