PKC Rencanakan 208 Ruang Rahasia Bawah Tanah di Kedutaan London, Picu Kekhawatiran Keamanan Nasional Inggris
Rencana pembangunan “super kedutaan” Partai Komunis China (PKC) di London menuai kontroversi serius. Bocoran gambar desain menunjukkan ratusan ruang bawah tanah misterius yang letaknya sangat dekat dengan infrastruktur komunikasi vital Inggris, memicu kekhawatiran spionase, ancaman keamanan nasional, dan risiko terhadap aliansi intelijen Barat.
Desain Kedutaan PKC Picu Alarm Keamanan
Pemerintah Inggris dijadwalkan mengumumkan keputusan final pada tanggal 20 bulan ini terkait permohonan pembangunan “super kedutaan” China di London. Namun, menjelang keputusan tersebut, media internasional membocorkan gambar desain arsitektur yang belum disunting, memicu kekhawatiran besar di kalangan pejabat keamanan Inggris dan sekutunya.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa PKC berencana membangun hingga 208 ruang rahasia bawah tanah di bawah kompleks kedutaan, yang berlokasi di bekas Royal Mint Court, tepatnya di bawah bangunan Seamen’s Registry.
Yang paling mengkhawatirkan, salah satu ruang bawah tanah itu hanya berjarak sekitar satu meter dari kabel serat optik utama, yang menghubungkan kawasan finansial London dan mengalirkan data jutaan pengguna internet di wilayah sekitarnya.
Pakar: Tata Letak Ini “Sinyal Bahaya”
Profesor Alan Woodward, pakar keamanan siber dari University of Surrey, menilai dari sudut pandang teknis, desain tersebut sangat memungkinkan untuk aktivitas spionase.
Ia menyebut struktur bawah tanah semacam ini sebagai “red flag” atau sinyal bahaya, karena sangat ideal untuk operasi intelijen tersembunyi.
Para analis mencatat bahwa beberapa ruang tersebut dilengkapi sistem pembuangan panas ganda, yang mengindikasikan penggunaan perangkat berdaya tinggi, seperti komputer canggih untuk pengumpulan intelijen dan pemrosesan data.
Fasilitas Lengkap untuk Operasi Jangka Panjang
Selain itu, gambar desain juga memperlihatkan keberadaan:
- Generator listrik cadangan
- Sistem pemadam otomatis
- Jalur komunikasi dan pengkabelan kompleks
- Fasilitas pancuran
Hal ini menunjukkan bahwa personel dapat tinggal dan bekerja di bawah tanah dalam jangka waktu lama, memperkuat dugaan bahwa fasilitas tersebut dirancang untuk operasi rahasia berkelanjutan.
Reaksi Keras Parlemen Inggris
Rencana ini memicu penolakan keras di parlemen Inggris.
Anggota Partai Konservatif sekaligus Menteri Keamanan Nasional Bayangan, Alicia Kearns, memperingatkan bahwa menyetujui proyek ini sama saja dengan mengizinkan PKC melancarkan “perang ekonomi” dari jantung infrastruktur Inggris.
Sementara itu, Luke de Pulford, Direktur Eksekutif Inter-Parliamentary Alliance on China (IPAC), mengungkapkan bahwa berbagai kelompok masyarakat sipil dan organisasi warga Hong Kong di Inggris akan menggelar aksi demonstrasi pada Sabtu (17/1), yang disebutnya sebagai “kesempatan terakhir untuk bersuara”.
Inggris Anggap PKC Negara Bermusuhan
Anggota parlemen Partai Buruh Sarah Champion menegaskan bahwa sejumlah departemen pemerintah Inggris serta mitra internasional telah menyampaikan kekhawatiran serius.
Ia secara terbuka menyebut PKC sebagai negara yang bersifat bermusuhan, dengan rekam jejak menekan kebebasan warga Hong Kong dan mengancam Taiwan di kancah internasional.
Gedung Putih Ikut Bereaksi
Setelah bocoran desain ruang rahasia tersebut terungkap, Gedung Putih juga menyatakan “keprihatinan mendalam”.
Amerika Serikat khawatir fasilitas ini dapat digunakan PKC untuk:
- Menyusup ke infrastruktur kritis Inggris
- Mengancam keamanan data
- Membahayakan pertukaran intelijen dalam aliansi Five Eyes
Kesimpulan
Rencana pembangunan 208 ruang rahasia bawah tanah di kedutaan China di London telah berkembang dari sekadar proyek diplomatik menjadi isu keamanan nasional dan internasional.
Dengan lokasi yang sangat dekat dengan urat nadi komunikasi finansial Inggris, serta desain yang mendukung operasi jangka panjang, kekhawatiran bahwa fasilitas ini dapat digunakan untuk spionase dan infiltrasi strategis semakin menguat.
Keputusan pemerintah Inggris pada 20 bulan ini akan menjadi ujian penting bagi sikap London terhadap PKC, sekaligus sinyal bagi dunia tentang sejauh mana negara-negara Barat bersedia menoleransi ekspansi pengaruh Beijing di jantung infrastruktur mereka.

0 comments