Zhao Leji Dikunjungi Protes di Australia: Praktisi Falun Gong Diserang, Spanduk Dirusak


Kunjungan Ketua NPC Tiongkok, Zhao Leji, ke Australia memicu gelombang protes dari praktisi Falun Gong di Canberra. Aksi damai tersebut berulang kali diganggu oleh kelompok pro-Beijing, termasuk tindakan kekerasan dan perusakan atribut. Insiden ini kembali menyoroti isu tekanan politik Beijing di luar negeri serta kekhawatiran rezim Tiongkok terhadap eksposur fakta pelanggaran HAM.


Canberra — Kunjungan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok (NPC), Zhao Leji, ke Australia pada 24–25 November kembali memicu protes dari praktisi Falun Gong. Aksi damai yang berlangsung di dekat Kedutaan Besar Tiongkok di Canberra tersebut beberapa kali mendapat gangguan, intimidasi, hingga serangan fisik dari kelompok pro-Beijing.

Selama dua hari aksi, para praktisi Falun Gong melaporkan spanduk mereka sengaja ditutupi dengan bendera besar, dirusak, hingga dicuri. Bahkan, tiang penyangga spanduk turut dihancurkan. Beberapa praktisi mengalami kekerasan fisik; pakaian sobek, hingga luka memar saat berusaha mengambil kembali spanduk yang dicuri.

Salah satu kelompok yang paling aktif mengganggu aksi tersebut adalah Australian Fuzhou Association, organisasi yang dikenal memiliki hubungan erat dengan Kedutaan Besar Tiongkok. Dalam video di lokasi, seorang koordinator kelompok tersebut bahkan memerintahkan anggotanya untuk "memukul" praktisi Falun Gong.


“Tiongkok Takut Pada Spanduk Falun Gong”

Presiden Australian Falun Dafa Association, Dr. Zhao, menjelaskan bahwa setiap kunjungan pejabat tinggi Tiongkok hampir selalu dibarengi upaya intimidasi terhadap praktisi Falun Gong.

“Ini adalah perpanjangan dari penganiayaan Tiongkok ke negara demokratis. Mereka takut melihat spanduk Falun Gong karena mereka tahu penganiayaan yang mereka lakukan melanggar moral, hati nurani, dan hukum. Mereka tahu mereka salah,” ujar Dr. Zhao.

Ia menambahkan bahwa tindakan agresif kelompok pro-Beijing menunjukkan rezim Tiongkok sadar bahwa penganiayaan terhadap Falun Gong tidak dapat dibenarkan, sehingga mereka berusaha menutupi setiap pesan yang mengecam kejahatan tersebut.


Catatan Pelanggaran Hak Asasi di Balik Karier Zhao Leji

Zhao Leji selama lebih dari dua dekade terlibat langsung dalam implementasi penganiayaan terhadap Falun Gong, mulai dari posisinya di tingkat provinsi hingga pusat. Organisasi internasional World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG) telah mengeluarkan pengumuman penyelidikan terhadap Zhao sejak 2020.

Di provinsi Qinghai dan Shaanxi, tempat Zhao pernah menjabat, tercatat berbagai kasus praktisi Falun Gong disiksa hingga meninggal. Ketika Zhao menjabat sebagai Sekretaris Komisi Disiplin Pusat tahun 2017, intensitas penganiayaan dilaporkan makin meningkat di seluruh Tiongkok.


Desakan Agar Kelompok Pro-Beijing Didaftarkan sebagai Agen Asing

Dr. Zhao menegaskan bahwa kelompok-kelompok pro-Beijing yang melakukan intimidasi di Australia seharusnya diklasifikasikan sebagai agensi asing karena melaksanakan aktivitas politik atas instruksi rezim Tiongkok.

“Mereka merusak nilai demokrasi dan kebebasan Australia. Jika mereka tidak mendaftar sebagai agen asing, itu berarti mereka melanggar hukum Australia. Kami meminta pemerintah Australia menyelidiki organisasi-organisasi tersebut,” tambahnya.

Meski dihalangi, konvoi kendaraan Zhao Leji tetap melewati beberapa titik di mana praktisi Falun Gong menyampaikan protes secara damai sambil meneriakkan: “Falun Dafa Hao! Falun Dafa Hao!”


Kesimpulan

Insiden protes di Canberra memperlihatkan bagaimana tekanan politik Tiongkok terus menjalar keluar negeri, termasuk upaya membungkam kelompok yang mengkritik penganiayaan hak asasi manusia. Gangguan dan kekerasan yang terjadi justru menyoroti ketakutan rezim terhadap spanduk dan suara damai Falun Gong, sekaligus memunculkan kembali seruan agar pemerintah Australia bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang bertindak sebagai agen pengaruh Beijing.


#ZhaoLeji #FalunGong #Australia #Canberra #ProtesTiongkok #PelanggaranHAMTiongkok #AgenAsing #PenganiayaanFalunGong #BeritaGlobal #IsuTiongkok

0 comments