UE Tinggalkan Ketergantungan pada Tiongkok, Alihkan Investasi Logam Tanah Jarang ke Australia
Uni Eropa mempercepat upaya “de-China-isasi” pasokan mineral penting dengan mengalihkan investasi ke Australia. Langkah ini diambil setelah Tiongkok memperketat kontrol ekspor logam tanah jarang, memicu kekhawatiran global terhadap keamanan rantai pasok.
Uni Eropa resmi mengumumkan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada Tiongkok dalam pasokan logam tanah jarang dan mineral penting lainnya. Setelah Amerika Serikat bergerak cepat beberapa waktu lalu, kini UE menyatakan akan mengalihkan investasi ke sektor pertambangan Australia demi memastikan ketersediaan bahan baku kunci bagi industri AI dan pertahanan.
Logam Tanah Jarang: Masalah Mendunia yang Memicu Alarm UE
Pengumuman ini datang setelah Tiongkok tiba-tiba memperluas kontrol ekspor mineral logam tanah jarang pada 9 Oktober lalu. Langkah Beijing membuat banyak negara terkejut dan menilai ketergantungan pada satu pemasok sebagai ancaman strategis.
Uni Eropa kini menempatkan Australia sebagai prioritas utama dalam rencana pengamanan rantai pasok mineral kritis. Pasalnya, UE saat ini menghadapi kekurangan logam tanah jarang dan logam litium—komponen penting untuk:
- Pengembangan kecerdasan buatan (AI),
- Teknologi hijau,
- Industri pertahanan, dan
- Transisi energi.
Model Kerja Sama Meniru Jepang
Komisioner Perdagangan UE, Maroš Šefčovič, pada Jumat (21 November) mengumumkan bahwa putaran pertama program khusus sudah rampung, dan Australia menjadi tujuan pertama.
Model kerja sama UE–Australia akan mengikuti pola Jepang, yaitu berinvestasi langsung dalam:
- Pertambangan,
- Fasilitas pemrosesan, dan
- Kesepakatan jangka panjang pemasokan mineral kritis.
Jepang sendiri pernah merasakan dampak besar ketika pada 2010 Tiongkok menghentikan ekspor logam tanah jarang ke Tokyo. Kekurangan pasokan saat itu menghantam industri teknologi tinggi Jepang dan memaksa negara tersebut mencari rantai pasok alternatif.
UE Siapkan Investasi, Daftar Proyek Segera Diumumkan
UE berencana menggunakan mekanisme:
- Penyertaan modal,
- Kontrak pasokan jangka panjang, dan
- Joint venture
untuk memastikan stabilitas mineral penting dari Australia. Šefčovič mengatakan bahwa detail proyek dan daftar kerja sama akan diumumkan dalam waktu dekat.
AS Bergerak Lebih Cepat
Sebelumnya, Amerika Serikat bergerak dalam waktu hanya 11 hari setelah Beijing memperketat ekspor logam tanah jarang. Pada 20 Oktober, Washington dan Canberra menandatangani perjanjian strategis tentang mineral kritis untuk melindungi rantai pasok global.
Dalam enam bulan ke depan, AS dan Australia diperkirakan akan berinvestasi setidaknya 1 miliar dolar AS masing-masing dalam proyek tambang dan pemurnian mineral baru.
Kesimpulan
Langkah UE mengalihkan investasi logam tanah jarang ke Australia menandakan semakin kuatnya upaya global untuk menghindari ketergantungan pada Tiongkok dalam pasokan mineral strategis. Dengan meningkatnya kebutuhan untuk industri AI, teknologi hijau, dan pertahanan, diversifikasi rantai pasok menjadi semakin penting bagi keamanan ekonomi dan geopolitik dunia.
#UniEropa #LogamTanahJarang #MineralKritis #Australia #DeChinaisasi #RantaiPasokGlobal #EkonomiDunia #Geopolitik #TeknologiAI #IndustriPertahanan

0 comments