Mantan Analis Saham Tiongkok Ungkap Ditahan setelah Prediksi Kejatuhan Pasar: “Partai Komunis Berdiri di Atas Kebohongan”



Seorang mantan analis saham di Tiongkok, Bu Qingsong, mengungkap pengalaman dipaksa bungkam oleh aparat setelah mengkritik kebijakan pasar saham. Ia menyatakan Partai Komunis Tiongkok (PKT) mempertahankan kekuasaan melalui kontrol informasi dan penindasan.


Seorang mantan analis saham asal Hefei, Anhui, Bu Qingsong, mengungkap pengalaman pribadinya ketika ia ditahan dan dipukul oleh aparat setelah menyampaikan pendapat yang berbeda soal kondisi pasar saham Tiongkok. Ia mengatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) berkuasa dengan menutupi kebenaran dan membungkam suara kritis.

Kritik di Media Sosial Berujung Pemanggilan Polisi

Pada 2016, ketika bekerja sebagai analis pasar saham di Shanghai, Bu menulis komentar di Weibo yang menilai Komisi Regulasi Sekuritas China (CSRC) tidak menjalankan tugasnya dengan baik saat pasar mengalami penurunan tajam.

Tidak lama setelah unggahan tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai petugas keamanan rahasia mendatangi kantornya dan langsung menamparnya.

“Saya bilang itu hanya kebebasan berpendapat, tapi dia langsung marah dan menampar saya sampai mulut saya berdarah,” ujar Bu Qingsong.

Bu dipaksa menghapus unggahan dan diancam akan dibawa ke Beijing dan “tidak akan bisa keluar lagi” jika mengulanginya.

Membahas Potensi Penurunan Pasar Juga Dianggap “Melawan Negara”

Pada 2023 di Hangzhou, Bu aktif membagikan analisis saham melalui akun media sosial dengan ribuan pengikut. Saat media resmi menyatakan pasar akan naik, Bu justru memperingatkan bahwa pasar kemungkinan akan jatuh di bawah 3.000 poin.

Tak lama kemudian, polisi datang ke rumahnya tanpa surat resmi, menyita barang, dan membawanya untuk diinterogasi.

“Mereka bilang saya menyebarkan pandangan negatif, melawan pemerintah. Padahal saya hanya analisis teknis. Namun saya tetap dipukul,” kata Bu.

Beberapa waktu setelah itu, pasar benar-benar turun hingga sekitar 2.600 poin.

Atmosfer Sensor di Industri Keuangan

Bu mengungkap bahwa lembaga sekuritas secara berkala mengeluarkan instruksi agar analis tidak menyampaikan pandangan negatif.

“Semua harus selaras dengan narasi bahwa ekonomi sedang cerah. Kritik dianggap dosa besar,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa 99% investor ritel akhirnya merugi, karena pasar bergerak bukan berdasarkan mekanisme sehat, tetapi sentimen politik dan intervensi kebijakan.

“PKT Mengandalkan Kebohongan untuk Mempertahankan Kekuasaan”

Setelah tiba di Amerika Serikat pada November 2024, Bu menyatakan secara terbuka memutus hubungan dengan organisasi kepemudaan Partai.

“PKT memakai slogan-slogan indah untuk menutupi penindasan. Saat Anda benar-benar berhadapan dengan sistem itu, Anda tahu semuanya hanyalah kebohongan.”

Ia berharap rakyat Tiongkok dapat mengakses informasi dunia luar dan menyadari pentingnya kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, dan kebebasan berpikir.


Kesimpulan

Kasus Bu Qingsong menggambarkan bagaimana perbedaan pandangan ekonomi di Tiongkok dapat dianggap sebagai ancaman politik. Kontrol informasi ketat dan larangan kritik menjadi bagian dari sistem yang mempertahankan kekuasaan melalui pembatasan kebebasan berekspresi. Bu menyerukan masyarakat untuk membuka diri terhadap informasi global dan memperjuangkan hak-hak dasar kemanusiaan.


#ChinaNews #HakAsasiManusia #KebebasanBerpendapat #PasarSahamChina #BuQingsong #PKT #SensorTiongkok #EkonomiTiongkok #AnalisisSaham #BeritaInternasional

0 comments